Senin, 11 November 2019

BRT BANJARBAKULA, POTRET TRANSPORTASI UNGGULAN


Bus Tayo begitulah warga Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin-Banjarbaru memberi nama bus ini. Padahal aslinya nama bus ini adalah Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula. Bus yang melayani masyarakat Kalsel sejak Mei 2019 ini awalnya gratis selama tiga bulan. Kemudian sejak Agustus 2019, bus ini sudah berbayar dan melayani rute Banjarmasin-Banjarbaru (PP)


 
Walaupun sudah berbayar Rp 5000 sekali jalan, penumpang bukan makin sedikit. Bahkan makin ramai. Di Banjarmasin misalnya, dari halte keberangkatan di 0 Km dan beberapa halte lain, penumpang sudah menunggu keberangkatan. Bus yang on-time dan biaya yang terjangkau menjadi perbincangan dimana-mana. Walaupun sebagian penumpang terpaksa berdiri karena terbatasnya tempat duduk, penumpang terlihat nyaman. Apalagi AC busnya tetap dingin dan tidak ngebut.

Jadwal keberangkatan BRT diatur Dinas Perhubungan Kalsel. Dari Banjarmasin maupun Banjarbaru, jadwal keberangkatan sama. Untuk keberangkatan pagi dimulai dari pukul 08.00 Wita, 08.30 Wita dan pukul 10.00 Wita. Dan untuk siang hari, antara lain BRT diberangkatkan pada pukul 11.30 Wita. Kemudian juga ada jadwal sore bahkan malam. Sayangnya dengan armada yang masih sangat sedikit, 5 buah, penumpang harus lama menunggu. Dan kalaupun ada, sangat penuh.  

Pengalaman Naik BRT Banjarbakula

Saya bersama tiga teman mencoba naik BRT Banjarbakula dari Banjarmasin-Banjarbaru-Banjarmasin pada  hari Minggu. Kebetulan kami harus menghadiri arisan yang diadakan seorang teman di Banjarbaru.
Kamipun memulai perjalanan, dari halte depan RSU Ulin Banjarmasin. Saat kami naik ternyata penumpang sudah banyak. Jadilah kami berempat berdiri, sekitar 1,5 jam. 


ramai-ramai mencoba BRT (dok: pribadi)


Namun sekali lagi dengan kondisi bus yang ber AC plus pengemudi bus yang mengendarai dengan nyaman, perjalanan jadi menyenangkan 
Bus mampir beberapa kali di halte-halte yang sudah ditentutukan. Yang agak lama, bus berhenti di terminal bus km 6 Banjarmasin dan terminal Banjarbaru. Di beberapa halte, penumpang sudah menunggu kemudian naik ke bus dengan tertib.

BRT Banjarbakula (dok pribadi)
 
Uniknya penumpang juga dari usia beragam. Dari anak-anak sekolah, mahasiswa, sampai kakek nenek banyak yang naik bus ini. Sayangnya, menurut pengamatan saya, walaupun sudah ada beberapa kursi prioritas untuk ibu hamil, distabilitas dan ibu yang membawa anak, penumpang belum ada kesadaran untuk memberikan kursi prioritas untuk mereka yang berhak.
Pengemudi dan kondektur juga belum menegur penumpang yang melanggar aturan di kursi prioritas tersebut. Sehingga masih ada, penumpang yang membawa anak berdiri, sedangkan penumpang yang lebih muda dengan nyaman bisa duduk. 
Dari Banjarbaru, ketika pulang, kami juga merasa kurangnya keberadaan bus ini. Kami yang akan naik dari sebuah halte jam 15.00 wita ternyata busnya sudah penuh. Akhirnya kami terpaksa menunggu lagi bus berikutnya. Dan bus berikutnya datang satu jam kemudian, jam 16.00 wita. Itupun kondisinya tetap masih penuh walaupun kami masih bisa masuk dengan posisi berdiri.

Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi saat ini

Kehadiran BRT di Kalimantan Selatan tentu saja sangat disyukuri warga Kalsel. Selama ini angkutan yang ada di Kalsel hanya taksi antar kota kabupaten,angkot/taxi dalam kota dan bus antar provinsi.
Kehadiran BRT yang ontime dengan harga terjangkau tentu saja hal baru. Apalagi langkah yang diambil Kementerian Perhubungan dengan BRT sebagai bukti nyata kepedulian terhadap keselamatan, kenyamanan dan keamanan bertransportasi, khususnya di Kalsel.
Seperti kita ketahui bersama, potret angkutan umum baik angkutan orang maupun barang di masa lalu, identik dengan kondisi sarana yang kurang layak, polusi udara, muatan lebih, perilaku tidak tepat dari pengemudi dan berakhir pada kejadian kecelakaan lalu lintas yang
membahayakan.
Memang, salah satu ancaman transportasi yang patut diwaspadai adalah kecelakaan lalu lintas. Tentu saja banyak penyebabnya. Mulai kesalahan manusia yang tidak memperhatikan keselamatan bertransportasi, rambu lalu lintas yang tidak jelas hingga penyebab lain diluar kuasa manusia, misalnya cuaca, kabut asap, badai dan lainnya.
Data Polri, seperti dikutip dari merdeka (dot) com,  menyebutkan, selama 2018, tercatat sebanyak 27.910 korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada 2018. Sementara di tahun 2017, ada 29.810 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Memang terjadi penurunan, tetapi angka ini juga bukan angka yang sedikit.
Sedangkan angka kecelakaan lalu lintas sendiri mengalami kenaikan. Di tahun 2018, angka kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 103.672 kasus. Sedangkan 2017 yang mencapai 101.022 kasus. Faktor kelalaian pengendara menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan 33 persen. Masalah jalan dan cuaca juga mempengaruhi dengan masing-masing sebesar 29,7 persen. Dari angka tersebut, sepeda motor tercatat paling besar mengalami kecelakaan lalu lintas, dengan  angka 73 persen sepanjang tahun 2018,
Tingginya angka kecelakan lalu lintas tentu saja, menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ada banyak hal yang harus dibenahi. Beberapa diantaranya adalah  penyiapan infrastruktur yang bagus, penyiapan rambu hingga sumber daya manusia (SDM)-nya.
Pemerintah sendiri memang terus melakukan pembenahan di segala sisi untuk meningkakan pelayanan sektor transportasi khususnya angkutan umum. Apalagi dengan terjadi perubahan pola pergerakan angkutan orang maupun barang di Indonesia. Di kota besar misalnya, pemerintah sudah banyak menyediakan transportasi massal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Sedangkan di kota yang lebih kecil,  pemerintah juga mulai merintis angkutan seperti BRT yang ada di Kalsel ini, contohnya.
Pemerintah juga berupaya untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan melalu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018, melalui regulasi ini diharapkan terjadinya perubahan mindset bagi para operator terhadap keselamatan angkutan umum.
Kita semua berharap, angkutan umum yang aman dan nyaman ini akan mendukung upaya bersama untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi. Dan ini tentu saja akan memberi keuntungan jangka panjang baik bagi operator, SDM angkutan umum hingga pengguna jasa angkutan umum. #
Ingin tahu lebih banyak tentang perkembanngan transportasi di Indonesia? Boleh cek medsos Kemenhub ya

Website Kemenhub : http://dephub.go.id

*Tulisan ini diikutsertakan dalam BLOGGER WRITING COMPETITION “Transportasi Unggul, Indonesia Maju” KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

22 komentar:

  1. Yey akhirnya naik tayo juga. Pengalaman seru ya mbak. Semoga armadanya ditambah biar nunggunya nggak lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Utari. Penasaran banget makanya akhirnya nyoba juga. Tapi ya itu, armadanya masih terbatas rupanya

      Hapus
  2. Iya sekarang nama sebutannya bis tayo karena warnanya biru haha. Biasanya kalau lewat suka heboh sama ponakan dan anak bilang ada bis tayo.
    Semoga dengan adanya BRT ini menjadi cambukan agar traposrtasi umum kalsel tambah baik dan transportasi Indonesia tambah majuu

    BalasHapus
  3. Biasanya kalo yang baru-baru gini pasti heboh pengen nyobain. Kayak MRT Jakarta. Sekarang sih udah gak heboh lagi. Tapi sampe sekarang saya tetep belum pernah nyobain MRT. Padahal ke stasiun terdekat cuman selemparan batu. Entah kenapa malas aja gitu, wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha ayo nyobain MRT donk. Jarak tempuh jadi terasa dekat bgt loh. Aku dah nyoba juga hehe.. Iya bener kalo baru suka heboh. Semoga dlm wkt lama ini

      Hapus
  4. Umum 5000, pelajar 2000, pakai baju SMP ah...becanda. Wah ini di Kalimantan ya Mantap sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah bener, pelajar 2000 saja. Tapi kayaknya jarang pelajar yang naik angkutan ini jam sekolah deh. Betul2, ini di Kalsel

      Hapus
    2. Kalimantan Selatan berarti Banjarmasin. Salah satu provinsi yang aling berkembang di Indonesia

      Hapus
    3. alhamdulillah, lumayan berkembang.walau tidak sepesat pulau Jawa juga :)

      Hapus
  5. Thnks infonya mb... Semoga menang lomba blognya

    BalasHapus
  6. Pengen nyobain ini juga deh, semoga nanti kesampaian deh mau cobain ini.

    BalasHapus
  7. pas di jakarta aku kenyang dah naik bis ni. masih agak2 gimana gitu. kdd pelecehan kalo En? peristiwa traumatis naik transportasi umum ni ya..yang begitulah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @mia : ini bis tayo yang di bjm hahahaha.lain bus di Jakarta hihi

      Hapus
  8. penasaran banget sama bis tayo ini. pengen nyoba tapi bingung gimana sama anak-anak. heu

    BalasHapus
  9. kok bisa jadi bus Tayo mba? apa mirip di hei Tayo? :)

    btw tentunya ini semakin mendukung aktivitas masyarkat yah. Smg terus berkembang ke depannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin semoga semakin berkembang.iya @bang Day, mirip cerita anak-anak bus tayo hahaha

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)