Minggu, 03 November 2019

KETIKA MILENIAL GUNAKAN QRIS UNTUK PEMBAYARAN DIGITAL


QR Code cocok bagi para milenial yang mengharapkan kecepatan dan kepraktisan. Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan QR Code Indonesian Standard (QRIS).


Qr code
Sore itu, kami sekeluarga merencanakan makan di luar. Hanya saja, karena “bulan tua”  saya sedang memikirkan tempat makan yang nyaman sekaligus murah meriah. Hehe..
“Tidak perlu nyari yang murah meriah banget kok ‘Mah. Tempat makan yang mahal juga banyak diskon dan cashback-nya, “ celetuk suamiku.


 
“Diskon? cashback? “ Emak-emak yang memang hobi nyari diskonan ini langsung searching dong di internet. Wah, ternyata benar juga, beberapa tempat makan yang kami sukai plus disukai anak-anak banyak sekali mengobral diskon. Bahkan ada yang cashback sampai 50 persen bahkan 100% . Langsung dong emak semangat. Eh, ternyata ada syaratnya. Syaratnya pembayaran dilakukan dengan dompet digital seperti Gopay, Dana atau OVO.
Tentu saja tidak masalah. Apalagi sejak lama, handphone saya maupun suami sudah mendownload ketiga aplikasi dompet digital tersebut dan tinggal menambah di ATM saja nanti saldonya sesuai keperluan. Dan, hari itu, makan di luar kami terasa nyaman, puas plus bertabur cashback. Alhamdulillah.
TREND DOMPET DIGITAL

Bertahun- tahun lalu orang hanya mengenal pembayaran tunai. Tapi ternyata dunia berubah dengan cepat . Kemudian ada tren orang berbelanja menggunakan kartu debit dan kartu kredit.
Perbankan pun meraup banyak keuntungan dari bisnis ini dan nasabahpun serasa menemukan dunia yang berbeda karena hanya dengan kartu yang bisa dimasukkan dalam dompet, apa saja bisa dibeli dan diselesaikan. Sangat praktis.

Kemudian terjadi perkembangan lagi. Transaksi kita menggunakan dompet digital. Dompet Digital sendiri merupakan produk layanan uang elektronik berbasis chip dan server. Dompet digital berbasis chip biasanya berbentuk kartu, seperti e-Money, Flazz, Brizzi. Sedangkan dompet digital berbasis server seperti OVO, DANA, Gopay dan LinkAja.

Diktip dari Tirto(dot)id,  Pada semester pertama 2019, Bank Indonesia mencatat transaksi uang elektronik senilai lebih dari Rp56 triliun melalui berbagai platform, termasuk dompet digital. Sedangkan 2018, total uang elektronik yang ditransaksikan mencapai Rp47 triliun dan di 2017 transaksi elektronik hanya berjumlah Rp12 triliun. Sungguh perkembangan yang sangat pesat.
Dompet digital memang sedang jadi trend. Masyarakat menyambut baik kehadiran dompet digital ini, khususnya kaum milenial. Apalagi bila melihat berbagai manfaat yang diberikan dompet digital. 

Beberapa diantaranya adalah :


1. Praktis,mudah, dan efisien.

Karena terpasang di smartphone, dompet digital mudah dibawa kemana saja dengan limit yang besar dan bisa mengisi saldo dimanapun.
#Banyak promo dan cashback
Hingga saat ini promo dan cashback memang sangat banyak. Belum lagi promo di merchant-merchant pilihan. 

2. Aman
Kamu meragukan keamanannya? Boleh-boleh saja. Namun hingga saat ini keamanannya teruji. Apalagi dengan adanya sistem verifikasi PIN atau sidik jari tangan untuk mengakses dompet digital di smartphone. Data dan saldo terjamin keamanannya.

3.Tidak perlu uang kembalian

Khusunya bagi penjual. Nominal pembayaran pasti sesuai dnega harga yang tertera. Penjual tidak perlu menyediakan uang kembalian ‘kan? Sangat praktis.

MAKNA QR CODE BAGI MILENIAL

Milenial memang berbeda. Mereka generasi yang diciptakan dengan keunikan tersendiri. Salah satu ciri yang menonjol dari mereka adalah selalu menggunakan gadget. Kemudahan yang ditawarkan ditambah akses internet yang luar biasa menjadikan milenial tak bisa lepas dari gadget. Setuju?
Ciri lainnya, mereka biasa belanja non tunai. Mereka menyukai yang serba cepat dan instan.
Tidak heran, perkembangnya model  non-tunai ini  dalam bertransaksi ternyata disukai kaum milenial. Dipercaya, lebih dari separo milenial ternyata bertransaksi non tunai !
Kehadiran Quick Response (QR) Code, tentu saja menarik buat mereka.

Lalu, apa sebenarnya QR Code?
Wikipedia menyebutkan “ Kode QR atau biasa dikenal dengan istilah QR Code adalah bentuk evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi. Penggunaan kode QR sudah sangat lazim di Jepang Hal ini dikarenakan kemampuannya menyimpan data yang lebih besar daripada kode batang sehingga mampu mengkodekan informasi dalam bahasa Jepang sebab dapat menampung huruf kanji. Kode QR telah mendapatkan standardisasi internasional dan standardisasi dari Jepang berupa ISO/IEC18004 dan JIS-X-0510 dasasan telah digunakan secara luas melalui ponsel di Jepang “

QR code ini dapat dibaca menggunakan berbagai software gratis yang tersedia pada berbagai platform. Gunakan kata kunci “QR Code Scanner” atau “QR Code Reader” di Google Play Store atau Apple App Store. Besaran data yang dapat disimpan bervariasi, tergantung pada versi QR Code, ukuran QR Code dan tingkat Error Correction Capability-nya.

Mengapa bisa berbelanja atau bertransaksi sangat praktis menggunakan QR Code? Ini alasannya :

1. Sangat Mudah Digunakan

QR Code Payment mudah digunakan. Cukup melakukan scan kode menggunakan smartphone maka transaksi atau pembayaran telah dilakukan. Beda dengan kartu debit atau uang elektronik, perlu kartu sebagai saran transaksi kan?

2. Lebih responsif dibanding tap kartu

QR Code Payment dalam penggunaannya lebih responsif ketimbang tap kartu uang elektronik atau e-money. Walaupun ada beberapa bagian kode yang rusak, QR Code masih bisa diterjemahkan baik oleh smartphone saat di-scanning. Beda kalau kamu tap kartu uang elektronik, kadang bisa dua tiga kali tap kartu bila gangguan.  

3.Cukup Andalkan Smartphone

Tentu harus ada paket data atau wifi yang bagus ya. QR payment dijamin akan berguna buat segala pembayaran yang dibutuhkan. Jadi cukup andalkan smartphone kamu. Tentu saja merchant-nya juga harus mempunyai jaringan internet yang bagus juga.
 
Oh iya, tepat 17 Agustus 2019 lalu, BankIndonesia (BI) resmi meluncurkan standar Quick Response (QR) Code. QR Code standar ini untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).
Nah dengan  QRIS ini semua pedagang bisa bertraksaksi dengan menggunakan QR Code. Pembelipun bertabur keuntungan. Mereka bisa membayar menggunakan aplikasi pembayaran apa saja, seperti GoPay, OVO, Dana atau LinkAja.
Tetapi, walaupun sudah resmi diluncurkan BI, namun secara nasional, penerapan QRIS secara nasional akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020. Kita tunggu saja ya.

# feskabi2019 #gairahkanekonomi #pakaiQRstandar #majukanekonomiyuk

2 komentar:

  1. Sekarang dompet digital dan sejenisnya bukan cuma jadi gaya tapi juga kebutuhan. Di satu sisi sebenernya membantu, ada banyak diskon dan keuntungan lain tapi disisi lain bisa juga membuat kita jadi merasa ketagihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener bgt, kadang merasa ketagihan ampe nggak kerasa uang berkurang. semoga kita sellau bijak ya.makasih kaka sudah berkunjung

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)