Rabu, 07 November 2018

CARA MUDAH INVESTASI REKSA DANA BAGI PELAJAR DAN MAHASISWA (INVESTASI-part 3)

 
Dokumen Pribadi

Tentu sudah banyak yang mengetahui soal beragamnya investasi. Apalagi dengan banyaknya informasi baik di media bahkan media sosial. Namun kenapa masih ragu? Bahkan banyak yang bertanya, usia berapa harus memulai berinvestasi?


 

Ternyata investasi investasi sudah bisa dimulai ketika kamu sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) alias berusia 17 tahun. Nah, dengan kata lain di usia pelajar (sekitar kelas 11 SMA) seharusnya sudah mulai menyisihkan uang untuk masa depan.

Hanya masalahnya investasi apa yang cocok buat kamu yang masih pelajar ataupun mahasiswa? Investasi emas, pasar modal, tabungan atau apa? Baiklah, salah satu investasi yang menarik adalah reksa dana. Yuks kita simak cara mudah investasi reksa dana bagi pelajar dan mahasiswa.

YANG HARUS KAMU PAHAMI TENTANG REKSA DANA
Tak kenal maka tak sayang. Bener kan? Seperti yang pernah diulas di blog ini, reksa dana sama sekali tidak sulit loh. Buat kamu yang belum kenal mungkin mengira ini susah padahal sama seperti kamu nabung di bank biasa hehehe.. Hanya instrumennya saja yang berbeda. 

Kamu tinggal belajar sedikit. Clingg..sudah pasti akan mengerti produk yang satu ini.

Ringkasnya, reksadana merupakan media yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Oh iya, jangan buru-buru ikut apalagi membeli. Sebelum membeli reksa dana kamu juga harus memahami beberapa hal seperti yang dirangkum dibawah ini :

1. Perhatikan kemampuan keuangan kamu. 
Berapa kira-kira yang bisa kamu sisihkan untuk menabung dan berinvestasi? Tidak banyak? Tentu tidak masalah. Yang jelas, sebaiknya kamu memiliki kestabilan keuangan yang baik sehingga rencana ini tidak perlu merusak rencana keuanganmu yang lain. Kalau kamu bekerja, 30% biasanya bisa disisihkan. Kalau kamu mahasiswa dan masih minta dari ortu tentu harus ditimbang lagi. Misalnya, jangan gunakan uang bayar kuliah untuk berinvestasi tentunya, kan?

2.  Apa tujuan keuangan kamu? 
Setelah mengetahui tujuan keuangan yang  
Ingin kamu capai, kamu bisa memutuskan jenis reksadana apa yang ingin kamu beli. Misalnya setelah kuliah, kamu ingin melanjutkan ke jenjang S2? Atau segera menikah? Atau ada rencana lainnya.

Nah, poin ini nantinya yang akan membuatmu bisa memutuskan jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuanmu tersebut.

Secara umum, klasifikasi jangka waktu tujuan keuangan sebagai berikut :
  • Jangka Pendek : < 1 tahun
  • Jangka Menengah : 1 tahun < 5 tahun
  • Jangka Panjang : ≥ 5 tahun
Bila kamu sudah memutuskan,  kamu bisa memutuskan jenis reksadana yang ingin kamu beli. Paling tidak ada empat jenis produk reksadana. Yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana campuran.

Sebagai bahan pertimbangan kamu, reksadana pasar uang dianggap yang paling rendah risikonya karena biasanya 80% dana yang diinvestasikan pada reksa dana pasar uang akan disimpan  dalam deposito dan obligasi. 

Ini cocok untuk  investasi jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang, reksadana saham bisa menjadi pilihan yang menarik. Misalnya bila saat ini kamu baru mahasiswa semester 1, mungkin bisa menabung untuk beli rumah kelak ketika sudah berumah tangga.

3. Perhatikan juga risikonya. 
Heii..tentu saja kamu jangan berpikir masalah keuntungan belaka. High return berarti juga high risk. Makanya pelajari baik-baik ya soal ini.
Ada baiknya juga jangan menempatkan semua uang dalam satu instrumen saja. Seperti pameo lama berinvestasi, jangan tempatkan telor dalam satu keranjang. Hehehe...

4. Tentukan tempat membeli yang tepat.  
Tentu saja sebelum memutuskan berinvestasi, kamu harus belajar terlebih dahulu. Termasuk memahami detail regulasi yang berhubungan dengan reksadana. Kemudian tentang perusahaan penerbit reksadana (agen penjualnya) bisa dicek di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Harus dianalisa (sumber : bareksa.com)

BEBERAPA ISTILAH YANG PERLU KAMU KETAHUI

Nantinya setelah kamu berinvestasi akan ketemu beberapa istilah yang barangkali masih asing.

Nilai Aktiva Bersih 
Total kekayaan reksa dana yang bisa kamu pilih secara keseluruhan. NAB menunjukkan jumlah reksa dana yang kamu miliki. Juga menunjukkan jumlah reksa dana yang dimiliki semua orang yang membeli reksa dana yang sama seperti kamu.

NAB per unit 
Harga reksa dana per unit. Jadi jika kamu menginginkan mengetahui harga per unit reksa dana yang ingin dibeli maka yang perlu ditanyakan adalah NAB per unit. Nilai NAB ini tentu saja akan berubah sesuai harga pasar. Nah yang NAB-nya ada trend meningkat, reksadananya layak kamu pilih.

Bila kamu menginginkan bertransaksi reksa dana, ada waktunya loh alias ada batasan waktu (cut off time), untuk penerimaan transaksi setiap harinya. Batas waktu untuk transaksi reksa dana adalah jam 12 siang setiap harinya, jika lewat dari jam 12 siang maka transaksi tersebut akan diproses keesokan harinya.

Jadi kalau kamu membeli jam 10 siang kemudian sudah meng-email bukti transaksi maka pembelianmu akan diproses hari itu juga dan hargany sesuai NAB per unit yang berlaku di hari itu. Bila lewat jam 12, akan diproses keesokan harinya. Itupun dengan catatan kamu sudah mengirimkan bukti setoran/transaksi ke bank yang ditentukan.

Namun jangan khawatir, mereka mempunyai customer service yang biasanya mengingatkan bila tak jua mengirim bukti transaksi.

DARI MANA TAHUNYA TRANSAKSI BELI/JUAL KITA SUKSES?
Untuk setiap transaksi yang dilakukan kamu akan menerima Surat Konfirmasi Transaksi bisa lewat emaila atau alamavt rumah/kantormu. Surat ini diterbitkan oleh bank kustodian. Bank kustodian adalah suatu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan Manajer Investasi. Surat konfirmasi ini akan Anda dapatkan paling lambat 7 hari bursa setelah formulir asli dan dana diterima oleh bank kustodian.

BAGAIMANA MENGHITUNG KEUNTUNGANNYA?
Mudah kok. Menghitung return reksa dana sama artinya dengan menghitung keuntungan dari transaksi jual beli reksa dana pada saat NAB per unit yang berbeda. kamu hanya perlu mencari persentase dari selisih NAB per unit beli dan NAB per unit jual reksa dana tersebut.

BISA RUGI NGGAK? 
Bisa dong kalau NAB per unit harganya menurun. Otomatis nilai reksa dana mu juga turun. Hehehe...Reksadana saham misalnya akan sangat dipengaruhi oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kalau IHSG turun dipastikan harganya akan turun juga.

Tapi tentu nggak perlu takut berlebihan. Kuncinya belajar kemudian belajar lagi, mencoba dan berdoa agar selalu stabil keuntungan.

The last but not least, 
pembelian dan penjualan kini sudah bisa dilakukan secara online loh. Dan mulai Rp 100.000 kamu sudah bisa berinvestasi.

Baiklah sekian dulu sharring tentang reksa dana. Buat kamu yang masih pelajar atau mahasiswa dengan uang yang mungkin terbatas, jangan takut mencoba ya? Ingat, masa depan esok ditentukan tindakan kita hari ini. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua. Aamiin.


4 komentar:

  1. Duuuh, sepertinya saya harus banyak belajar perihal keuangan deh ini ._.

    BalasHapus
  2. iya mbak, sama2 masih belajar juga..hehehe

    BalasHapus
  3. mba en ikut investasi dimana?

    BalasHapus
  4. haloooo.aku ada sih sedikit di reksadana hehehe...

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar