Jumat, 06 September 2019

BAHAGIA ITU ADALAH..

Assalamualaikum,


Selamat hari Jumat penuh berkah.


Beberapa hari yang lalu berkumpul dengan beberapa teman sekelas ketika masih SMP. Pembicaraan kami sebenarnya ngalur ngidul. Namun ketika seorang teman mulai membicarakan soal kehidupan sehari-hari, terbesit ide pembicaraan soal bahagia. bahagia itu apa sebenarnya? Bagaimana mengukurnya?



Seorang teman berpendapat bahagia itu sederhana saja mengukurnya. Kalau kita bisa tidur dengan nyenyak, bisa jadi itu merupakan indikator bahagia. Artinya orang tersebut tidak terlalu banyak pikiran hehehehe. Tapi bagaimana dengan orang yang sudah lansia dan sedikit-sedikit bangun di malam hari ya? hehehe..

Pagi tadi juga beremu seorang ibu di pasar tradisional yang berbagi soal bahagia. Menurutnya bahagia itu seperti yang dijalaninya saat ini. kebetulan ibu tersebut adalah pedagang sarapan pagi berupa nasi kuning. Sehingga ujarnya, bisa membeli beras, minyak ,telor dan cabe sudah merupakan kebahagiaan tersendiri.

" Yang penting saya tidak punya utang. Tidak apa-apa kalau tidak sanggup ikut arisan dan kmpul-kumpul. yang penting kalau ada acara atau membantu orang bisa datang," ujarnya ringkas.

Wow, tidak punya hutang. Susah banget buat sebagian orang jaman sekarang yang menilai orang lain dari apa yang mereka miliki..

Bahagia barangkali setiap orang memang punya cara yang berbeda-beda dalam memandangnya. Bagi sodara saya misalnya, bahagia itu ketika dia mampu membangun  rumah seharga M-M an dan memiliki barang-barang mewah didalamnya. Tidak peduli kalau itu hasil utang dimana-mana.
" Enak kalau banyak sodara berkunjung,"alasannya. Logis sih, apalagi keluarga besar erkadang datang dan lagi-lagi "menilai" hehehehe

Banyak versi bahagia. Dan seseorang memandangnya biasanya dipengaruhi oleh pengetahuan mereka, tingkat keimanan, lingkungan , masa kecil dan banyak hal :)

PENGETAHUAN
Pengetahuan yang dia miliki tentu berpengaruh sekali dalam menentukan seperti apa perumusan bahagia. Tingkat pendidikan yang lebih baik harusnya mengajarkan seseorang untuk memandang bahagia dengan cara yang lebih sederhana plus bijak. Tapi ternyata tidak mesti ya

KEIMANAN
Berpengaruh kah? sudah pasti. semakin tinggi derajat seseorang dan semakin baik dia bersyukur tentu bahagia akan datang dengan sendirinya. Percayakah?

LINGKUNGAN
Jangan meremehkan lingkungan dimana kamu berada. Bisa jadi awalnya kamu memandang bahagia dengan cara sesederhana mungkin. Eh tiba-tiba kamu berada dilingkungan yang memandang bahagia dinilai dengan harta dan tahta. berpengaruhkah? sudah pasti. Bergaulah dengan lingkungan yang baik (nasehat buat diri sendiri sih terutama)

MASA KECIL
Ini juga ternyata berpengaruh. Sehingga hati-hatilah mendidik anak-anak kita. Ketika kamu dibesarkan dalam keluarga yang mendewakan harta bisa jadi masa dewasamu terlalu lebay memandang harta hehehe. Walau tanpa uang, kita juga pasti pusing kan. Intinya sih seimbang.
    
Dan banyak lagi sih. Tapi yang pasti,  BAHAGIA TERNYATA RELATIF YA

Saya sendiri merasa susah-susah gampang untuk mendefinisikan bahagia . Namun inshaAllah bersyukur adalah salah satu cara menuju bahagia yang hakiki

Seperti apa  bahagia versi kamu?








 







4 komentar:

  1. iya bahagia relatis sih. ada yang komen bilang bahagia kembali bagaimana kita menysukuri yang kita milik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener @bangday.relatif.yang jelas hanya kita sendiri yang tahu Dan bisa merasakan. Kira-kira begitu

      Hapus
  2. Bahagia itu sederhana, kata cita-citata sih :D

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)