Kamis, 12 Maret 2020

INILAH KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SD NEGERI (SDIT/SDNEGERI, PILIH MANA (2)


SDIT atau SD Negeri? Kadang orang tua tetap bingung. Apalagi bila SD swasta jauh dari rumah plus keuangan tak memungkinkan.  Bagaimana kondisi SD negeri sekarang?

Jujur, sebelum memasukan anak-anak ke SD negeri, saya juga termasuk yang tidak percaya dengan “kualitas” SD Negeri. Apalagi  yang kita dapatkan hanya sedikit info soal SD Negeri yang konon berjumlah ribuan di seluruh pelosok Tanah Air. Dan satu lagi, selama ini saya terlalu terbiasa memasukkan anak-anak ke SD swasta atau SDIT.

salah satu kegiatan di SDN (dok: pribadi)


Ternyata bayangan saya soal SDN sama sekali salah. SD Negeri mempunyai banyak kelebihan yang tidak kalah dengan SD Swasta.


Ini beberapa KELEBIHAN SDN yang berhasil saya catat :

#BERBIAYA LEBIH MURAH
Sebagai orang tua yang biasa menyekolahkan anak di SD swasta terus terang saya takjub dengan biaya yang harus dikeuarkan ketika memasukkan anak-anak ke SD Negeri. Bisa dikatakan sangat murah. Walaupun tetap ada dong, beli seragam, atlat tulis, sepatu dll. Cuman buku-buku bisa didapatkan secara gratis dari sekolah. Apalagi kurikulum 2013 yang banyak banget buku tema-nya. Kebayang kalau harus beli buku terus dan hanya sebulan dipakai lalu ganti lagi.

#MATA PELAJARAN LEBIH SEDIKIT
Di SDN hanya mata pelajaran yang wajib-wajib saja alias lebih sedikit. Di DSIT, mata pelajaran sangat banyak, pelajaran agam masih dibagi-bagi ke 5-6 sub pelajaran yang lebih spesifik lagi.

#ANAK BELAJAR KURANG LEBIH SETENGAH HARI SAJA
Walaupun 6 hari sekolah, rata-ata hanya belajar setengah hari atau habis  zuhur sudah selesai. Untuk kelas4-6 banyak SDN yang sudah mengharuskan sholat zuhur di sekolah juga. Kemudian beberapa SDN di kota saya bahkan sudah ada pelajaran hapalan Quran juga. Alhamdulillah.

#EKSKUL BAYAR MURAH
Ekskul ternyata banyak juga macamnya. Dan bayarnya hanya 10-20 ribu saja sebulannya. Bayangkan di SD swasta bisa Rp 1 juta an per tahun minimal dibayar di muka ekskulnya.

#ANAK LEBIH DISIPLIN DAN MANDIRI
Entah kenapa di SDN saya melihat anak-anak lebih disiplin, hukuman lebih tegas kalau anak salah, anak juga lebih mandiri dan nggak dimanja sekolah. Plus suka ada peer, jadi ya lumayan belajar di rumahnya jadi lebih banyak.

#ANAK DIAJAR KEBHINEKAAN (LEBIH PLURAL)
Terutama karena banyak latar belakang yang berbeda di SDN. Kalau di swasta rata-rata anak orang berkecukupan, dan anak cenderung terikut gaya hidupnya.
Nah di SDN ,mereka akan menemui anak orang kaya dan juga anak orang miskin. Komplit. Disini juga nggak hanya ada satu agama, anak jadi terbiasa menghormati orang lain

KEKURANGAN SDN

# GURU BANYAK KEGIATAN/SIBUK
Sebagai guru SDN, kadang mereka banyak kegiatan atau pelatihan. Akhirnya digantikan guru piket atau guru honorer. Guru juga cenderung “jaga wibawa” dan menjaga jarak sama orang tua.

#SEKOLAH KURANG BERSIH
Entah kenapa saya banyak menemui SDN yang toiletnya nggak bersih seperti SD swasta. Kemudian lingkungan sekolah juga kurang terjaga kebersihannya. Mungkin karena nggak ada OB yang dibayar kayak SD swasta hehe.

Pilihan pada akhirnya sih pada orang tua masing-masing ya. Silakan memilih yang cocok aja dengan kehidupan kita. Kalau soal mahal atau nggak , tentu saja tidak bisa jadi pertimbangan karena sangat relatif kan tiap keluarga.

SEMOGA BERMANFAAT




  

10 komentar:

  1. Sekarang banyak kok Mba sekolah negeri yang bagus-bagus, semua pada berlomba menaikan pamornya masing-masing.

    Cuman memang kalau saya pribadi, lebih suka sekolah SDIT karena dari sejak masuk sekolah agama ya nomor 1.

    Kayaknya memang tergantung SDN nya juga ya, Alhamdulillah udah mulai diberlakukan sholat dhuhur di sekolah.

    SDITNya juga saya rasa tergantung SDITnya juga kayaknya, dan mungkin dari penilaian ortu

    Kalau saya merasa justru karena sekolah SDIT anak saya jadi lebih mandiri sejak kelas 1 SD.

    Sudah harus bisa ganti baju sendiri, pakai baju sendiri, atur semua kebutuhan mereka.
    Justru sekolah amat sangat membantu, karena kebanyakan anak-anak itu anak orang kaya, barang hilang itu biasa, justru sekolah yang ngajarin kasih hukuman kalau barangnya hilang, jadi anak lebih bertanggung jawab sejak dini.

    Btw tengkiu ulasannya, bermanfaat banget nih, saya juga kepo banget ama SDN sebenarnya, rencananya lulus SDIT mau masuk negeri, semoga nanti insha Allah pondasi habbit tentang sholat dan akidahnya udah lebih baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kak rey,semakin bagus kualitas SD Negeri heheh.alhamdulillah ya kalau anak2 sudah mandiri dan bertanggung jawab. Semga sehat selalu ya kak

      Hapus
  2. kalau saya sih lebih fokus memilihkan anak saya sekolah ke SD yang visi dan misi mengarah pada religius

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kak. Itu pilihan yang bagus juga :) semangat

      Hapus
  3. ya ada yg harus dikorbankan sih, guru sibuk mungkin utk upgrade bidang keilmuan tapi yg perlu diperhatikan adalah upah guru honorer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mungkin kak, guru nyari ilmu lagi. Oh iya soal guru honorer ya , kayak blm ada solusinya

      Hapus
  4. Kalo di tempat kami, ada sekolah arab arab namanya mbak, masuknya sore hari dan hanya sampe kelas 4 doang.

    Jadi di sana diajarkan lebih dalam tentang agama dan akhlak.

    Sedangkan paginya, anak-anak sekolah SD biasa.

    Emang bikin waktu anak lebih banyak di sekolah sih jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kayak madrasah diniyah gt ya. di beberapa daerah di Kalsel juga ada kak. Ini bagus bgt..

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)