![]() |
| ilustrasi pekerjaan blog (foto : kompasiana.com) |
Apakah blogger masih laku? Ternyata ini bukan pertanyaan saya seorang diri.
Kenapa saya tahu, itu bukan pertanyaan saya sendiri? Karena pertanyaan ini saya temukan juga di people also ask (PAA) Google. Artinya pertanyaan ini memang pertanyaan banyak orang, selain banyakpertanyaan lain seperti apakah blog masih relevan di 2026? atau pertanyaan sejuta umat : berapa gaji blogger pemula?
Hmm, soal gaji ya, Ternyata harus diakui, banyak yang tertarik yang bergabung dunia blogger karena melihat ada peluang apa di sana, termasuk soal cuan yang akan diperolehnya. Cukup masuk akal lah, apalagi in this economy !
Jujur, usai menyelesaikan pendidikan Pascasarjana, tiga bulan lalu, saya sempat kehilangan arah. kehilangan arah lebih kepada sebuah pertanyaan besar, kemana hidup ini akan dibawa? karir apa yang ingin saya tempuh kedepan? Apakah masih ada peluang buat perempuan yang sudah berusia tak muda lagi ini? Apakah saya akan mampu berkontribusi lebih, di dunia yang penuh persaingan ini?
Sebenarnya masih banyak pertanyaan lain, yang berputar-putar di kepala. Kalau kata orang sekarang, ini yang disebut over thinking (OVT) hehe. Tapi ternyata saya tak sendiri sih. Hasil diskusi dengan beberapa teman seangkatan , juga punya kekhawatiran versi masing-masing. Apalagi mereka yang tinggalnya di kampung dan tidak bekerja sebagai PNS, makin dapat pertanyaan dari masayarakat kampungnya terkait gelae S2-nya.
Wah saya ikut lucu mendengar curhatan beberapa teman. Apalagi kalau mendengar profesi penulis atau blogger, pastilah orang kampung semakin bingung, kan? wow, kata mereka yang tak paham, apakah blogger bisa menghasilkan uang?
Well, mendalami profesi kepenulisan sejak 2001 as a journalist dan blogger sejak 2007-an walau lebih serius lagi sejak 2018, salah satu profesi yang tetap saya pertanyakan juga adalah profesi blogger saya.
Salah satunya terungkap dalam tulisan minggu lalu, tiba-tiba saja ingin menulis tentang dunia blogger . Pertanyaan dasar di tulisan ini, apakah dunia blogger masih menjanjikan? Apalagi, seperti yang kita ketahui, dunia AI semakin masif.
Menulis dianggap pekerjaan yang mudah dengan adanya AI. Tak salah juga seorang teman berpendapat, profesi ini kurang menjanjikan lagi. Profesi ini sangat gampang, ujarnya buat digantikan AI. Bahkan yang benar-benar menulis tanpa AI-oun sering dianggap tulisan AI hehehe. teman tersebut kini melirik profesi Make Up Artist (MUA), sebuah profesi yang memang sedang trend sih dan menurutnya tak gampang digantikan AI. Hmmm...
PERSPEKTIF LAIN DI SELASA SHARING
Salah satu porsi kemenangan seorang blogger menurut saya adalah bergabung dalam komunitas. Nah komunitas yang saya maksud tersebut adalah komunitas ISB. Diantara banyak komunitas blogger, ISB termasuk yang konsisten membagikan semangat untuk terus menekuni profesi blogger bahkan memberi perspektif lain , jalan yang bisa ditempuh dengan basic dasar seorang blogger.
Sesi Selasa Sharing, akhir Oktober lalu, disii oleh Ani Berta, pemilik blog aniberta.com. Teh Ani, begitu kami biasa memanggilnya, kali ini memaparkan soal networking dari profesi blogger yang sudah dimiliki. Menurut Teh Ani, yang profesinya selain blogger juga dosen dan praktisi komunikasi, memang mengharapkan pendapatan dari blog saja saat ini tak lagi mudah. Tapi sebenarnya banyak peluang yang tidak mudah dijangkau jika seseorang hanya menyebut dirinya influencer atau digital creator belaka.
![]() |
| belajar dari Teh Ani Berta (sumber foto : instagram) |
Nah. sebelum sampai ke sebuah networking, Teh Ani memastikan bahwa blogger memang memiliki value yang bisa dijual. Ada lima hal disebutkannya yaitu personal presence, skills, aktualisasi diri, platform tempat berkarya dan motivasi dan semangat buat berkarya.
Jujur, poin ke-5 menampar diri saya banget. Selama ini, moivasi dan semangat berkarya naik turun banget. Oh iya, selain menulis di blog, saya juga rajin menulis untuk Kompasiana. Tapi, ya itu, semangatnya naik turun. Ada kalanya menulis dengan rajin dan samangat. Namun bila semangat sudah menurun, blog maupun Kompasiana bisa sampai berdebu alias tidak ada karya.
Untuk poin 2 yaitu skills, teh Ani memaparkan blogger sebenarnya punya segudang skills. Diantaranya :
* Kemampuan menulis yang tertruktur
* Menguasai diksi dan kosa kata
* Bisa desain dasar
* Edit video dan layout yang baik
* Public speaking, negosiasi, administrasi dan pengalaman organiasai
MARI BERJEJARING
Berjejaring (networking) menurut Teh Ani, salah satu yang bisa membuka pintu rejeki baru bagi blogger. Peluang-peluang baru akan tercipta dengan jejaring yang bagus. Pengalaman teh Ani, jejaringnya lah yang akhirnya membawanya mendapat banyak peluang dan klien dari BUMN, Klinik maupun sebagai pembicara di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Salah satu yang menarik, uangkapan Teh Ani sebagai berikut :
" Skill banyak tapi nggak ada networking diibaratkan barang dagangan banyak tapi nggak ada lapak buat jualan"
Pernyataan ini tentu saja sangat tepat. netwoking bisa diumpamakan membuka jalan menuju lapak-lapak jualan yang baru. Namun pin penting lagi yang harus digarisbawahi, menurutnya adalah perlihatkan dulu karyawanya buat dilirik selanjutnya.
Bila karya sudah ada menurut teh Ani tinggal merawat hubungan tersebut lewat komunikasi-komunikasi yang dibangun. Hubungan tentu tak bisa dirawat dengan sekali jadi tapi tentu perlu ada usaha terus menerus, melalui komunikasi yang diupayakan bisa langgeng.
Skill dasar yang sudah disebutkan diatas, tentu menjadi kuncinya jadi ringkasnya, kuasai skill dasar blogger lalu mulai jaringan dan membangun komunikasi intens kemudian tawarkan sesuatu yang bisa eenambah nilai (value )klien dan kemudian bangun pula hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Dari 10 skill dasar blogger yang disebutkan diatas, ada beberapa hal yang bisa diperluas dari skill nya yaitu , pertama, content researcher yang fungsinya mengumpulkan dan memverifikasi informasi. kemudian aada peuang di writer dan story teller.
Peluang lain yang bisa dikembangkan adalah publisher, dengan cara mengelola kanal publikasi sendiri.
Keempat dan kelima adalah praktisi SEO dan opinion leader
Tentu pada akhirnya kembali ke diri blogger masing-masingnya. Apakah ingin mengembangkan diri atau diamdi tempat dan terlindasa zaman. Mengembangkan skill dasar dan mengelola networking, bisa menjadi salah satu iktiar untuk kemajuan di masa depan.
Semoga bermanfaat.







Posting Komentar
Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih