FBB
KEB

IHB

Nilam Sari : Kisah Jatuh Bangun Bisnis

 

Nilam Sari(foto : wolipop-detik)

Nilam Sari Baba Rafi, demikian banyak orang mengenalnya. Kebanyakan orang hanya tahu, dia sukses dan berhasil melebarkan bisnis kebab Turki-nya hingga ke mancanegara. Tapi tidak banyak yang tahu, perjuangan hidupnya dan totalitas dalam bisnislah yang membuat dia sampai di titik ini.

 

Nilam Sari, founder kebab Baba Rafi, ternyata menikah dan memulai bisnis di usia yang sangat muda, 19 tahun. Dalam  #ISBWORKSHOP : KICKSTART YOUR BUSINESS - Temukan keberanian untuk memulai dan kekuatan untuk konsisten, Nilam menceritakan modal awalnya hanya 4 juta saja. Saat itu memang dia dan suami ke Qatar dan melihat kebab yang dijual  dan laku di Qatar. Nilai kemudian berpikir untuk menjualnya juga di Indonesia.

nilam sari baba rafi


Sebagai keluarga baru, mereka memang butuh penghasilan tambahan, walaupun penghasilan utama, uangkap Nilam, masih ditanggung orang tua.  Nilam menceritakan, kebab di Qatar memakai rempah kapulaga dan yogurt, yang mereka perkirakan tidak banyak orang Indonesia yang menyukai bila dijual di Indonesia.

bisnis kebab
sesi zoom ISB bersama Nilam sari

Akhirnya Nilam pun mencoba membuat kebab ala Indonesia sekaligus ala burger dan hotdog, dua produk yang sebelumnya sudah dia jual. Jadilah kebab menjadi tambahan produk. Rafi sendiri diambil dari anak pertamanya dan biar ada kesan ke Timur Tengah an, mereka menambahkan kata Baba (ayah) sehingga menjadi Kebab Baba Rafi. Karena mungkin orang tidak banyak yang kenal dengan negara Qatar masa itu, merekapun melabeli kebabnya dengan nama Kebab Turki. 2003, Kebab Turki Baba Rafi resmi berdiri. Gerobak pertama di Surabaya. 

Penghasilan dari gerobak pertama kebab ini mereka tabung. Menurut Nilam, dalam satu tahun akhirnya bisa membuat 5 gerobak kebab. Sejak saat itu, ada orang yang bertanya dan datang, bisa buka gerobak apa nggak?

Saat itu, Nilam mengakui, mereka masih sangat awam dengan jual gerobak ini. Apalagi istilah franchise tidak banyak dikenal orang. Kalaupun ada franchise, itu identik dengan produk yang namanya sudah mendunia. Sedangkan ini hanya gerobak kebab lokal.

“ Sesuatu yang aneh, franchise dibuat investasi murah. Waktu itu per gerobak hanya dijual 7 juta an , “ tambah Nilam.

Tahun kedua, usaha makin membesar. Dalam tahun kedua tersebt sudah memiliki 30 gerobak. Namun yang mereka lupakan, usaha besar ternyata harus diikuti dengan  sistem usaha yang baik dan rapi.

Tidak Selesai Kuliah, Fokus Jualan

Sebenarnya Nilam  saat membuka usaha sedang berkuliah di Universitas Airlangga, Surabaya, Namun akhirnya kehadiran tiga buah hatinya dan usaha yang semakin membesar membuatnya memutuskan berhenti dulu kuliah

Namun semangat belajar sebenarnya tak pernah padam.Nilam mengikuti banyak pelatihan agar sistem perusahaannya menjadi rapi, apalagi ketika sudah membuat sistem danmemiliki banyak karyawan.

Pada 2008, dari Surabaya, Kebab Turki Baba Rafi hijrah ke jakarta. Tentu tujuannya untuk kemajuan usaha. Saat itu cabangnya sudah di seluruh Indonesia. Nilam mengontak satu rumah namuan Jakarta tak seperti yang dia bayangkan.

“Ternyata di Jakarta permainannya banyak, “ ujar Nilam. Di Jakarta dia mengakui, uang memang gampang didapat namun kerja keras juga harus dilakukan, disamping sistem perusahaan yang harus dirapikan.

Di Jakarta, dalam satu bulan,Kebab Turki Baba Rafi, bisa membuka 30 outlet. Jadi di 2008, total outlet yang dimiliki sudah mencapai 800 outlet.  Karena usaha semakin maju, karyawan juga terus bertambah dan rumah yang disewapun sampai lima rumah.

Sayangnya di 2009 terjadi krisis moneter. “ itu goyang company saya walaupun saya sempat jadi orang kaya baru,” aku Nilam.

Nilam pun merasa mampu untuk merambah bisnis lain selain makanan. Dia mencoba peruntungan di bisnis kos-kos an dengan membeli dua buah kos di Surabaya. Sayangnya kos yang awalnya ramai, tiba-tiba diisi orang-orang yang tak tepat. Bahkan sampai mengalami penggrebekan polisi. Nilam bisa dikatakan merugi besar di bisnis ini.

Kemudian, dia juga sempat mencoba peruntungan di bisnis tambang. Namun lagi-lagi merugi, apalagi bisnis tambang tidak sekedar memiliki uang yang banyak. Tapi juga urusan kepercayaan hingga ilmu di bidang terkait.

Utang Bisa Diselesaikan

Di  umur 27 tahun, ujar Nilam, dia memiliki utang perusahaan yang sangat banyak. Utangnya mencapai 14 miliar, jauh dari rasio utang normal yang harusnya masih sanggup ditanggung sebuah bisnis.  “ Sampai tidak mengerti harus bagaimana, coba-coba mengikuti lomba,” ujarnya.

Ternyata Nilam meraih juara. Nilam meraih penghargaan sebagai pemenang pertama (Juara 1) untuk kategori "Pengusaha Hottest" dalam ajang Enterprise 50 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA pada tahun 2006. Selain itu, ia juga dinobatkan sebagai Juara 1 pada penghargaan bergengsi Indonesia Women Future Leaders dari majalah yang sama pada tahun 2010   

Prestasinya yang tidak main-main ini membawanya mendapatkan beasiswa S2 di kelas eksekutif. Nilam yang tidak lulus S1 seharusnya tidak bisa ikut belajar langsung ke S2.Namun ternyata setelah menghadap pimpinan kampus , Nilam bisa S2. Disanalah akhirnya pikirannya terbuka. “ ternyata orang Jakarta yang sudah berpengalaman dalam bekerja, seperti ngomong dengan iphone 17. Disana saya belajar saham dan lain-lain,” ujarnya.

Berkat usaha, doa, dan terus belajar, Nilam akhirnya berhasil menurunkan utangnya dari 14 miliar ke 3 miliar, atau rasio normalnya sesuai skala bisnis usahanya.

IPO dan Percaya Rencana Allah     

Pada 2017, Manajemen Kebab Babah rafi pecah kongsi akibat perceraian pendirinya. Meski berpisah, keduanya sepakat damai membagi hak kelola merek dan memisahkan operasional perusahaan menjadi dua entitas berbeda. Pihak Nilamsari,  mengelola dan mengembangkan bisnis melalui PT Sari Kreasi Boga Tbk dengan memegang operasional wilayah Barat. Sementara pihak Hendy Setiono: Mengelola bisnis melalui PT Pabaravi Enterprise (sebelumnya Baba Rafi International) dengan memegang hak operasional wilayah timur.

Di 2022, perusahaan yang dipegang Nilam, mecatatkan sejarah dengan penawaran umum saham perdana (IPO) di lantai bursa. PT Sari Kreasi Boga Tbk mendapatkan dana sekitar Rp 119,45 miliar. IPO ini juga menjadi salah satu jalan Nilam untuk terus mengembangkan usahanya.

“Saya percaya kita semua punya struggle, tapi kadang yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya dan saya percaya Allah itu punya rencana baik. Kalau belum baik-baik saja, its not the end” tutup Nilam yakin.

Dari Nilam Sari kita belajar, pintu kesuksesan akan terbuka bila terus diiringi kemauan yang kuat, kerja keras , keinginan buat terus belajar dan tentu meyakini, ada kekuatan di luar manusia yang selalu punya rencana baik.

Semoga bermanfaat.




Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Female Blogger of Banjarmasin
Female Blogger of Banjarmasin