Senin, 05 November 2018

INI LOH ALASANNYA MENGAPA KAMU HARUS BERINVESTASI (Investasi-part 1)


Mengapa harus berinvestasi? Mungkin pertanyaan ini terasa sudah sangat biasa. Namun, lagi-lagi banyak diantara kita masih malas berinvestasi. Padahal kita semua tentu mempunyai banyak tujuan hidup dalam jangka panjang. Kenapa tidak menabung saja?


 

Sebenarnya memang tidak ada yang mewajibkan kamu buat berinvestasi. Apalagi bila kamu mempunyai kemampuan me-manage keuangan dengan baik. Sehingga tujuan keuangan jangka panjang bisa dicapai.


Apa saja contoh tujuan jangka panjang?
# Membeli rumah pertama dan kedua
# Biaya sekolah anak jangka panjang
# Naik Haji
# Umroh sekeluarga
# Liburan keluar negeri
# Tenang ketika masa pensiun dan banyak lagi.

Hmm..itu juga sebenarnya tujuan jangka panjang saya dan keluarga. Sekali lagi, kalau kamu merasa mampu mengatur keuangan, tentu saja tidak masalah. Tetapi sayangnya banyak diantara kita yang masih perlu berinvestasi agar mampu mencapai tujuan keuangan.

Jadi, Mengapa Harus Berinvestasi?

Baiklah, paling tidak ada tiga alasan mengapa   investasi itu sangat perlu.
Satu, masih ingat ingat harga bakso ketika kamu masih kecil? Rp 500 perak atau Rp 1000 saja? Ya, benar. Dan berapa saat ini? Paling murah mungkin kamu harus membayar Rp10.000-Rp15.000. Bahkan bila tempatnya sudah terkenal, harganya bisa dipastikan lebih mahal.

Kenapa bisa berubah segitu drastisnya? Hmmm..itulah yang dinamakan penurunan nilai alias inflasi . Demikian juga uang Anda bila tidak diinvestasikan di masa depan. Inflasi terus terjadi sehingga nilai uang akan mengalami penurunan. Inflasi menjadi alasan utama mengapa harus berinvestasi. Jangan sampai uang kita nilainya berkurang (nilai berbeda dengan jumlah).

Dua, berinvestasi artinya ada uang yang akan bekerja untuk kita. Tidak percaya? Ikutlah salah satu instrumen investasi, terutama dalam jangka panjang. Anda yang menaruh uang Rp 1.000.000, dalam sepuluh tahun mendatang uang kamu akan lebih dari jumlah tersebut. Itu artinya uang telah bekerja untuk kamu.

Tiga,  investasi akan mendekatkan kamu kepada tujuan keuanganmu dan keluarga . Apa saja? Seperti yang dijelaskan diatas, ada banyak tujuan jangka panjang yang barangkali ingin kamu raih. Nah, salah satu caranya adalah investasi tadi.



Selalu berisiko (sumber : saibumi.com)




  
Apa saja instrumen  investasi?

# EMAS
Investasi emas? Mungkin terkesan jadul. Namun tahukah kamu, jenis investasi ini bisa dikatakan abadi. Apalagi seperti yang sudah banyak kita ketahui, tidak ada rumusnya nilai emas turun. Minimal nilainya tetap.
Tapi jangan salah, emas yang bisa dikatakan investasi bukanlah emas perhiasan. Tetapi sebenarnya emas yang bentuknya batangan. Walau sebenarnya, emas perhiasan pun bagus untuk disimpan. Namun harganya bila dijual terkadang turun harrganya.
Dimana bisa membeli emas dengan tujuan investasi ini? Sudah banyak tempat yang menjualnya. Nilainya pun beragam. Bahkan sudah banyak yang menjual dengan nilai mulai dari 1 gram emas. Namun beberapa tempat menjual dengan nilai minimal 5 gram.
Oh iya, emas batangan ini sudah bisa diperoleh melalui cash ataupun kredit. Ingin membeli cash, datanglah ke ANTAM atau perwakilannya di kotamu. Bila ingin emas batangan kredit bisa datang ke pegadaian syariah atau bank syariah. Biasanya mereka menawarkan kredit mulai dari emas 5 gram.
Kamu mungkin bertanya, apa ya keuntungan emas batangan ini? Yang jelas, tidak terkena penyusutan dan harga relatif stabil. Apalagi ada sertifikat resmi dari Antam sehingga terjamin keasliannya.
Selain itu, sangat mudah dijual bila butuh uang cepat. Tinggal bawa ke toko emas, terjadi kesepekatan harga seusi harga pasar saat itu, uang sudah langsung di tangan. Bisa juga kamu jual ke Pegadaian loh. Emas sangat mudah dijual dengan potongan harga yang teramat kecil.
Jangan khawatir soal penyimpanan. Kecuali kalau kamu punya emas 1 kg tentu harus disimpan di save deposit box di bank ya? Namun kalau hanya hitungan gram, itu bentuknya sangat kecil dan bisa kamu simpan cukup di rumah saja.

#REKSADANA
Pastinya sudah pernah denger kan? Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana (wikipedia).
Tirto id menyebutkan Reksa dana, adalah produk dari perusahaan manajer investasi. Manajer investasi lah yang mengatur porsi penempatan pada pasar uang, saham atau surat utang. Mereka juga yang menentukan komposisi saham apa yang dibeli.
Dalam reksadana, satu manajer investasi tak hanya meracik satu jenis reksa dana, ada banyak racikan, dengan komposisi yang berbeda-beda. Investor kemudian memilih produk mana yang sebaiknya dibeli.
Kemana harus membeli reksadana? Berbagai jenis varian reksa dana itu dijual lewat kantor perusahaan rekdasana tersebut, bank, perusahaan asuransi, situs-situs online. Reksa dana dijual dengan harga yang sama di agen-agen penjualan yang berbeda. Jadi, tak menjadi soal membeli reksa dana di manapun, di bank apapun, atau di situs manapun.
Secara umum, produk reksa dana terbagi dua yaitu konvensional dan syariah. Reksa dana konvensional dan syariah ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. 
Kamu bisa memilih perusahaan penerbit reksadana terpercaya di website resmi OJK. Kemudian memilih jenis reksadana sesuai karakteristik kamu ya..
Oh iya, hanya dengan uang Rp 100.000 saja kamu sudah bisa ikut berinvestasi di reksadana.

# DEPOSITO
Bagi sebagian orang berinvestasi di deposito tidak menantang alias tidak menguntungkan. Tapi bagi sebagian yang lain, investasi ini menjanjikan keamanan dan kestabilan.
Bila kamu memiliki sejumlah uang, cukup datang ke bank untuk mendepositokan uangmu. Biasanya dengan minimal Rp 5 juta saja sudah bisa mendspositokan uangmu. Jangka waktu yang dipilih mulai dari 1 bulan.
Nah, nantinya ketika saatnya jatuh tempo , kamu akan mendapatkan imbal hasil dari uang yang kamu depositokan.

#SAHAM
Agak takut mendengar kata berinvestasi di saham? Hmmm...saya juga dulu demikian. Tapi ternyata berinvestasi di saham tidak seperti yang ditakutkan banyak orang apalagi jika kamu belajar terlebih dahulu. Bahkan kini dengan Rp 100.000 saja kamu sudah bisa mulai main saham loh.
Berinvestasi di saham secara ringkasnya adalah kita ikut memiliki perusahaan tersebut melalui saham yang kita miliki. Makin bagus perusahaan tersebut, harga sahamnya juga semakin mahal.
Saham yang bagus dikenal dengan istilah saham blue chip.
Tertarik berinvestasi atau sekedar belajar tentang main saham? Kamu bisa mengubungi kantor bursa  efek yang cabangnya ada di seluruh Indonesia.


MASIH RAGU MAU BERINVESTASI?
Masih banyak instrumen lainnya . Tetapi silakan belajar terlebih dahulu. Yang jelas, jangan tergoda dengan investasi bodong ya. Lain waktu akan saya kupas tentang jebakan investasi bodong ini.
Ringkasnya sih investasi bodong ini tidak akan tercatat di OJK dan menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal.
Yuks, cerdas dalam memilih investasi. Termasuk memilih perusahaan yang terpercaya.

6 komentar:

  1. Mun ada jua rezeky belebih gasan inves pilih emas aja nah. Kayaknya paling aman dan nyaman. Heee

    BalasHapus
  2. aamiin.semoga ada rejekinya. sama kayaknya kita..pengennya emas batangan haha. tks wati :)

    BalasHapus
  3. Kalau masalah investasi ni terkait pang dengan pandangan hidup lah. Artinya nggak bisa sembarangan juga. Jd saranku carilah investasi yg sesuai dg pandangan hidup kita sebagai muslim agar harta kita halal & berkah dunia akhirat.

    BalasHapus
  4. Wah dari semuanya aku cuma paham inves emas doank. Kalo macam reksadana dan saham aku ngeblank. Hehehe

    BalasHapus
  5. Suami pernah invest pake blue chip. Mmg y yg namanya investasi itu high risk, high return. Ak sendiri tmsk yg ga mau ambil risiko. Jd lebih main aman aj. Hehe

    BalasHapus
  6. Betul mbak, saudara nisa juga udah ngajarin dari awalending investasi kalau punya harta berlebih lumayan buat tabungan hari tua hehhe.

    Dan jua sekarang lagi banyak booming investasi, tapi yang paling paham inves emas nisa nya hihi

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar