Youtube
wb_sunny

Breaking News

Masih Kurang Bersyukur, Mengapa ?

Masih Kurang Bersyukur, Mengapa ?

Ditengah wabah #corona dan berbagai permasalahan sebagai akibatnya, rasa bersyukur semakin terkikis. Kenapa? yang terbayang hanya masalah demi masalah, seakan-akan dalam hidup nggak ada hal lain yang bisa disyukuri.


Kita ternyata masih kurang bersyukur. Ceritanya, baru-baru ini ada perdebatan di sebuah grup yang saya ikuti. Grup ibu-ibu sih, yang anaknya pernah bersekolah di sekolah yang sama. Alhamdulillah grupnya masih eksis.
Grup ini sendiri latar belakangnya beragam. Ada yang pejabat di kepolisian, pekerja BUMN yang mapan, ibu-ibu ASN di berbagai kementerian, dosen UI , ibu RT biasa, ibu pengusaha sampai ibu-ibu dengan status nggak jelas kayak saya. Hahahaha.


masih kurang bersyukur
masih kurang bersyukur (doc : kumparan dot com)



Percakapan hari itu seputar : siapa yang terdampak corona? Rata-rata setuju. Yang paling terdampak adalah pedagang kecil, ojek online, mereka yang bekerja harian kemudian sampai kelas menengah yang kini kena PHK atau di rumahkan.

Oh iya, soal kelas menengah ini bisa dikatakan memang terdampak. Apalagi mereka yang selama ini bergaji dan gaya hidup ala kelas menengah keatas dan TERLANJUR menyekolahkan anak ke swasta, terlanjur nyicil KPR, terlanjur nyicil mobil dan terlanjur-terlanjur yang lain kan? Nah, gimana kabar bayaran-bayaran tuh kalau semua di PHK atau dirumahkan tanpa bayaran? Hmmmm...

Yang agak miris adalah pernyataan beberapa mereka yang masih bergaji tetap tetapi ternyata juga (merasa) terdampak. Ini contoh ungkapan mereka.

"  Ada yang bilang, ah tenang aja ASN nggak kena dampak. padahal yang aman gaji dan tunjangan. untuk uang makan hilang, uang kegiatan di cut semua, otomatis tidak ada penambahan pendapatan. Kebayang kan kalau hanya 1 orang yang bekerja dan harus mencukupi keluarga. belum lagi yang punya berbagai cicilan"

Yang lain berpendapat begini :

" Bertahan untuk makan sehari-hari mungkin bisa dengan gaji  "segitu". Tapi untuk urusan sekolah, listrik, mungkin juga cicilan jika ada, nggak mungkin ditangguhkan. Padahal ASN hanya terima gaji dan tunjangan saja "

Hmmmm....saya jadi inget cerita saya sendiri. Bingung harus ngeluh apaan...

Baiklah kita ambil jangan tengahnya. Mengeluh memang manusiawi banget ya. Tapi ya secukupnya saja lah yaaa..

 BACA JUGA :

 APA ENAKNYA JADI PNS


MENGELUH TAK JADI SOLUSI 



Selain mengurangi imun, mengeluh juga tak menyelesaikan masalah. Apalagi dengan keluhan seperti dua orang diatas. Menurut saya sih,masih kurang bersyukur.

Dikala orang lain di PHK dan dirumahkan, dikala yang lain susah nyari sesuap nasi, kalian masih sangat-sangat LUMAYAN dengan dapat gaji penuh, tunjangan, bahkan mungkin gaji 13 dan 14. Sementara yang lain penuh ketidakjelasan hingga saat ini.

Mengeluh sebenarnya hal wajar saja. Apalagi nyatanya, memang pandemi Corona berhasil mengubah paradigma dan keadaan kehidupan masing-masing orang. Tentu dengan kadarnya dan ujian masing-masing yang berbeda-beda.

Mengeluh juga konon, kata seorang teman, sebagai bagian dari menyehatkan jiwa. Jika keluhan sudah dikeluarkan, baik melalui tulisan, ucapan bahkan kemarahan sekalipun, sangat bagus untuk “melegakan” diri dan membuang “racun” dari dalam tubuh.

Namun sekali lagi, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Di saat pandemi yang mebgubah kehidupan banyak orang, termasuk mungkin kita, sudah saatnya kita mempertebal saja rasa syukur kita.

BERSYUKUR BIKIN BAHAGIA


Apalagi, katanya, bersyukur bukan hanya bikin bahagia tetapi juga menyehatkah? Benarkah? Barangkali benar. jadi sering-seringlah bersyukur dan kurang mengeluh.

Mari teman-teman, masih banyak yang harus kita syukuri. bahkan ditengah ketidakstabilan ekonomi kita. Misalnya saja nikmat sehat , anak-anak kita yang sehat, nikmat sudah punya rumah dan nggak perlu bayar kontrakan, nikmat masih makan 3x sehari plus bisa beli masker dan susu , dan masih banyak hal lainnya. Kalau saya, juga nikmat iman dan Islam wajib di syukuri.

Btw, mengapa kita masih kurang bersyukur?

Bagaimana menurut kalian?

Tetap semangat semuanya.. 












Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

5 komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya teman-teman.. Untuk yang menyertakan link hidup, mohon maaf, akan langsung dihapus :)

  1. Kadang saya bersyukur bisa berkumpul dirumah...tapi kalau terlintas dampak ekonomi ya mikir juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget mas. Kalau lagi kepikiran ya kepikiran hehe

      Hapus
  2. Setuju Mbak, semuanya pasti terdampak lah, nggak hanya orang kecil aja, perusahan besar pun banyak kok yang terpaksa berhenti beroperasi karena wabah ini kok.

    Sekarang kita hanya bisa syukuri aja yang kita punya dan tetap jaga diri agar terhindar dari virus ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tetap jaga diri agar terhindar dari musibah ini. Semua upaya wajib kita lakukan. Bener, semua terdampak kok. Semoga kita terus bersabar dan bersyukur

      Hapus
  3. Sebenarnya kalau saya pribadi, mengeluh itu ada manfaatnya sih, soalnya saya jadi merasa lelaaahhh banget saat mengeluh.

    Terus pas saya sholat, bersyukur, rasanya jauh lebih mudah, karena kita tahu bagaimana bedanya efek ngeluh dan bersyukur itu :D

    Memang enakan bersyukur, karena apa yang kita lihat sebenarnya tidak seperti yang kita liat, kayak orang lain kita liat enak masih punya gaji, masih ini itu, pas liat ke diri sendiri, pengangguran dan masih bisa makan, anak-anak sehat.
    Masha Allaaahhh, apalagi yang saya cari? :)

    BalasHapus