Rabu, 03 Oktober 2018

SPOT SURGA DI BANTUL


Jogjakarta kini tak sekedar Malioboro atau Keraton. Jalan-jalanlah ke Imogiri, ada banyak spot “ surga” disana. Yang tentu saja juga instagramable.

Jalan-jalan ke Jogjakarta kali ini agak berbeda.Kali ini, saya bepergian tidak bersama keluarga tetapi janjian dengan beberapa teman untuk sama-sama berwisata di kota gudeg tersebut. Terus terang, diantara kami berlima, tidak ada satupun yang belum pernah ke Jogjakarta. Artinya, Jogja bukan kota yang asing bagi kami.
Bagi saya sendiri, tentu saja Jogja bukan kota asing. Tetap bisa dikatakan kota istimewa. Maklumlah beberapa tahun silam saya memperoleh gelar sarjana saya di kota ini. Tepatnya di Universitas Islam indonesia yang teletak di Sleman Jogjakarta.
Tapi saya bukan sedang berkisah tentang masa kuliah saya. Atau tentang Sleman yang ternyata sudah sangat maju sekarang. Yang saya akan ceritakan adalah  tentang beberapa tempat wilayah di Bantul yang kini menjadi lokasi wisata. Beberapa lainnya terletak di Imogiri, kabupaten Bantul, Jogjakarta.
Dulu, Imogiri hanya tekenal karena soal kematian dan keraton. Maklumlah di wilayah inilah para raja Jogja dan keturan bangsawan Jogja dimakamkan bila mereka mangkat. Namun kini Imogiri tidak sekedar soal peristirahatan terakhir. Imogiri ternyata adalah surga tersembunyi di wilayah Jogjakarta.  
Kabupaten Bantul sendiri merupakan daerah dengan kepadatan penduduk terbesar ketiga di DIY. Tempat pertama  yang wajib dikunjungi adalah Kebun Buah Mangunan. Mungkin ketika mendengar tempat ini, Anda akan membayangkan agrowisata yang berisi aneka macam buah-buahan seperti halnya di Mekarsari Jakarta atau di Malang, Jawa Timur. Tapi ternyata tidak.
Inilah lokasi yang banyak dijuluki orang sebagai  “negeri di atas awan” ala Bantul Jogjakarta. Lokasinya di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Jogjakarta. Hamparan kabut yang menyelimuti bentang perbukitan dan lembah sungai Oyo membuat Anda benar-benar serasa di atas awan saat berada di gardu pandang Mangunan. Namun untuk dapat menyaksikan fenomena alam itu, usaha ekstra yang perlu dilakukan hanyalah berangkat saat pagi buta
Wisata Bantul kedua yang bisa dikunjungi adalah Hutan Pinus Mangunan. Hutan pinus yang menjadi bagian Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan ini berlokasi di Kecamatan Dlingo.
Lokasinya yang sejajar dengan situs makam Raja-raja Imogiri membuat orang kerap keliru menyebut hutan pinus ini sebagai Hutan Pinus Imogiri. Walaupun sebagian besar yang tumbuh di hutan ini adalah pohon Pinus Merkusii, namun ada juga pohon mahoni, pohon akasia, dan kayu putih. Selain sebagai lokasi hunting foto, di kawasan Hutan Pinus Mangunan juga terdapat area outbond dan camping ground.
Hutan Pinus Mangunan selain sangat sejuk dan nyaman, juga dilengkapi dengan tempat-tempat istirahat berupa dudukan yang berasal dari potongan pohon yang sudah tidak terpakai. Disini juga sangat banyak spot-spot untuk berfoto . Hutan pinus sendiri sebenarnya sudah tempat   berfoto yang terlihat sangat alami.






Ada lagi Puncak Becici berada di Dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Bantul dan merupakan bagian dari RPH Mangunan. Di kawasan ini kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah, plus hawa yang sejuk dengan aroma khas hutan pinus.
Walaupun masih sederhana, kawasan wisata Puncak Becici ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti lokasi parkir, bangku untuk istirahat, dan rumah pohon. Dari atas rumah pohon yang dibangun di atas pohon pinus ini, sehingga kita dapat menikmati pemandangan sawah hijau berlatar gunung merapi. Jika datang di pagi hari, suasananya kian eksotis berkat kabut-kabut tipis yang menyelimuti. Waktu terbaik untuk mengunjungi Puncak Becici ini adalah di pagi dan sore hari.
Menuju ke selatan  lagi dari Hutan Pinus Mangunan maka akan ditemui Seribu Batu Songgo Langit yang masih terletak di Dlingo Bantul. Di area Songgo Langit ini terdapat banyak wahana yang mengedukasi. Terutama buat anak-anak. Misalnya saja rumah Hobbit yang disukai anak-anak.
Tempat wisata lain adalah Gua Cerme. Letaknya di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul Di dalam gua yang memiliki panjang 1.300 meter ini kita dapat melihat keindahan fenomena alam air terjun bawah tanah.
Air terjun yang bernama Grojogan Sewu ini mengalir membentuk sungai bawah tanah di dalam gua. Ornamen stalaktit dan stalagmite yang masih terawat baik juga menambah eksotisme keindahan Gua Cerme ini. Bawalah perlengkapan seperti sepatu boot, helm caving, senter, dan drybag untuk melindungi kamera Anda, bila ingin mengunjungi gua ini.
Di Bantul juga ada Gua Selarong. Gua ini memiliki nilai historis karena pada masa penjajahan belanda, gua ini sempat dipakai sebagai markas perang gerilya dalam melawan penjajah. Ditempat ini pula pangeran Diponegoro menyendiri.
Obyek wisata lain adalah Bukit Watu Lumbung yang berada di sebelah utara Parangtritis aslinya merupakan kawasan hutan jati yang diubah menjadi kawasan wisata alternatif. Pondok-pondok sederhana dari kayu dan bambu dibangun di antara pohon-pohon jati. Begitu juga dengan rumah-rumah pohon di atas pohon-pohon jati. Dari rumah-rumah pohon yang disangga pohon jati itulah pengunjung dapat menikmati pemandangan indah kawasan Parangtritis. Uniknya, di sini juga terdapat perpustakaan sederhana. Bila ingin mendapat reward berupa makanan, minuman, atau merchandise, kita wajib untuk melakukan “ritual” edukasi seperti menanam pohon, membaca buku selama minimal 25 menit, atau membantu memasak di dapur.
Anda penggemar pasir? Nah, Gumuk Pasir Parangkusumo ini selalu nge-hitz di Bantul. Bagaimana tidak? Gumuk Pasir Parangkusumo ini merupakan satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara. Gumuk pasir ini merupakan gundukan-gundukan pasir hasil aktivitas vulkanik Gunung Merapi dan Merbabu. Gumuk Pasir Parangkusumo ini kini menjadi lokasi olahraga sandboarding. Adapun Gumuk Pasir Parangkusumo terletak 1,9 km dari Pantai Parangtritis. Ini bukan merupakan tempat wisata baru namun selalu menjadi unggulan.
Jangan pernah lupakan makan imogiri bila berkunjung ke Imogiri.  Makam ini adalah salah satu tempat wisata religi yang juga banyak dikunjungi orang.  Makam ini dianggap keramat karena merupakan makam dari raja-raja Kasultanan Mataram.
Bagi meeka penggemar pantai jangan lupakan untuk mengunjungi pantai yang ada di Bantul. Diantaranya Pantai Parangkusumo. Pengunjung pantai ini beraam. Ada yang benar-benar ingin berwisata namun tidak sedikit yang ingin melakukkan ritual khusus, bermeditasi dan lainnya. Selain Parangkusomo jangan lupakan pantai Parangtritis. Meskipun bukan wisata kekinian, pantai ini tetap ramai dikunjungi. Apalagi ada nuansa mistis di pantai ini yang dikaitkan dengan Kanjeng Ratu Kidul, atau penguasa laut selatan.
Untuk mencapai Imogiri bisa dikatakan gampang-gampang susah. Bila menggunakan kendaraan pribadi tentu saja lebih gampang. Tinggal menuju kearah Imogiri, kemudian menyusuri jalan Imogiri-Dlingo. Disana tinggal memilih beberapa tempat wisata dengan harga murah. Rata-rata tiket masuk hanya Rp2000-Rp5000 an saja.
Kami sendiri menuju wilayah Imogiri dengan memesan taksi online yang sangat banyak diseputaran Jogja. Dari Malioboro menuju Imogiri sekitar Rp70.000-100.000 sekali jalan. Namun penulis menyarankan untuk menyewa saja kendaraan menuju Imogiri atau Bantul. Kalaupun memakai taksi online sebaiknya segera di sewa karena di daerah Imogiri tidak ada sinyal handphone. Bila akan memakai taksi online untuk pulangnya tentu akan sulit memesan.
Masih banyak sebenarnya teampat wisata yang memiliki spot bagus di Imogiri dan Bantul. Tentu saja bila Anda memiliki waktu banyak bisa menjelajahi banyak tempat wisata tersebut. Namun bila waktunya terbatas, beberapa tempat wisata bisa dikunjungi dalam waktu bersamaan karena letaknya yang berdekatan. Selamat berwisata.   


Tulisan Telah Dimuat di Majalah Transportasi Indonesia edisi 30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar