FBB
KEB

IHB

Menulis untuk Bahagia, Mengapa Tidak?

 

Ternyata menulis bisa menjadi terapi untuk  bahagia atau terapi menulis agar kebahagiaan muncul kembali. Seperti apa?

terapi menulis
sumber foto : jamberita


Pandemi benar-benar menguras energi kita semua. Setiap orang dicoba oleh Allah dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang sakit, ada yang dicoba masalah keuangan, banyak juga yang dicoba melalui masalah rumah tangga yang bisa berujung perceraian.

 

Di Banjarmasin aja kemarin , pemberitaan sebuah media menyebutkan selama pandemi perceraian meingkat bahkan sempat mencapai 3.747 kasus sampai akhir 2020. Penyebabnya selain didominasi situasi pandemi COVID-19 kasus PHK saat ini terjadi akibat berimbas tersebut yang berujung pada faktor ekonomi keluarga.

 

Kasus percerain ,depresi dan lainnya memang meningkat pesat di masa covid 19. Apalagi orang banyak di rumah saja yang akhirnya menjadikan masalah makin menjadi-jadi dan menimbulkan stress tersendiri.

 

Nah, lalu apa hubunganya menulis dengan berbagai kasus=kasus depresi tadi?

Menulis ternyata bisa sebagai terapi yang bagus bagi orang yang telah mengalami depresi atau kasus lainnya.

 

Sebuah literatur menyebutkan menulis sebagai terapi jiwa dapat diartikan sebagai penyembuh diri dari gangguan psikologis atau mengalami trauma tertentu.

Dengan menuliskan pengalaman buruk atau kenyataan pahit yang dialaminya, trauma seseorang bisa berkurang. Jika hal ini dilakukan secara intensif, bukan hal yang mustahil kesembuhanlah yang akan didapat.

 

Masalahnya mungkin tidak semua orang bisa menuliskan apa yang dipikirkannya dan dirasakannya. .Padahal sebenarnya menulis itu penting banget untuk terapi dan manfaatnya adalah menghilangkan depresi ,stress,kelelahan atau apapun.

 

Dan buat menulis nggak harus jadi penulis atau blogger Atau harus bertarget untuk nulis novel dll.itu hal lain lagi. Siapa aja bisa menulis tentunya..

 

BAGAIMANA CARA MENULIS UNTUK TERAPI AGAR BAHAGIA KEMBALI MUNCUL?

 

Menulis untuk penyembuhan sudah saya ceritakan tadi. Dengan menulis kita dituntut untuk menumpahkan isi pikiran secara runtut.

 

Beriku saya sebutkan beberapa manfaatnya :

 

-menulis juga merupakan terapi jiwa dan penyembuhan dari gangguan psikologis dan trauma.

 

-memperbaiki suasana hati dan meningkatkan daya ingat.

 

-penurunan stress,depresi pada remaja dan orang dewasa

 

-memperbaiki pola pikir agar tetap optimis

 

Bagaimana memulai menulis sebagai terapi?

 

Jawabnya singkat ; hanya tuliskan saja,tidak peduli seberapa jelek tulisannya,bahkan.mungkin tidak perlu ada yang membacanya pun tidak masalah. Bahkan ada seorang teman yang hanya menulis di kertas kemudian membuang kertas tersebut setelah di robek-robek.

 

Namun ada beberapa tips  berikut yang bisa dicoba : 

 

# Menulis wajib diiringi dengan jadwal. Itu berarti, Anda harus memiliki waktu khusus untuk meluapkan isi hati.Contohnya, apabila sibuk bekerja dari Senin sampai Jumat, mungkin Sabtu adalah waktu yang tepat untuk menulis.

#Gunakan metode suka-suka. tulisan bisa dengan bebas dimulai dan diakhiri kapan saja. tak perlu terstruktur layaknya menulis novel dengan alur cerita. 

#Menulis dengan musk juga disarankan para ahli. Katanya buat menulis lebih tenang .Tapi saya jarang menggunakan cara musik ini buat menulis sih 

# Menulis dengan jarak pun sangat diimbau. Menurut Debra, banyak orang meluapkan kekesalan di saat yang bersamaan dengan menulis. Tanpa jarak , hal ini justru bisa membuat seseorang terjebak dalam masalah yang sedang dihadapi.

 

Sebagai penutup saya ingin menceritakan sedikit PENGALAMAN PRIBADI

 

Salah satu pengalaman sakit saya yang lumayan berat adalah terinfeksi covid April lalu.Saat itu kondisi badan,lumayan drop banget.Dan tentu saja,gejala khas covid seperti demam,flu,batuk ,sakit tenggorokan,hilang penciuman,halusinasi sudah ditahap parah.

 

Ditambah lagi harus isolasi yang sangat membuat bosan.Alhamdulillah nggak sampai sesak nafas.Untuk kondisi kemarin  tuh kira-kira 10hari lah normal sakitnya.Setelah itu lumayan bisa aktivitas kembali walau masih terbatas di kamar.

 

Nah,ini sangat membosankan.Alhamdulillah semuanya terobati dengan banyak menulis.Antara lain menulis kondisi terkini,trus menulis progress penyembuhan dan lainnya.

 

Sebenarnya bukan hanya pas covid saja sih saya menuliskannya, hampir di tiap sakit atau duka, selalu saya tuliskan. Dan ternyata itu lumayan mengurasi beban pikiran.

 

Bagaimana dengan kalian, apa yang dilakukan bila dalam kondisi tertekan, depresi dan masalah kejiwan lainnya?

 

 

--- Tulisan ini disampaikan dalam sharring "Diyang Binanti " @club house -- 30Juli 2021 --

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih