![]() |
| foto : suryakabar.com |
Kereta Dharmawangsa Ekspress berhenti dimana saja?
Salah satu transportasi yang paling menarik buatku sih adalah naik kereta api. KA yang jarak jauh selalu ada kesan tersendiri.
Well, cita-cita buat naik kereta api lagi akhirnya terwujud. Kalau tak salah ingat, `terakhir naik kereta antar kota antar provinsi gini di 2023. Udah cukup lama juga.Makanya kemarin ketika ada rencana naik kereta lagi, lumayan exicited hehe.
Ceritanya kami akan ke Jakarta dari Surabaya. Kereta apa yang mau dipilih? hmm..liat-liat di aplikasi KAI ada beberapa kereta yang ready ditanggal yang dimaksud. harganya mulai 310.000 an. Sebelumnya sempat lihat juga kereta yang ekonomi, Airlangga, yang harganya 100.000an lebih dikit. Tapi tentu sedikit melelahkan naik KA ekonomi ini apalagi jarak jauh.Apalagi ini sama si bontot naik keretanya, kalau sendiri dan lagi pengen backpaceker-an kayaknya gass aja hehe..
Memutuskan mencari kereta lainnya. Tersedia 2 macam jenis kereta dengan jam berangkat yang lumayan mirip. Kereta malam !! yang satu kertajaya berharga 310.000 dan dharmawangsa ekspress 320.000. Dan review, si anak perempuan yang memang sudah bolak balik naik kereta, dharmawangsa ekspress jauh lebih nyaman. Eh benarkah? katanya cuma beda 10.000 tapi kenyamanannya berbeda jauh. Apalagi buat perjalanan 10-11 jam. Baiklah kita pilih yang dharmawangsa express !!
Review Dharmawangsa Ekspress (KA 165)
Info dari googling, Dharmawangsa Express merupakan kereta eksekutif dan ekonomi new generation. Rutenya Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi dan sebaliknya. Dharmawangsa sendiri diambil dari nama raja terakhir kerajaan medang yang memerintah pada akhir abad ke-10 sampai awal abad ke-11 yaitu Dharmawangsa Teguh.
![]() |
| kereta dharmawangsa malam itu |
Btw kita tak sedang berbicara sejarahnya dulu, yang mungkin akan lebih panjang lagi. Intinya akhirnya kami memilih kereta dharmawangsa ekspress untuk jurusan Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen Jakarta. Sampai di sta pasar Turi jam 10 an malam, habis itu nge print boarding buat masuk ke kereta.
![]() |
| sabar nunggu kereta (dok pribadi) |
Kesan pertama, kereta ini bersih, tapi memang semua kereta KAI sekarang ya bersih sih ya. Kursinya juga warna biru, enak dipandang. Namun secara umum ada beberapa kelebihan kereta ini, Yang paling mantap KA Dharmawangsa Ekspress (165) sudah menggunakan rangkaian Ekonomi New Generation Modifikasi dengan formasi tempat duduk 2-2 (AB-CD) searah.
Jadi tidak drama, naik kereta jarak jauh yang berhadap-hadapan itu duduknya sama orang tak dikenal atau pusing karena duduknya searah kereta mundur hehehe..
Kelebihan kedua menurut aku adalah soal lebih lega di posisi kaki. Yah, walaupun terhitung masih kereta ekonomi juga beli tiketnya, kaki kita lumayan lega karena jarak antar kursi lumayan jauh. kemudian kursi juga bisa ditidurin tapi untuk yang ini aku tak melakukannya sih.
Kelebihan ketiga, AC nya pas. Tidak dingin amat namun juga tak panas. Mungkin sudah di setting untuk 70 orang an dalam satu gerbong ya
Untung barang bawaan, seperti biasa, barang-barang kita diletakkan diatas ya, membuat lebih nyaman tentunya. kecuali barang yang lumayan penting kayak laptop atau makanan cemilan selama di kereta, ada baiknya di deket kaki saja.
Fasilitas lainnya biasa saja sih. Kayak ada toilet yang bersih atau tempat buat ngecas hape dekat kursi. Tentu juga ada restorasi buat makan-makan di kereta.
Stasiun Tempat Berhenti Dharmawangsa Ekspress
Oh iya buat yang belum tahu, KA Dharmawangsa Ekspress turun dimana atau berhenti di beberapa stasiun. Kalau dari Surabaya pasar turi, stasiunnya adalah surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Ngrombo, Semarang Poncol, Weleri, Pekalongan, Tegal, Brebes, Tanjung, Babakan, Cirebon Prujakan, Haurgeulis, Pegaden Baru, Bekasi, Jatinegara, dan berakhir di pasar Senen Jakarta.
Turun Jatinegara Saja Juga Boleh
Tapi, aku sendiri turunnya di Jatinegara sih biar memudahkan untuk melanjutkan KRL ke depok. Biasanya turun Jatinegara, lalu ngambil KRL yang kearah Manggarai dulu. Hanya dua stasiun kok menuju Manggarai yaitu stasiun Matraman lalu manggarai.
Dari Manggarai transit dulu, lalu nyari peron yang ke arah Depok atau Bogor, lanjut KRL kearah tersebut. Jangan lupa, kalau ragu bisa bertanya dengan petugas.
Dibalik banyak kelebihannya menurut aku sih satu kekurangannya hehe : nggak ada mushola nya.yah siapa tau kedepannya bisa dipikirkan buat ada mushola di kereta biar enak yang mau sholat-sholat. heheh walau sambil duduk juga bisa sih sholatnya :)
Yang unik, hari itu kereta sebenarnya lumayan kosong. Cuma beberapa menit sebelum keberangkatan tiba-tiba puluhan TNI masuk kereta. mereka menuju senen juga dan kemungkinan tidak perlu membeli tiket. Soalnya setiap ada penumpang yang naik dari stasiun yang dilalui dan punya tiket mereka harus berdiri atau mencari kursi lain yang kosong. Konon jumlah mereka 280 orang hehe
![]() |
| penuh TNI hmmm.. |
Tapi seru sih bersama mereka malam itu.berasa aman hehe..
Sekian dulu reviewnya.Semoga bermanfaat









Posting Komentar
Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih