Senin, 16 September 2019

(PENGALAMAN) MERAWAT PASIEN PASCA KATARAK


Banyak kegagalan pasien pasca operasi katarak hanya karena beberapa keteledoran dan ketidaktahuan. Diperlukan pengetahuan yang baik  dan penanganan yang tepat.

Assalamualaikum,

antrian di ruang operasi (dok ; pribadi)


Alhamdulillah mempunyai waktu untuk bisa menulis kembali.  Kali ini saya ingin berbagi soal pasien pasca operasi katarak.
Kira-kira seminggu yang lalu , ibu saya akhirnya bisa dioperasi katarak. Di usia beliau yang sudah mencapai 70 tahun, perkara operasi bukan hal gampang. Terdengar menakutkan hehehe..walaupun seperti kita semua tahu, dunia kedokteran semakin hari ya semakin maju. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan sebenarnya.


Oh iya, terdeteksi katarak sendiri sebenarnya kira-kira 9 bulan yang lalu. Waktu itu mata beliau terasa tidak nyaman. Sehingga, beliau minta diteteskan obat mata. Namun kondisinya kemudian tidak berangsur membaik. Namun saat itu, kami belum sempat memeriksakan lebih lanjut ke dokter mata. Apalagi, setelah itu berbagai penyakit menyerang beliau dan mengharuskannya beristirahat di rumah sakit.

Penyakit pertama adalah masalah usus. Gejala sakit perut yang sagat parah dan tidak akan berhenti 2x24 jam. Atas penyekit ini, ibu sampai 10 hari dirawat di rumah sakit  Sekitar empat bulan kemudian, beliau kembali sakit. Kali ini kondisinya terasa leboh parah karena badan terasa lemah, napsu makan hilang sampai badan yang semakin menyusut. Parahnya lagi, beliau susah sekali untuk diajak ke dokter.

Namun setelah sekitar 10 hari di rumah dengan sakit yang tidak terlalu jelas, kami berhasil “memaksa” beliau ke dokter. Dan ternyata , penyakit diabetes mellitus (diabetes) menyerang beliau. Saat diperiksa, kadar gula darah beliau mencapai 569. Angka yang sangat mengejutkan kami karena menurut dokter bisa saja berimbas pada kehilangan kesadaran.

Atas penyakitnya ini, ibu dirawat selama empat hari di rumah sakit. Pasca dirawat mulailah beliau rutin berobat. Alhamdulillah dijamin BPJS sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya rutin berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, bertemu dengan dokter penyakit dalam yang nyaman dan baik (terima kasih dr. Oldi D SPpd di RS Bhayangkara banjarmasin).

Tentang bersahabat dengan penyakit diabetes ini akan saya tulis dilain waktu deh hehehe..

Ringkas cerita, ibu akhirnya bisa mencapai kadar gula darah 167. Dan dr Oldi akhirnya, berani merekomendasikan untuk operasi mata (katarak). Besok harinya, kamipun menyambangi dr Ali Faisal, spesialis mata RS Bhayangkari Banjarmasin. Diukur kadar gula darahnya, tiba-tiba naik lagi menjadi 200-lebih (lupa persisnya).

Dr. Ali menyarankan untuk menurunkan gula darah dengan konsumsi obat dan menjaga pola makan agar gula darahnya kembali stabil. Ahamdulillah, Senin 2 September sudah ada “pengumuman” tentang operasi yang akan dilaksanakan 3 September jam 14.00.

PROSES dan PASCA OPERASI

 
paska operasi (dok : pribadi)

 

Proses operasi ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Sampai rumah sakit , pasien diberi tanda diatas mata yang akan dioperasi. Kemudian beberapa kali diberi obat tetes. Karena ruang operasi terbatas, “ rombongan “ dengan lima orang antrian pasien katarak, baru mulai di operasi jam 18.30 atau habis magrib. Ibu saya malah kena giliran jam 20.30. kebayang lama banget nunggu ya (dari jam 2 siang).

Operasi berlangsung kira-kira 1 jam, sudah termasuk istirahat pasca pasien operasi. Keluar dari ruang operasi, mata sudah ditutup sebelah. Dan diberi semacam panduan yang harus dilakukan selama seminggu:

KONTROL BESOK HARINYA
Besoknya wajib kontrol untuk lepas perban dan diberi obat tetes. Oh iya ada 4 macam obat yang harus rutin diberikan termasuk obat tetes mata dan antibiotik.

MATA DITETES 6x SEHARI
Kelar operasi mata terlihat memerah. Agak serem juga lihatnya. Tapi kemudian setelah ditetes, merah di mata sedikit demi sedikit berkurang. Tetes mata berlaku selama dua minggu. Pokoknya diatur aja sekitar tiap tiga jam untuk ditetes secara rutin.

MEMAKAI KACA MATA TERMASUK KETIKA TIDUR
Tujuannya untuk menghindari debu masuk ke mata dan sinar yang terlalu terang (dari lampu). Kacamata juga disarankan ketika melakukan berbagai kegiatan.

DILARANG MENGANGKAT BEBAN 10 kg atau LEBIH
Memperlambat penyembuhan karena beban yang diangkat terlalu berat.

DILARANG TERKENA AIR DAN SUJUD
Terkena air tidak boleh selama dua minggu pasca operasi. Sedangkan sujud (ketika solat) dilarang selama seminggu tetapi lebih aman setelah dua minggu baru solat dengan kondisi normal. Ibu saya sih berwudhu dengan tayamum atau mencuci bagian yang bisa saja (kecuali mata). Sedangkan solat bisa dengan cara duduk.

Demikianlah lima hal yang harus dilakukan pasca operasi. Semoga ada hikmahnya ya buat semua..Aamiin  

12 komentar:

  1. kemaren nenek saya juga baru op ketarak. beliau untungnya cukup patuh dengan semua anjuran dokter, termasuk memakai kaca mata dan untuk tidak sujud dulu, jadi sholatnya duduk saja.
    terimakasih tulisannya ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya @putri. selama ngikutin anjuran, aman kok hehe

      Hapus
  2. Ibu sy jg kena diabetes kak, doain yah mdh2an beliau sembuh.
    Btw smga sehat selalu ntuk ibunya yg sdh operasi katarak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa @ainhy, kita sama-sama mendoakan ya. mama aku juga dah setahun an diabet juga.thanks ya

      Hapus
  3. makasih infonya, kak. ternyata kalau operasi mata dilarang angkat beban juga ya. baru tahu nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mb @antung. dilarang angkat beban juga. takut lelah kali ya

      Hapus
  4. Mbak enny ini biaya katarak gratis atau yg bayar sendiri? Soalnya banyak kan sekarang operasi katarak gratis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya @rima. ini operasi nya pakai BPJS. gratis nggak ya itu, soalnya kan kita bayar iuran BPJS nya hihihi. oh ya, kalau berbayar sekitar Rp 5 juta an di Bjm "pasarannya"

      Hapus
  5. Proses pemulihan ternyata sama pentingnya dg proses pengobatan ya. Semangat, semoga ibunya cepat pulih Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mb @rindang. aamiin. InshaAllah segera sembuh ..

      Hapus
  6. Dulu alm. Papah juga operasi ini mba,karena Eny kurang tau jadi istirahat total biasa aja sih 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya en, istirahat total juga bagian dari terapi penyembuhan kali ya. tks ya

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)