Rabu, 06 November 2019

(PENGALAMAN) DAFTAR JADI PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN BUKAN PENERIMA UPAH

Buat pekerja bukan penerima upah, masa depan haruslah dirancang sendiri. Salah satunya dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Assalamualaikum,

Pernah nggak kalian meragukan masa depan kalian? Hehehe, saya banget itu. Bukan tidak percaya sama yang Maha Pencipta dan Maha Kaya. Namun hidup harus tetap diperjuangkan untuk pencapaian yang lebih baik. Tentu saja sembari berdoa pada-Nya agar selalu diberi kekuatan dan petunjuk.

Salah satu yang cukup menjadi pemikiran, karena bukan PNS dan pekerja kantoran adalah soal dana pensiun dan masa depan. tentulah, saya yang bukan pekerja kantoran ini tidak memiliki dana pensiun seperti mereka yang bekerja tetap.

Oh iya, selama kerja dulu, saya sebenarnya sempat memilki Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Namun karena penghasilan tidak rutin lagi dan malas ke bank buat setoran rutinnya, DPLK nya akhirnya saya cairan. dan jumlahnya waktu itu memang belum cukup banyak hehe.



Beberapa waktu yang lalu, saya akhirnya kepikiran untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga, pedagang serabutan plus penulis lepas, sepertinya ini cocok untuk saya :) heheheh.

Dan ternyata saat ini BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya untuk karyawan (yang dibayari negara/ kantor/yayasan ) tetapi bisa untuk individu juga dengan nama BPJS KETENAGAKERJAAN BUKAN PENERIMA UPAH (Pekerja BPU)




saya kemudian mulai mencari-cari berbagai info soal hal ini dan memutuskan untuk membuka webnya dan mendaftar secara online

Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjadi peserta BPJS KETENAGAKERJAAN BUKAN PENERIMA UPAH

1.Memastikan kamu bukan pekerja kantoran (penulis lepas, ibu rumah tangga, pedagang, abang/mbak ojek online, wartawan yang di kantornya nggak dapat BPJS ketenagakerjaan,  wiraswasta, pembantu rumah tangga dan pekerjaan lain yang tidak memiliki kator tetap)
2. Buka www.bpjsketenagakerjaan.go.id
3. Klik " Daftarkan saya"
4. Pilih " Bukan Penerima Upah". Disini diartikan :

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya


5.  Mendaftar secara online  dengan mengisi seluruh data. Catatan pentingnya :
      
    - Tetap memiliki penghasilan 
    - Bisa memilih bayar bulanan, 3 bulanan atau 6 bulanan
    - Bisa memilih apa yang ingin dijaminkan : jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan    kecelakaan kerja

6.  Bila data sudan lengkap , kamu akan tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan


BERAPA YANG HARUS DIBAYAR?

Iurannya menurut saya sangat murah. Sebagai gambaran, bila penghasilan yang kamu tuliskan di  data peserta Rp 3juta, maka setiap bulan kamu akan membayar sekitar Rp 98.000 untuk mendapat jaminan ketiga hal diatas

untuk penghasilan Rp 4juta, kamu harus membayar Rp 125.000-an
Bila penghasilan makin besar, yang dibayar tentu juga makin besar. Oh iya, ketiga hal tersebut bisa saja dipilih, tidak harus semua diikuti. Bila ingin yang dijamin hari tua saja, tentu bayarnya bisa lebih murah kok

BAYARNY KEMANA?

Kalau saya melalui ATM BCA saja. Bank lain juga bisa, terutama bank BUMN : bank Mandiri, BRI dan BNI. Bisa juga langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat

KARTUNYA DAPAT DIMANA?

Kalau saya langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan 

BAGAIMANA MENGECEK UANG KITA DI BPJS KETENAGAKERJAAN DAN PROSES KLAIM KELAK?

Bisa langsung menghubungi BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau langsung download BPJSTKU
Semoga bermanfaat
  

34 komentar:

  1. Trims penjelasannnya. Menambah pengetahuan saya nih yang cmn tau bpjs penerima upah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang day.baru tiga bulanan ini juga ikutnya haha

      Hapus
  2. Saya jg dulu ngeset DPLK pada rekening saya. Setoran awal sekaligus setoran terakhir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau saya dulu mayan DPLK tp berkhir dengan sempurna :)

      Hapus
  3. Saya kalau dengar kata BPJS pasti pikirannya langsung ke jaminan kesehatan kalo sakit saja, hahhah. Ternyata ada juga buat jaminan hari tua ya? Mesti kunjungin website BPJS-nya nih biar tak kudet, hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha iya ra. Aku jua baru 3bulanan ni ikut juga. Murah meriah buat masa depan

      Hapus
  4. Wah baru tau kalau Ibu rumah tangga juga bisa daftar bpjs ketenaga kerjaan, tak kira cuma yg bekerja aja bisa daftar.
    Terima kasih infonya mbaa, caranya juga gak ribet buat daftarnya

    BalasHapus
  5. kalau blogger atau punya usaha rumahan bisa daftarin dong mba...waaah jd pengen daftar

    BalasHapus
  6. Jad daftarnya enggak perlu ke kantor bpjs nya ya mba, online bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa juga ke kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat kak. Cuman menurut saya enakan online saja. Kalau mau cetak kartu baru ke kantornya hehehe

      Hapus
  7. Wah gak kepikiran mau sayftar bpsjtku untuk bukan penerima upah. Emang tetep ada penghasilan kecil dari dagang sih. Terima kasih infonya Mba

    BalasHapus
  8. Iya, temen saya ada yang daftar. Soalnya dia pedagang pasar. Mayan loh itung-itung nabung. Nanti kalau sudah tua tinggal dicairkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah betul mas, buat pedagang pasar juga berguna bgt nih hehehe

      Hapus
  9. Ooh, baru tau aku En. Jadi semacam asuransi gitu ya. Berarti ini beda lo dengan bpjs kesehatan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jamsostek kalau zaman dulu @mia.skrg ganti nama jd BPJS ketenagakerjaan.. Dulu buat pekerja aja skrg bs buat non pekerja juga

      Hapus
  10. Wah, aku baru tau nih ada BPJS yang ini. Taunya BPJS yang untuk pegawai aja. Thanks infonya ya mbak


    Salam,

    www.rizkyashya.com

    BalasHapus
  11. wah ternyata ini kategori baru ya. tadi malam pas pembahasan iuran bpjs yang naik juga disebut tentang penerima upah ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Ini BPJS ketenagakerjaan si. Blm kedengeran isu mau naiknya

      Hapus
  12. Wah kita bisa juga ya mbak, astaga aku baru tahu banget ini sih, auto pengen daftar aku ini sih. Bermanfaat banget pastinya.

    BalasHapus
  13. Tambah ilmu seputar BPJS. Setau saya, daftar mandiri. Maka, besarnya iuran tergantung besarnya gaji ya. Misal di atas umr ya pilih kelas 1. Tapi, tahun depan iuran naik 100 persen, boleh turun kelas jika tak sanggup bayar

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini BPJS ketenagakerjaan kak. nggak ada kelas2nya. mandiri aja ngikutnya dan terserah aja sesuai kemampuan:)

      Hapus
  14. dan dengar2 sekarang BPJS nombok ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. katanya kak, yang BPJS kesehatan katanya hehehe

      Hapus
  15. Saya setuju banget dengan informasi ini karena tanpa jaminan kesehatan beaya sakit itu MAHAL. Terutama untuk masyarakat segala lapisan pada umumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan BPJS kesehatan mas. Tapi BPJS ketenagakerjaan ..agak berbeda sedikit aturan dan kegunaannya

      Hapus
    2. Oh kalau saya lebih fokus ke BPJS kesehatan...

      Hapus
    3. iya mas, yang dijelaskan diatas BPJS Ketenagakerjaan

      Hapus
  16. Ini kenapa semua orang nganggepnya yang kesehatan yah? Padahal jelas-jelas ketenagakerjaan. Beda woi !! BPJS Ketenagakerjaan itu bahasa gampangnya Jamsostek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha betul kak, ini BPJS Ketenagakerjaan. Mungkin banyak yang belum ngeh ada BPJS jenis ini, dan tidak banyak yang mau ikut, apalagi mandiri

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)