| foto :IPRC |
Bagaimana cara mengetahui denda BPJS? Minggu (15/2/26) hari yang cukup bikin kaget. Pagi-pagi, adek kandung WA tentang perkiraan dia terkena stroke. Waktu itu nggak begitu percaya banget. Apalagi dia bilang, senin saja minta temenin berobatnya. ya tentu saja saya mengiyakan untuk menemaninya berobat.
Namun sekitar siangan, me WA kembali. katanya tanda-tandanya sudah cukup jelas. dia minta temenin ke IGD sekarang juga.tentu saja saya mengiyakan kembali dan menawarkan menjemput.
Tapi katanya nggak usah dijemput. sempet menyarankan buat naik ojek online saja karena posisi tak ada yang mengantar, eh ternyata pesannya dibaca pas sudah dijalan. Walhasil datang ke rumah dengan naik motor..
pas dilihat-lihat memang sudah ada tanda-tanda mau stroke.misal posisi bibir yang berbeda dan suara yang sudah tiidak jelas. Secepatnya langsung memesan taksi online dan berangkat ke IGD.
Untungnya sampai IGD penanganan di RS Ulin Banjarmasin lumayan cepat dan sigap. Perawat melayani dengan baik, dokter jaga memeriksa dan memberikan pertolongan pertama dengan baik. Alhamdulillah. Apalagi ada punya BPJS kesehatan.
Sekitar 4 jam di UGD, kami akhirnya mendapat ruangan buat opname. Tapi darisana kami juga mengetahui, dari info petugas di bagian pendaftaran/keuangan, bahwa ternyata ada denda BPJS yang belum terbayarkan. Wahhh
Btw, BPJS kesehatan adik saya adalah BPJS mandiri kelas tiga yang harganya 35.000 per bulan. Karena sekeluarga 3 orang, dia membayar BPJS per bulannya buat 3 orang.
JIKA SUDAH BAYAR DENDA BPJS, APAKAH BISA LANGSUNG DIGUNAKAN?
Bagaimana jika BPJS telat bayar 1 hari? Usai dapat ruangan buat menginap, kembali di infokan bagian administrasi kalau ada denda BPJS yang belum dibayarkan. Namun belum bisa melihat berapa dendanya karena memang hari Minggu dan petugasnya libur.
![]() |
| dirawat dekat ruangan ini (dok : pribadi) |
Namun senin-selasa juga masih libur (17/2-18/2/26) karena ada hari besar Imlek. namun petugas administrasi ruangan memperkirakan senin sudah bisa dilihat dan dibayar berapa dendanya.
Oh iya, denda yang dimaksud, bukan denda karena tunggakan bayar BPJS loh, karena sampai di rawat ini angsuran BPJS terbayar sempurna. Dendanya karena bayar BPJS nya per 2 bulan digabung jadi satu akibat malas mebayarnya secara bulanan hehe. Nah akibatnya, diantara sela-sela waktu itu ada denda yang harus dibayarkan.
yang cukup unik, kenapa selama ini denda tak pernah terlihat ketika terlambat membayar (di minimarket) dan hanya ditagih ketika akan dirawat.
Mungkin perlu jadi evaluasi pihak BPJS hal ini. keluarga pasien sudah dalam posisi kesusahan tiba-tiba ada denda. alangkah lebih baik, bila denda terlihat dan pengguna BPJS sudah tahu punya denda yang harus dibayar. jadi tak perlu menunggu dirawat inap dulu baru dikasih tau ada dendanya.
Senin pagi, akhirnya keluarga dipanggil ke ruang administrasi gedung mawar ruang seruni. dendanya tercatat 216.000. Petugas menyarankan buat membayar ke salah satu gerai minimarket yang memang ada di RS tersebut. Bayar denda BPJS bagaimana? sayapun segera membayar denda ke gerai minimarket yang ada ditunjukkan petugas. Setelah itu membawa berkasnya ke ruang administrasi di IGD untuk mendapatkan verifikasi dan kuitansi resminya. Petugas juga mengecek apakah di aplikasi dendanya sudah terhapus.
Kuitasinya dari ruangan administrasi IGD ini kemudian dibawa ke ruangan administrasi dimana pasien dirawat. Nah, disinilah proses akhir pelunasan denda tersebut.
Demikianlah sekilas cerita pengalaman membayar denda BPJS kesehatan. Bagaimana cara perhitungan denda BPJS ,jujur belum tahu. Hanya baca-baca di google, katanya 5% dari biaya rawat inap (diagnosis awal) dikalikan jumlah bulan tertunggak (maksimal 12 bulan). Wallahualam,
Semoga bermanfaat.






Baru tau ini denda denda begini di BPJS. Saya sendiri punya pengalaman gak enak sama BPJS PBI yaitu BPJS yg dibayari pemerintah daerah. Waktu itu orangtua pernah aku tawari biar masuk BPJS mandiri saja dna biar saya yg bayari tapi ditolak karena ikut BPJS PBI. Tapi ketika emak saya sakit dan mau dipakai ternyata sudah lama tidak aktif yg akhirnya pakai biaya umum yg sangat menguras tabungan 🥹 ayo cek BPJS ortu kalian ges sebelum menyesal nantinya.
BalasHapusiya saya juga heran sama denda ini, kok bisa ya . wah iya kalau bayar sendiri mayan nguras tabungan.memang byk beritanya yg PBI kalau gak dipakai jadi hangus
HapusJadi ikutan mikir, aneh juga karena cara pembayaran yang per dua bulan sekali jadi ada denda, tapi denda nggak di infoin di pembayaran selanjutnya, malah baru ada pas mau dirawat, harusnya sistem bisa kasih kolom denda pas mau bayar, dan bayarnya nggak bisa lewat aplikasi ya? apa harus ke minimarket atau bank gitu ya mba?
BalasHapussebenarnya banyak channel pembayarannya, cuma adek saya biasanya via indomaret gt. nah itu tdk pernah ketahuan ada denda, cuman nilai pembayraan normal aja, ujuk2 ketahuan pas dirawat kemarin. memang aneh juga..
Hapus