Rabu, 03 Oktober 2018

NAILA dan SEPASANG ANTING


Naila baru kelas satu SD. Namun gayanya kadang-kadang melebihi orang dewasa. Sebut saja dalam hal mode. Mulai dari baju, sepatu sampai anting, Naila benar-benar berkaca dari trend  terbaru yang sebenarnya untuk orang dewasa. Naila memang senang membaca. Positif sebenarnya. Tapi kalau kebanyakan yang dibaca majalah mode milik Kak Amira, hasilnya memang akhirnya seperti ini.





**
Baru-baru ini Naila minta dibeliin sepasang anting perak seperti yang dilihatnya di majalah kakaknya. Memang sudah lama Naila minta dibeliin anting. Mama sebenarnya tidak keberatan. Sepasang anting emas  dan bermodel anak-anak kebanyakan dipilih mama buat Naila. Tapi Naila berkeras ingin anting perak.
Akhirnya mama menyerah. Harganya sebenarnya lebih murah dari emas yang dipilih mama sebelumnya. Tapi tentu saja mama punya pertimbangan tersendiri. Anting emas tentu saja bisa dijual kembali kalau tidak cocok lagi. Tapi naila tetap ingin yang perak. Seperti yang lagi ngetrend, itu alasannya.

Belum genap seminggu beli anting, Naila sudah merengek minta sepatu baru. Padahal jelas-jelas sepatu lamanya masih bagus.
 “ Ma, aku ingin sepatu baru. Sepatu lamaku sudah nggak enak dipakai  “ rengek Naila suatu sore.
“ Sepatu? Tadi pagi mama lihat baik-baik saja” mimik mama serius
“ Hmmm..sebenarnya Naila ingin sepatu baru..sepatu selutut kayak cowboy . Kan bisa dipakai buat sekolah juga kan? “ Naila menjelaskan dengan polos.
Mama geleng-geleng kepala. Bingung harus menjawab apa. Kak Amira tak bisa menahan ketawanya. “ Dasar, bocah korban majalahku tuh ma. Udah dilarang, masih aja baca majalahnya…hahaha “
Naila makin cemberut.
“ Naila sudah tahukan jawaban mama untuk permintaan Naila. Sepatu kamu masih bagus”
“ Mulai sekarang, kamu juga hanya boleh membaca majalah anak-anak. Majalah mode bukan buat Naila. Ada saatnya nanti Naila boleh baca majalah Kak Amira.  Apalagi kalau sampai ingin selalu membeli apa yang ada di majalah “ lembut mama panjang lebar.
“ Tapi ma….” Naila ingin protes
“ Tidak ada tapi-tapian lagi.Ini buat kebaikan Naila “  ujar mama lebih tegas.

***
Hari ini Naila malas sekolah. Tidak seperti biasanya. Dibangunin berkali-kali Naila bukannya bangun tapi malah makin menutup mukanya dengan selimut tebal. Mama sempat kesel dibuatnya. Takut Naila terlambat ke sekolah.  
“ Naila, ayo udah hampir setengah tujuh loh. Air angetnya ntar keburu dingin juga “ bujuk mama
Naila tidak menjawab apa-apa.
“ Naila sakitkah” mama segera memegang kepala Naila. Tapi tidak sedikitpun menunjukkan Naila sakit.
Mama tiba-tiba curiga ada yang terjadi dengan Naila di sekolah.
“ Naila bertengkar dengan teman atau dimarahin bu guru?”
“ Bolehkah aku pindah sekolah Ma?  
Mama melotot ke Naila. Dugaannya ternyata benar. Naila meneruskan ucapannya “ Teman-teman bilang aku udah tua, kayak tante-tante. Apalagi pas aku pakai anting perak kemarin. Padahal itu kan trend. Iyakan ma?”
Mama yang tadinya marah tak kuasa menahan senyumnya. Selama ini Naila susah sekali dinasehati untuk tidak  mengikuti trend orang dewasa. Ternyata godaaan teman-temannya mengusiknya.
“ ‘kan mama udah bilang, anting itu model dewasa. Bukan anak-anak. Pilihan Naila sendiri kan?”
“ Emang sih ma. Pokoknya aku mau pindah sekolah saja”
“ Kalau di sekolah baru ada yang mengejek begitu juga, apa Naila akan pindah sekolah lagi “
Naila terdiam. Mama meneruskan ucapannya “Lebih baik mulai sekarang Naila tidak lagi mengikuti mode orang dewasa itu. Sesuaikan yang Naila pakai dengan umur Naila. Nanti mama bantu nunjukinnya”
Mata Naila berbinar senang “ Bener ma? Naila janji tidak ingin ikut-ikutan orang  dewasa lagi. Tapi model anak-anak bolehkan? “ kali ini Naila memeluk mama. Hatinya riang dan berjanji akan mengikuti ucapan mama. 

Telah dimuat di Majalah BOBO, Nopember 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar