Minggu, 25 November 2018

YES, INI CARA MANJUR MEMPERSIAPKAN PENSIUN..



 
pensiun butuh persiapan (pic by tokopedia.com)


Mungkin saat ini usiamu masih muda. Seperti juga saya hehehe..Apakah pernah kepikiran untuk mempersiapkan pensiun? Barangkali pernah terbesit tapi tidak pernah terpikirkan serius.

Kamu tidak sendirian, karena sayapun jujur berpikiran hal yang kurang lebih sama. Masa pensiun terasa masih jauh. Oh iya kalau kamu saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau sekarang beken dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) mungkin kamu tidak perlu berpikir repot-repot tentang pensiun.

Karena sedikit atau banyaknya kamu tetap mendapatkan uang pensiun di amsa tuamu. Walaupun pemerintah beberapa kali mewacanakan akan mencabut sistem pensiun dan menggantinya dengan hal lain.

Begitu pula kalau kamu bekerja di perusahaan besar yang lumayan bonafit. Mungkin nantinya ketika masa pensiun tiba, akan ada dana yang diberikan perusahaan yang bisa dikategorikan dana pensiun.

Lalu bagaimana dengan yang bekerja di perusahaan kecil atau pernah bekerja sebagai wiraswasta? Kabar baiknya saat ini banyak sekali perbankan dan asuransi yang menawarkan dana pensiun. Yang wajib diperhatikan hanyalah soal imbal hasil yang dibutuhkan kelak dan lembaga yang terpercaya untuk menitipkan uang kamu.

PILIH IKUT DANA PENSIUN DIMANA YA?

Pensiun boleh dikatakan sesuatu yang sudah pasti. Walaupun kita tak pernah tahu sampai dimanakah takdir kehidupan kita. Apakah kita nantinya akan sampai pada saat pensiun tersebut atau bahkan meninggal sebelum usia tersebut.

Oh iya, usia mulai pensiun orang Indonesia adalah 55-60 tahun (masih jauh ya usia kita-kita). Memang..
Namun bukan berarti tidak dipersiapkan ya..
 .
Seperti yang dijelaskan diatas, saat ini sudah banyak perbankan dan asuransi yang menyediakan produk dana pensiun. Yang ditawarkan bank biasanya dalam bentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

DPLK merupakan program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun. Mirip tabungan rutin tiap bulan.

Banyak perusahaan yang mengikutsertakan karyawan ke dalam salah satu DPLK. Biasanya perusahaan akan memotong gaji kayawan setiap bulan berdasarkan prosentase tertentu yang kemudian dibayarkan sebagai iuran pensiun ke DPLK. Ikut DPLK juga bisa mandiri kok. Caranya hubungi bank yang menyediakan produk DPLK dan biasanya bank menyediakan fasilitas debet langsung dari rekening kamu .

Produk lainnya adalah asuransi pensiun. Asuransi pensiun akan memproteksi sekaligus mendapatkan dana hasil dari investasi . Bila mengikuti asuransi pensiun, kamu biasanya hanya membayar premi yang ditentukan. Apalagi produknya sudah termasuk fasilitas dan manfaat proteksinya, mulai dari sakit dan rawat inap, pembedahan, kecelakaan sampai  sakit kritis. Lumayan kan, akan ada dana saat pensiun datang plus ada pengembangan dana yang sudah di investasikan sebelumnya .

Jadi mau memilih yang mana?

4 komentar:

  1. aku akhir-akhir ini mulai kepikiran sih buat mempersiapkan masa tua, ya walau masih jauh dan nggak tau usia bakal nyampe di masa itu atau nggak. tapi karena sering liat mereka yang tidak bisa menikmati masa tua dengan santai karena alasan finansial, jadi kepikiran buat banyak nabung dan mulai investasi ke beberapa hal :)

    btw aku baru tau kalau ada DPLK dan bisa urus secara mandiri. boleh juga tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, bisa langsung datang ke bank dan biasanya bisa di debet per bulan dari rekening kita kok.tks dah berkunjung..

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar