FBB
KEB

IHB

Banjir Kalsel 2021

 

Banjir Kalsel 2021 -- Musibah itu datang, tanpa bisa kami tunda-tunda. Saya yang masih berada ratusan kilometer dari tempat tinggal hanya bisa khawatir dan berdoa.

 

13 Januari malam Kamis itu badan saya terasa nggak enak. Demam campur perasaan yang nggak karuan. Apalagi di kakak sempat ngabarin kalau dia sakit di pondok (nanti diceritakan di lain post). Perasaan makin nggak enak. Saya pun tidur cepat malam itu.

 

banjir kalel 2021
belakang rumah kami


 

Kamis pagi, 14 Januari, buka grup WA. Percakapan sudah panjang, di grup blogger Banjarmasin dan grup kelas alumi SMA. Grup alumni dulu yang saya buka. Ternyata teman-teman saya sudah kebanjiran, air sudah masuk rumah. Saya ikut gugup. Bukan apa-apa, rumah kami di Banjarmasin lagi kosong karena kami sudah sebulan ini di Jawa.

 

Lebih deg-deg-kan lagi, karena saya sudah pesen tiket buat 5 orang Jakarta-Banjarmasin buat 16 Januari Sabtu-nya. Saya langsung nelpon ibu yang berada di Bandung. Belia juga baru mendengar berita banjir yang mulai menyerang Banjarmasin dan berjanji mau nelpon tetangga , tempat kami nitip rumah.

 

15 menit kemudian, ibu mengabari kalau rumah kami nggak ikut kebanjiran, jalan Bawang putih juga nggak ada air (14 Januari). Saya sedikit lega. Tapi siangnya, baca di WA grup, beberapa teman kok sudah ada mengungsi karena air makin tinggi. Saya jadi berpikir, ini banjir bakal lama kah kira-kira?

 

 

Banjir Banjarmasin 2021
depan rumah kami


 

 

 

Siangnya saya menelpon ibu kembali dan menanyakan apakah penerbangan sabtu perlu ditunda karena banjir. Awalnya ibu nggak mau. Tapi kemudian diskusi sama keluarga , akhirnya kami memutuskan tiket di refund aja daripada disana akhirnya mengungsi dan bingung juga. Lumayan, tiket hangus 50 persennya. Tapi tak apa.

 

Ternyata banjir memang tak berhenti sehari dua hari. Hari ini saja sudah 8 hari banjir besar.Penyebab banjir Kalsel hapir semua orang sudah tahu sebenarnya  ..

 

Dan beberapa kemudian, banjirpun sampai wilayah tepat tinggal kami Air sudah memilih dimana wilayah yang harus dia datangi...

 

#prayforkalsel dan #KalselJugaIndonesia

 

Tagar #prayforkalsel ini muncul dari Kamis 14 Januari. Mungkin karena banyak orang Kalsel dan Banjarmasin yang memposting foto banjir Kalsel 2021 di media sosial khususnya twitter.

Oh iya, banjir terbesar di HST (Hulu Sungai Tengah) dengan ibukotanya Barabai. Kota ini terletak di Hulu Sungai. Beberapa hari sebelumnya banjir sudah ada di kota Martapura juga, kabupaten Banjir cuman nggak banyak di ekspose. Sampai pesantren ponakan saja kebanjiran di Martapura.

 

Nah, ternyata tagar #prayforkalsel tadi tidak membuat Banjarmasin dan Kalsel dilirik media. Pemberitaan media juga sangat minim. Di TV nasional pun hanya sekilas emberitakan banjir yang sebenarnya sangat besar dan menimpa 10 kota dan kabupaten se kalsel.

 

15 Januari, pagi ternyata gempa di Sulawesi barat. Tentu semua kembali berduka. Sayangnya berita gempa semakin “menutup” berita banjir Kalsel. Dunia tidak ada yang tahu.

Puncak “kegemesan” ketika presiden Jokowi melalui instagramnya tanggal 15 Januari “hanya” mengucapkan duka cita pada peristiwa gempa dan longsor sukabumi. Orang Banjar mulai “mengamuk” , nitizen marah besar.

 

Tagar #KalselJugaIndonesia muncul. Ig pak Jokowi saya baca komennya juga sudah “ parah” serangan nitizen luar biasa. Karena merasa beliau dan staf nya sama sekali tidak tau mungkin soal banjir ini.

 

Seorang sahabat yang kakaknya jadi “orang dekat” istana juga segera mengirimkan kabar ke kakaknya. Hanya perlu beberapa jam saja setelah serangan nitizen plus kabar teman ke kakaknya. 

 

Pak Jokowi segera membuat flyer duka cita untuk Kalsel dan berkoordinasi untuk segera memberikan bantuan secepatnya. Alhamdulillah.

 

Beberapa hari kemudian bahkan Pak Jokowi melihat langsung ke TKP. Tapi ya, lagi-lagi selalu ada komentar, presiden hanya mendatangi wilayah banjir yang kurang parah.

 

Tapi opini saya pribadi, ya sudahlah. Sudah alhamdulillah “ ditengok”.Satu lagi, inshaAllah kita, masayarakat Banjar sudah bisa bahu membahu menolong sesama kok. Dengan atau tanpa bantuan siapapun

 

Eh, nyatanya dunia membantu. Bahkan seorang teman posting, dapat donasi dari perancis, yang tentu saja sangat jauh dari wilayah kami. Alhamdulillah. InshaAllah kami segera bangkit.. 

 

Rumah Kami Jadi Tempat Ngungsi

 

Rumah ibu saya, wilayah Gatot Subroto Banjarmasin, hari pertama dan kedua masih aman. Memang ada wilayah gatsu yang kebanjiran tapi rumah kami belum ketika 14-15 Januari.

16 Januari air mulai merangkak

 

17 Januari pagi, air sudah masuk ke rumah-rumah warga, tetangga. Seberang rumah juga sudah masuk rumahnya. Jalan tempat kami tinggal tadinya selutut kemudian naik jadi sepaha orang dewasa dan tak bisa dilewati lagi.

 

Mesjid dekat rumah jadi tempat pengungsian utama. Alhamdulillah mesjidnya tinggi dan luas sekali. Belum lagi tingkat duanya lumayan luas. Tentu sangat pas buat tempat ngungsi warga sekitar. Alhamdulillah.

 

Mesjid Nurul Ibadah juga mengumumkan menyediakan nasi bungkus buat warga yang membutuhkan. Sekali lagi, alhamdulillah.

 

Berkah tetap ada di balik musibah...warga bergotong royong, saling membantu dan inshaAllah semua segera teratasi..

 

(Bersambung)

 

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih