FBB
KEB

IHB

Post-Vacation Blues: Kenapa Sedih Setelah Liburan Itu Nyata dan Cara Mengatasinya

 

sedih setelah liburan
liburan ke gunung (foto : travel kompas)


Pernah merasa sedih, malas, atau kehilangan semangat setelah pulang dari liburan? Padahal beberapa hari sebelumnya Anda masih menikmati suasana baru, mencoba makanan berbeda, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Begitu kembali ke rutinitas, mood tiba-tiba turun.

Kondisi seperti ini sering disebut post-vacation blues atau rasa murung setelah liburan. Istilah tersebut memang bukan diagnosis medis resmi, tetapi pengalaman emosionalnya cukup umum dan dapat dijelaskan melalui perubahan rutinitas, tingkat stres, serta proses adaptasi ketika kembali ke aktivitas sehari-hari.

Apa Itu Post-Vacation Blues?

Post-vacation blues adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan sedih, kehilangan motivasi, lelah, atau enggan kembali menjalani rutinitas setelah liburan berakhir.

Perasaan ini dapat muncul karena adanya perbedaan yang cukup kontras antara kehidupan selama liburan dan kehidupan sehari-hari. Saat berlibur, seseorang mungkin memiliki lebih banyak waktu untuk tidur, melakukan aktivitas yang disukai, bertemu orang terdekat, dan terbebas sementara dari tekanan pekerjaan. Bahkan, hal-hal sederhana seperti membawa pulang bunga buket dari destinasi wisata atau menyimpan foto perjalanan dapat menjadi pengingat pengalaman menyenangkan yang membuat transisi kembali ke rutinitas terasa lebih personal.

Sebaliknya, setelah liburan selesai, jadwal kembali dipenuhi pekerjaan, perjalanan, tanggung jawab rumah tangga, serta berbagai tuntutan lainnya. Perubahan mendadak tersebut dapat membuat rutinitas terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa manfaat liburan terhadap kesejahteraan memang dapat memudar setelah seseorang kembali bekerja. Meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of Occupational Health menemukan bahwa liburan memberikan efek positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan, tetapi efek tersebut cenderung berkurang setelah kembali bekerja.

Kenapa Sedih Setelah Liburan Bisa Terjadi?

Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan munculnya post-vacation blues.

1. Perubahan rutinitas yang mendadak

Selama liburan, jadwal biasanya lebih fleksibel. Anda dapat bangun lebih siang, menentukan aktivitas sendiri, atau sekadar menikmati waktu tanpa memikirkan pekerjaan. Bahkan, perjalanan menuju berbagai tempat wisata pun bisa terasa lebih menyenangkan ketika Anda memiliki keleluasaan menentukan waktu dan moda transportasi. 

Bagi wisatawan yang ingin lebih fleksibel menjelajahi destinasi tanpa membawa kendaraan pribadi, menggunakan layanan sewa mobil juga dapat membuat perjalanan terasa lebih praktis dan bebas mengatur agenda.

Ketika kembali bekerja, pola tersebut berubah dalam waktu singkat. Tubuh dan pikiran perlu beradaptasi lagi dengan jadwal serta tuntutan yang sebelumnya ditinggalkan.

2. Kontras antara liburan dan kehidupan sehari-hari

Liburan sering menjadi periode ketika seseorang mendapatkan pengalaman menyenangkan secara beruntun. Setelah kembali ke rutinitas yang dianggap monoton, aktivitas sehari-hari dapat terasa kurang menarik.

Sebuah penelitian terhadap 1.530 orang di Belanda menemukan bahwa orang yang menjalani liburan umumnya mengalami kebahagiaan yang lebih tinggi sebelum perjalanan. Namun, setelah kembali, tingkat kebahagiaan mereka secara umum tidak berbeda signifikan dari kelompok yang tidak berlibur. Peneliti juga menemukan bahwa efek positif setelah liburan lebih terlihat pada perjalanan yang dinilai sangat santai.

3. Stres pekerjaan kembali muncul

Liburan memang dapat membantu seseorang memulihkan diri dari tekanan. Namun, jika sumber stres masih menunggu ketika kembali, rasa rileks tersebut bisa cepat berkurang.

Survei American Psychological Association pada 2018 menunjukkan bahwa 42% pekerja yang disurvei merasa takut atau enggan kembali bekerja setelah liburan. Sebanyak 24% mengatakan manfaat positif dari liburan langsung hilang ketika kembali bekerja, sedangkan 40% mengatakan manfaat tersebut hanya bertahan beberapa hari.

Cara Mengatasi Post-Vacation Blues

Meski merasa sedih setelah liburan bukan sesuatu yang aneh, Anda tetap dapat melakukan beberapa langkah untuk membuat masa transisi terasa lebih ringan.

1. Jangan langsung memenuhi jadwal

Jika memungkinkan, sisakan satu hari untuk beristirahat setelah perjalanan sebelum kembali bekerja. Waktu tersebut dapat digunakan untuk tidur cukup, membereskan barang, dan menyesuaikan diri dengan rutinitas rumah.

2. Hindari langsung mengejar semua pekerjaan

Inbox yang menumpuk memang bisa membuat Anda ingin menyelesaikan semuanya sekaligus. Namun, pendekatan tersebut justru dapat membuat stres meningkat. Prioritaskan pekerjaan yang benar-benar penting terlebih dahulu.

3. Pertahankan kebiasaan menyenangkan dari liburan

Tidak semua hal menyenangkan harus berakhir ketika koper sudah kembali ke lemari. Anda dapat mempertahankan beberapa aktivitas sederhana, seperti berjalan pagi, mencoba makanan baru, membaca, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan bahwa liburan dapat memberikan manfaat terhadap kesejahteraan. Meta-analisis yang mencakup 32 studi dan 256 effect sizes menemukan bahwa liburan memiliki efek positif terhadap kesejahteraan pekerja. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa psychological detachment dan aktivitas fisik selama liburan berpotensi menjadi pengalaman pemulihan yang bermanfaat.

4. Jadwalkan aktivitas menyenangkan setelah liburan

Salah satu cara mengurangi perasaan “semuanya sudah berakhir” adalah memiliki sesuatu yang bisa dinantikan. Tidak harus berupa perjalanan besar. Makan malam bersama teman, olahraga favorit, atau aktivitas akhir pekan pun dapat menjadi alasan untuk tetap memiliki sesuatu yang menyenangkan dalam rutinitas.

5. Cari tahu sumber rasa tidak nyaman

Jika rasa sedih hanya berlangsung sementara dan membaik setelah kembali beradaptasi, kondisi tersebut mungkin merupakan bagian dari proses transisi. Namun, jika perasaan sedih berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan menganggapnya sekadar post-vacation blues. Pertimbangkan untuk berbicara dengan tenaga profesional agar mendapatkan penilaian yang tepat.

Liburan Tidak Harus Berakhir Ketika Anda Pulang

Post-vacation blues menunjukkan bahwa kembali dari liburan bukan hanya persoalan membongkar koper dan kembali bekerja. Ada proses penyesuaian dari suasana santai menuju rutinitas yang lebih terstruktur.

Karena itu, jangan merasa bersalah jika membutuhkan waktu untuk kembali “normal”. Alih-alih memaksa diri langsung produktif seperti biasa, cobalah membuat masa transisi secara bertahap. Dengan begitu, pengalaman positif selama liburan tidak berhenti begitu saja ketika perjalanan berakhir, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebiasaan dan aktivitas menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Female Blogger of Banjarmasin
Female Blogger of Banjarmasin