Rabu, 03 Oktober 2018

CAHAYAMU TAK BISA KUTAWAR (NOVEL BIOGRAFI MAHFUD MD)




Mengunjungi Perpustakaan Daerah kali ini ada yang berbeda. Kalau biasanya hanya meminjam novel- novel , kali ini kok tiba-tiba kepikiran meminjamkan buku yang lain. Apalagi pas ngecek novelnya tampaknya nggak ada yang baru.
Akhirnya salah satu pilihan jatuh pada buku ini. Buku biografi Pak Mahfud MD – dosen saya di UII dulu, yang pertama kali “memuji” tulisan saya pada pekan Ta’aruf 1996– berjudul “Cahaya-Mu Tak Bisa Kutawar”, karya Aguk Irawan. fff
Membaca pengantar editor, awalnya tidak terlalu yakin dengan kedahsyatan buku ini. Biasanya biografi hanya sekedar biografi. Begitupula dengan  novel, yang biasanya hanya sekedar cerita imajinasi si pengarang. Tapi ternyata buku ini berbeda.
Buku ini adalah biografi yang ditulis dengan gaya novel. Sehingga, kita seakan masuk jauh dalam kehidupan si tokoh.










Awal cerita di buku ini memceritakan masa kecil Mahfud MD yang hidup di sebuah desa di Pulau Madura. Ketika SD, beliau ternyata sudah belajar di pesantren sembari tetap bersekolah di SD Negeri. Kemudian menginjak SMP,  Mahfud dikirim orang tuanya ke kota Pamengkasan, Madura dan bersekolah di Pendidikan Guru Agama Pertama Negeri.
Nama MD dibelakang namanya ternyata merupakan nama sang ayah yaitu Mahmodin.  Mahfud remaja diminta sang guru menempatkan nama ayahnya dibelakang namanya karena ada tiga nama yang sama dikelas.

Hari-hari selanjutnya, Mahfud menjalani kehidupannya sebagai anak remaja biasa. Bersama dua sahabatnya di kost, dia menjalani hidup di kota Pamengkasan, hingga ketiga sekawan ini sama-sama mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan setingkat SMA di Jogjakarta.

Jogjakarta akhirnya menjadi kota pilihannya. Baik untuk menuntut ilmu hinga S3 sampai akhirnya menemukaan pujaan hatinya Yatie di kampus UII Jogja.
Setapak demi setapak  Mahfud berhasil menjalani karirnya yang sangat cemerlang. Salah satu prestasinya adalah menyelesaikan S3 hanya dalam waktu 2 tahun lebih. Padahal normalnya S3 akan ditempuh orang dalam waktu 4-5 tahun.
Mahfud yang cerdas juga terus menulis sehingga namanya semakin dikenal masyarakat. Tetapi yang tetap tidak berubah adalah semangatnya dalam menjalani pekerjaan, menulis, optimis dalam kehidupan, berdedikasi hingga menjaga kehidupannya agar tetap dalam jalan yang lurus dan jujur.
---
Buku setebal 546 halaman yang cetakan pertamanya di 2014 ini secara umum sangat menarik. Apalagi ditulis dengan gaya bahasa yang baik sehingga kita—para pembaca—seakan-akan larut dalam perjalanan kehidupan Mahfud.
Dalam salah satu bab yang berjudul “Sebuah Ketegasan”, Mahfud menceritakan tentang banyaknya godaan ketika dia menjadi pejabat. Salah satunya adalah dari seorang pengusaha properti yang sempat datang ke rumahnya ketika dia ingin menunaikan ibadah haji sekaligus menjalankan tugas ke bebrapa negara.
Awalnya Mahfud menyangka orang tersebut hanya memberi kain ihram saja. Tetapi ketika mengetahui isinya segepok uang, Mahfud segera minta bawahannya untuk mengembalikan uang tersebut. Dia juga sempat ditawarkan dua apartemen di Jakarta hanya karena tidak memiliki rumah pribadi di Jakarta.
Masih banyak cerita menarik di dalamnya. Tentu, pembaca juga akan sangat merasakan semangat dan kerja keras yang mereka jalani baik dalam membangun kehidupan rumah tangga hinga menempuh berbagai perjalanan baik sebagai pengajar di kampus maupun kemudian hari—tanpa disangka – dia ditawarkan banyak jabatan yang hampir tidak pernah ada dalam bayangannya.
Recommended book !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar