Rabu, 03 Oktober 2018

GEN Y, siapa mereka?



  

Pernah mendengar tentang kekuatan Gen Y? Ya benar. Mereka ini yang disebut generasi milenia dan ada juga yang menyebut Gen Youtube. Mereka disebut-sebut akan menguasai berbagai bidang di dunia.
Saat ini beberapa diantara mereka sudah menapak jalan kesuksesan di usia yang teramat belia. Beberapa lagi diantaranya sudah meniti karir menuju masa depan yang gemilang.

Menurut sebuah survei 49% pekerja Indonesia kini adalah kaum milenial. Siapa sebenarnya mereka? Mereka ternyata adalah orang-orang yang lahir di antara tahun 1980-1996.Yang unik, karakter mereka berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga perusahaan, khususnya mereka yang bergerak di bidang SDM harus siap-siap merubah strategi pengelolaan karyawannya. Apa lagi ciri khas generasi ini berbeda dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
          Yuk kita list apa saja yang menjadi ciri dari generasi ini.

          Pertama, antara lain adalah memiliki karakter kritis terhadap sebuah isu dan setia terhadap brand yang menurut mereka memiliki value tersendiri. Hal ini didorong oleh maraknya media sosial di Indonesia. Sebuah isu bisa saja menjadi trend yang tidak bisa dibendung bahkan oleh pemerintah sekalipun.
          Kedua, rata-rata dari mereka berpendidikan tinggi dan memandang dunia dengan cara yang berbeda. Tidak heran mereka mempunyai wawasan berpikir yang luas dan melibas generasi sebelumnya.
          Ketiga, mereka adalah generasi yang haus akan pencapaian (achievement). Mereka membutuhkan tantangan tersendiri. Pekerjaan yang dianggap kurang tantangan pasti akan mereka tinggalkan. Perlu bagi perusahaan untuk selalu memberikan tantangan baru sekaligus reward yang jelas bagi generasi ini.
          Keempat, mereka memiliki empati yang tinggi. Empati inilah yang mendorong banyak generasi ini bergabung di berbagai komunitas yang siap membagikan ilmu, keahlian bahkan uang sekalipun.
          Kelima, mereka adalah generasi pembelajar, mudah beradaptasi dan bertanggungjawab. Jangan meremehkan generasi ini kalau mereka belum bisa mengerjakan sesuatu. Mereka dengan mudah belajar sesuatu baru. Mereka belajar dengan bantuan google, youtube dan internet.
          Begitupula dengan adaptasi. Buat mereka bukan hal yang sama sekali sulit. Apalagi buat mereka yang biasa merantau, adaptasi bukan hal yang sama sekali sulit. Bagi mereka, tanggungjawab terhadap pekerjaan merupakan hal biasa dalam karir.
          Enam, mereka mungkin hanya bekerja 12 bulan saja. Tidak percaya? Sudah banyak penelitian yang membuktikan hal ini. Salah satu penyebabnya adalah mereka merasa sudah tidak ada tantangan dalam pekerjaannya. Mereka juga merasa perusahaan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang.
Tentu saja karakter yang ada pada generasi Y ini merupakan tantangan bagi SDM untuk  membuat mereka “bekerja optimal” bagi perusahaan dan lebih loyal lagi. Siap?     


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar