| foto : kejar pena-kejar cita |
Menjadi guru di era digital tentu bukan perkara mudah. Tidak sekedar background pendidikan, namun dituntut kreativitas lebih hingga berkomunitas, salah satunya melalui kanal https://digital-pgri.org/.
Bagaimana peran guru di era digital? Mungkin buat teman-teman yang baru lulus kuliah, ini menjadi pertanyaan tersendiri. Bagaimanapun pola pengajaran saat ini tentu saja sangat berbeda dengan masa lalu.
Seorang teman yang sudah menjadi
guru SMP beberapa tahun mengakui tantangan yang dihadapi anak-anak zaman
sekarang jauh lebih berat daripada di masanya sekolah dulu. Faktor yang pertama
adalah dari sisi pergaulan. Semakin bagus pergaulan di lingkungan rumah dan
sekolahnya, kemungkinan akan membentuk anak tersebut menjadi anak yang baik dan
lebih mudah buat dikendalikan. Namun bila lingkungannya sudah buruk, guru di
sekolah akhirnya juga sedikit kesulitan buat membuat anak tersebut mengikuti
aturan-aturan di sekolah dan menjadikannya dapat menerima pelajaran dengan baik.
Faktor kedua yang tak kalah pentingnya
adalah soal konsentrasi. Teman guru ini mengakui, anak-anak sekarang kebanyakan
memiliki konsentrasi yang terbatas dan susah buat fokus. Mungkin pengaruh
konsumsi digital yang terlalu berlebihan. Apalagi ujarnya bila sudah masuk ke
pelajaran dengan durasi waktu yang lama. Tidak ada cara lain yang bisa
dilakukan, guru harus lebih kreatif dalam segala hal.
Baik dalam pendekatan ke siswa maupun
kreatif dalam hal metode pembelajaran. Sejak beberapa tahun lalu, teman saya
yang guru ini rajin sekali mengikuti pelatihan .Baik offline maupun online. Salah
satu yang dia ikuti adalah pelatihan canva. Karena sudah beberapa kali
mengikuti pelatihan, saat ini dia sudah expert urusan canva ini. Bahkan
katanya bisa menularkan ilmunya kepada para guru di sekolahnya.
Media pembelajaran yang dia
buatpun sudah sangat berbeda dengan sebelumnya. Efeknya, ternyata siswa jauh
lebih tertarik. Dia juga memadukan dengan pembuatan video-video pembelajaran
yang singkat, menyesuaikan dengan video yang sering ditonton muridnya di media
sosial. Keren sih.
SKILL GURU ERA DIGITAL
Saya sebagai orang tua yang anak-anaknya masih
bersekolah tentu paham sekali beban guru sangat berat di era digital ini. Salah
satunya soal sulitnya anak-anak fokus dan berkonsentrasi seperti yang
dikeluhakan guru , yang merupakan teman saya tadi. Tampaknya guru era digital,
memang dituntut untuk menguasai beberapa skill, yang barangkali tidak terlalu
penting buat guru-guru di masa lalu, tapi merupakan keharusan zaman sekarang.
Pertama, adalah skill
komunikasi yang baik. Generasi yang masih sekolah saat ini adalah gen z dan gen
alpha yang tentu berbeda dengan generasi sebelumnya. Guru dituntut untuk
menyesuaikan gaya komunikasinya dengan generasi yang diajarnya. Gen Z misalnya
, dilahirkan akrab dengan teknologi dan chat GPT. Mereka sangat mudah mencari
informasi. Guru dituntut komunikasi yang baik agar bisa membimbing mereka untuk
tetap terarah di saat keterbukaan semakin gampang ditemukan di internat.
Kedua, skill yang harus
dimiliki guru adalah soal literasi digital. Tidak mungkin lagi guru zaman
sekarang gagap teknologi dan tidak paham media sosial. Guru harus menyesuaikan
kondisi sesuai zamannya. Masih belum bisa? Banyak tempat buat belajar. Baik
yang berbayar maupun yang gratisan. Yang jelas ada kemauan buat belajar soal
literasi digital.
Ketiga, kreatif dalam
pembelajaran. Seperti dijelaskan diatas, guru saat ini memang
dituntut untuk kreatif dalam pembelajaran. Tidak ada cara lain selain terus
belajar dan mau terbuka untuk hal-hal baru.
Keempat, jangan lupa
berkomunitas. Komunitas mungkin terlihat sepele. Tapi dari sanalah biasanya
banyak ide-ide baru baik soal regulasi hingga perkembangan soal keguruan
terkini. Salah satunya melalui PGRI melalui https://digital-pgri.org/
akan banyak informasi kegiatan terkini dan hal baru yang diperoleh. Informasi
lebih lanjut bisa hubungi website https://digital-pgri.org/
Semoga bermanfaat.





Memang betul kiranya kata orang-orang, kalau kita nggak bisa mengikuti perkembangan zaman, siap-siap ketinggalan paling belakang. Guru-guru pun termasuk yang harus berusaha paling keras mengikuti perkembangan zaman ini, lebih-lebih lagi karena adanya generational gap dengan murid-muridnya, yang jelas-jelas semuanya lahir di era digital, sedangkan guru-gurunya kebanyakan mungkin di era peralihan.
BalasHapusBeruntung sekarang banyak pelatihan gratis yang diselenggarakan buat guru-guru ini untuk update skill. Saya tengok di WhatsApp pun ada channel resmi buat seminar-seminar ini. Nggak tertutup kesempatan untuk terus menimba ilmu, yang penting kemauan untuk belajar itu harus selalu ada 😊
Setuju kak Ristra, yangpenting banget kemauan buat terus belajar dan gak bosen2nya upgrade diri pokoknya ya.biar gak terlindas zaman.makasih ka Ristra
Hapusmenurutku yang paling penting adalah komunikasi sih kak. gimana caranya guru-guru bisa berkomunikasi dengan baik dengan murid-muridnya yang notabene gen z dan gen alpha. kalau itu udah bisa, percaya aja, mereka akan dengan gampangnya klik dengan gurunya :D.
BalasHapusWah iya bgt ya. komunikasi memang kunci bgt aplg yang dihadapi anak2 gen alpha yang beda bgt dengan generasi sebelumnya.makasih ka
Hapus