Youtube
wb_sunny

Breaking News

(Pengalaman) Merawat Pasien Isolasi Mandiri

(Pengalaman) Merawat Pasien Isolasi Mandiri

Alhamdulillah, Covid-19 akhirnya sampai juga kekeluarga kami. Bagaimana perasaannya? Nggak perlu ditanyakan karena saya juga bingung menuliskan kegalauan yang saya rasakan.

 

 

Isolasi mandiri yang tak pernah disangka-sangka. Cerita awalnya, kami ditelpon pondok tempat anak saya menuntut ilmu. Katanya si kakak sakit. Saya sempat bertanya ke bagian kesehatan, apa sakit persisnya? Katanya sakit gondongan, tertular teman pondok.

 

Sempat pula saya tanyakan di telpon apakah ada gejala panas, batuk, demam dan gejala khas covid lainnya. Katanya, sejauh ini tidak ada. Alhamdulillah, saya berucap dalam hati. Tapi tetap was-was.

 

Sore itu juga kami ke pondok buat menjemput. Ketemu kakak, kami berbincang dengan tetap memakai masker bahkan suami mengingatkan anak kami agar jaga jarak dulu dengan saya di mobil sebelum di tes sebelum sampai rumah nanti. Di mobil arah perjalanan pulang, kamipun terus memakai masker dan sebentar-sebentar memakai handsantizer. 

 

Agak malam sampai wilayah Depok, usai keluar tol sawangan. Kami menuju klinik dekat rumah yang masih buka malam itu. Kami putuskan melakukan rapid test antibodi. Dan hasilnya negatif (non reaktif). Alhamdulillah sedikit lega.

 

Namun demikian,sampai rumah, ya tetap saja si kakak disuruh cepat-cepat bersh-bersih dan tidur sendirian. Namun besoknya, kami memang agak “longgar” pengawasan sehingga tidak hanya berada di kamar saja tapi berinteraksi dengan seluruh rumah. Seperti biasa saja.

 

Yang mencurigakan,kakak mengeluh hilang penciuman. Tapi kalau makan biasa saja dan tetap merasa enak makan apa saja di rumah. Kebetulan saya lagi kurang enak badan hari itu jadi tidak begitu perhatian dan banyak tiduran saja.

 

Hilang Indra Penciuman 

 

Suami sekali lagi cerita soal kakak yang kehilangan indra penciuman. Padahal sudah dicoba diciumkan sabun mandi,minyak kayu putih dan banyak lagi. Dia tidak merasa ada bau apapun.

 

Suami akhirnya membawa si kakak ke klinik tempat kami kemarin rapid test antibodi. Kali ini kakak tes swab antigen. Hasilnya 15 menit saja sudah jadi. Dan ternyata hasilnya positif covid-19. Menurut klinik, kemungkinan kalau PCR juga akan tetap positif, apalagi disertai dengan gejala hilangnya penciuman. Sampai rumah, kakak langsung di isolasi di salah satu kamar.

 

Cara Mudah Isolasi Mandiri 

 

Agak galau sebenarnya bagaimana cara isolasi mandiri yang tepat. Apakah kami perlu ke RS lagi buat memastikan dan minta “petunjuk” dokter lagi? Kapan kami harus tes kembali? Bagaimana indikator sembuh covid-19? Isolasi mandiri berapa lama? 


Dari konsultasi dengan berbagai pihak mulai sodara hingga para penyintas covid, akhirnya kami memutuskan melakukan isolasi mandiri 14 hari secara mandiri dan akan melakukan tes ulang beberapa hari kedepan.

 

Cara melakukan isolasi mandiri di rumah ketika terkena gejala ringan ini juga direkomendasikan teman yang Desember lalu kena covid juga dan juga dari temannya teman (terima kasih kepada yang sudah mencarikan banyak info). 

 

Jujur, saking banyak info yang diterima, agak bingung juga. Tapi secara ringkas ini cara isolai mandiri yang kami lakukan :

 

Mengkonsumsi beberapa obat dan vitamin

(atas rekomendasi penyintas covid). Obatnya seperti dibawah ini. Yang Linhua, kabarnya bagus tapi akhirnya kami tak jadi membeli karena anak saya mengeluh sudah terlalu banyak terapi obat dll-nya.

 

cara isolasi mandiri

 

 

Kamar terpisah dan kamar mandi terpisah

Ini hukumnya wajib, idealnya kamar mandi nya ada di kamar. Cuma di rumah kami, dua kamar mandi letaknya di luar semua. Si kakak nggak mau di kamar atas dengan alasan takut, jadi kami tempatkan di ruangan bawah.

 

Penyemprotan disinfektan teratur

Saya membeli atau menyediakan 2 botol disinfektan. Satu buat di kamar kakak (buat disemprot minimal sehari 2x) dan satu saya pegang buat wilayah lain dalam rumah.

 

Betadine kumur dan semprot

Maaf menyebut merek tertentu (bukan endorse). Ini atas rekomendasi teman penyintas covid juga, katanya sangat efektif membunuh kuman di mulut. Ini saya pesen online buat yang terinfeksi dan juga penghuni rumah lainnya . (tentu saja dibedakan botolnya). Untuk betadine semprot,kai ganti merek lain yang sejenis. Ini dilakukan minimal 2 x sehari pagi-malam.

Oh iya, saat betadine yang dipesan online belum nyampe, saya mengharuskan anak untuk berkumur dengan air garam. Sehari 2x

 

Mencium aroma minyak kayu putih

Ini juga rutin dilakukan. Harus 2x sehari tapi si kakak biasanya hanya pagi hari saja. Jadi air direbus sampai matang, tuang ke gelas. Kemudian ditetes 2 tetes minyak kayu putih yang bisa dibeli di mana saja. Nah, uap airnya inilah yang dihirup terutama buat yang kehilangan indra penciuman.

 

Alat makan terpisah

Ini juga wajib, biar virus nggak menyebar. Mencuci piring gelas sendoknya juga tidak boleh pakai sabun dan tepat cuci piring yang sama.lagi-lagi buat menghindari penularan. Oh iya ,saya membelikan air mineral gelas sekardus juga biar bisa banyak minum dan terpisah sama anggota rumah lainnya.

 

Seprai dan baju yang dipakai di cuci terpisah

Ini juga saya lakukan , mencuci terpisah semua baju yang dipakai. Idealnya seprai di cuci tiap hari (kata teman saya). Tapi saya akhirnya, mengganti seprai di kaar anak saya dua hari sekali (anak diminta memasang seprai/sarung bantal guling sendiri) dan merendam yang kotor ditempatnya.

 

Berjemur 15 menit

Ini sangat bagu dilakukan. Sayang kebanyakan pagi hujan dan hanya beberapa hari udara panas di jam 10 pagi. Berjemur tentu untuk menambah vitain D.

 

Usahakan makanan yang banyak mengandung protein

Kalau di rumah ,makanan rutin dan biasa saja. Cuma untuk si kakak, porsi lauk saya tambah. Juga mengkonsumsi telur rebus di pagi hari.

 

Susu Beruang, Yakult dan Kurma

Ini juga kami berikan ke anak secara rutin sebagai nutrisi tambahan. Minimal 1x sehari. Kurma biasanya 3 biji per hari minimal. 

 

Memakai masker dalam rumah

Buat anak saya yang terinfeksi, wajib memakai masker kalau keluar kamar. Buat dua adiknya, saya dan suami juga sesering mungkin memakai masker di rumah. Terutama kalau engantar makanan ke kamar, menyerahkan obat dan vitamin ke kakak dan lainnya.

 

Air doa

Kalau yang satu ini saya bikin sendiri.Nggak ada yang merekomendasikan. Jadi air dibotol dibacakan surah yassin dan diberikan ke anak. Saya membuat biasanya tak hanya 1 botol jadi bisa buat yang lain juga.

 

Kalau tidak salah, si kakak sampai 3 botol air mineral untuk air doa ini. (katanya sih air yang di doain, molekul air jadi berbeda dan masuk ke dalam tubuh juga membuat lebih sehat)

 

Mendekatkan diri pada-Nya

Ini juga kami tanamkan ke anak saya. Sehingga dia dalam masa isolasinya rutin baca al Quran juga. Karena ya pada dasarnya, semua yang terjadi memang sudah takdir-Nya. 

 

Buat anggota rumah lainnya

Buat yang lain di rumah, saya juga menerapkan hal yang sama. Misalnya memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, minum vitamin C rutin ( CDR, enervon C, stimono anak ) susu beruang , yakult kurma juga rutin. Betadine kumur dan semprot juga rutin.

 

Hari ke 10 isolasi (14 hari lebih diperkirakan sudah terinfeksi), anak saya di tes lagi (juga papahnya), alhamdulillah negatif.

 

Inilah sedikit sharing dari saya, siapa tau juga ada yang bingung bagaimana isolasi mandiri. Semoga selalu sehat ya semuanya dan pandemi cepat berlalu..

Oh iya, terima kasih kepada sanak sodara dan teman-teman yang sudah banyak membantu, baik dalam doa-doa sampai bantuan materi/immateri. Semoga dibalas Allah dengan kebaikan..aamiin.

 

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

47 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih

  1. Alhamdulillah sudah negatif ya mbak.. Semoga mbak enny dan keluarga sehat selalu. Amin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo kak Diaz, makasih doanya, doa yang sama buat kak Diaz dan keluarga ya

      Hapus
  2. alhamdulilah si kakak sudah sembuh mbak
    sebagai anggota keluarga pasti bingung dan maunya memberikan yang terbaik untuk anggota keluarga yang lain ya

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah hasil test udah negatif ya mba. Makasih banget sharingnya. Berguna banget. Mba sendiri waktu ngurusin anak mba, pake APD segala gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kami nggak pakai APD mbak, masker aja kalau di rumah pas isolasi mandiri

      Hapus
  4. Alhamdulillah sudah negatif. InsyaAllah sehat2 selalu yaah mbak Enny dan keluargaa

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah cukup sekali saja ya Mbak, testnya udah kembali negatif.
    Semoga anggota keluarga lainnya selalu diberi kesehatan ya Mbak, kita semua bisa sehat, Aamiin..
    terima kasih sharingnya Mbak, bermanfaat banget ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, semoga postingan ini bermanfaat buat yangengalami juga.tks kak

      Hapus
  6. Alhamdulillah ya Mbak, saat ini semua sudah sehat kembali. Sama dengan pengalaman kelaurga kami, karena rumahnya kecil dan interaksi sering berbarengan, jadi satu keluarga terpapar covid 19 dan Alhamdulillah Allah memudahkan semuanya sehat kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kak Astin, semoga kedepannya kita makin sehat dan dilindungi-Nya

      Hapus
  7. Thanks for sharing mbak.. Aku jadi tau nih cara penanganan yg benar. Mudah2an sih ga ada yg kena covid di rumahku. Pokonya 3M itu penting bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, skrg harus 5M kak, biar aman.sehat sellau ya kak

      Hapus
  8. I feel you Mbak. Tapi kalo aku suani yang penyintas dan tidak isoman d rumah tapi kebayang gimana bingungnya aku dan bener bener beradaptasi tinggal berdua sama anak pertama kalinya. Alhamdulillah semua sudah terlewati dengan baik dan bahagia ya Mbak :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya alhamdulillah,semua terlewati dengan baik ya kak

      Hapus
  9. Semoga segera usai ya mba pandemi ini, aku sedih setiap kali mendengar kabar ada kerabat yang sakit atau meninggal. Sehat selalu mba dan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama kak, suka sedih kan ya. skrg tetangga lagi nih yang kena.semoga dilindungi selalu ya

      Hapus
  10. Totalitas banget ya mom. Salut sama mbaknya ini. Keluargaku juga pernah kena musibah begini. But, nggak tau dan nggak kepikiran banget untuk nerapin yang cium minyak kayu putih itu. BTW, semoga kita semua terdindar dari segala penyakit. Aminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Eca, semoga kedepannya kita dilindungi ya

      Hapus
  11. Masya Allah, saya pun dua kali mbak kedatangan tamu spesial ini :( tp banyak bersyukur karena alhamdulillah masih bertahan :) yukkk semangat semoga segera usai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iya kak tamu spesial dan gak disangka2..aamiin kak, sehat selalu

      Hapus
  12. Thank you so much sharingnya kak, bermanfaat banget nih. Aku kira isolasi mandiri cuma dipisahin kamar tidur aja, tapi ternyata banyak banget hal yang harus diperhatikan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, cukup banyak hal detail yang harus diperhatikan. semoga sehat trus ya kak

      Hapus
  13. Ternyata gambaran isoman seperti itu ya mbak. Inget temenku juga lagi isoman sama mamanya. Sementara Papanya pertengahan Januari kemarin berpulang. Sedih banget rasanya. Semoga kita semua diberikan kesehatan selalu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak semoga kedepannya sehat selalu. Dilindungi -Nya

      Hapus
  14. Terimakasih mba, ini informatif banget. Apalagi di lingkungan rumahku sudah ada yang kena covid19 (dirawat di RS) jadi nggak tahu bagaimana isolasi mandiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, ini emacam panduan isolasi mandiri

      Hapus
  15. Saya baca tuntas mb. Ternyata rapid tes tidak akurat ya. Karena awal rapid tes negatif terus swab antigen positif. Alhamdulilah sudah negatif, aman ya mb merawat pasien covid w9 cukup masketan dan disinfektan. Tidak perlu apd?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejauh ini sih aman buat kami. tapi mungkin lebih aman lagi pakai APD ya, cuman kalau di rumah agak susah juga, apalagi APD ahal dan arus diganti tiap hari kan katanya? di rumah diusahakan 5 M aja

      Hapus
  16. Pengalaman yg luar biasa yg bisa dijadikan panduan bagi org2 yg saat ini terjangkit covid19. Semangat mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kak, semoga selalu dilindungi ya kedepannya

      Hapus
  17. Aku senang baca tulisan ini, bukan berarti senang karena kena covid. Melainkan tulisan ini membawa hawa positif, dimana menghadapi takdir Allah lebih kepada solusi, tidak nakut-nakutin. Aku pengen tau air doa itu di tiupkan di air atau di bacakan saja di depan airnya ketika baca yasin?

    BalasHapus
  18. Wah makasih infonya mbak.. Kakak iparku jg baru kemarin positif terinfeksi covid.. Ini lagi isolasi mandiri di rumahnya.. Akan aku share postingan ini ke kakakku mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap,makash kak. semoga kak Aldila dan keluarga juga sehat selalu ya

      Hapus
  19. Wah, sangat berguna nih En, tips isolasi mandirinya. Semoga sehat selalu ya sekeluarga. Jangan sampai terkena covid.

    BalasHapus
  20. Yang kamar mandi terpisah ini agak susah nih ya mbak bagi yang rumahnya cuma punya kamar mandi 1, agak belibet banget keknya di bagian ini. Bagian lainny ok lah ya bisa mandiri. Kalo yg punya 1 kamar mandi, ada solusinya kah mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya kalau kamar mandinya satu, harus isolasi tempat lain Rim. Misal di penginapan yang disediakan pemerintah

      Hapus
  21. Masyaallah Mbak, ada begitu banyak yang harus dilakukan selama isolasi mandiri. Kita harus disiplin jika memang ingin terlepas dan bebas dari si covid ini. Stay safe ya Mbak sekeluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo mba rindang, makasih byk lah
      iya memang byk yang harus disiapkan pas isolasi mandiri

      Hapus
  22. alhamdulillah ya, kak anaknya sudah negatif. sekarang corona memang semakin dekat saja ya rasanya dengan kita. penting banget jadinya buat tahu apa saja yang harus dilakukan kalau ada anggota keluarga yang terinfeksi. tapi semoga aja sih nggak kejadian. heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga gak ada kejadian lagi.makasih lah.walaupun isolasi mandiri tetap deg2an dan agak repot jua

      Hapus
  23. Keputusan mba enny sdh benar sekali mba. Mmg lbh baik isolasi mandiri. Krn RS skrg dikhususkan untuk yg bergejala berat spy ruangan tdk penuh. Boleh sy nanya gak mba? Kmrn nilai CT anaknya brp? Alhamdulillah kalo sdh sehat ya. Sy jg kmrn sempet kena gerimis pas sepedaan. Terus pilek parah. Jd di rumah jg pake masker. Hikmah dibalik pandemi ini adl sll pake masker terutama kalo lg sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. CT harus diatas 20. kalau masih dibawah 20 berarti ada potensi menular..dan belum sehat,
      kalo dah diatas 20 biasanya dah mau sembuh, inshaAllah
      makasih win

      Hapus
  24. Alhamdulillah semua sudah sehat kembali. Seduh terkadang kalo anggota keluarga ada yang positif.
    Baca ini jadi tahu, kalau isolasi mandiri di lakukan secara terpisah, biar memutus penyebaran nya yaa.


    Pernah tu teman nisa hampir satu keluarga positif, akhirnya memilih mengungsi di lain tempat untuk isolasi mandiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bujur sa, harus isolasi biar kada menular ke lain..

      Hapus