Jumat, 02 November 2018

JANGAN KORBANKAN INI DEMI PEKERJAAN KAMU


Membayangkan bekerja pergi Subuh pulang habis Isya sungguh menyeramkan. Apalagi bila punya bos ajaib. Mengharuskan datang sepagi mungkin dan pulang semalam mungkin. Ada bos kayak gitu? Tentu saja ada temans 

Namun realitas itulah yang ternyata harus dijalani banyak orang. Entah karena memang menyenangi bekerja (workholic) hingga mereka yang membencinya tetapi tetap harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Menyedihkan,tetapi itulah realitas.





Bila Anda memang belum ada jalan lain untuk mengubah nasib selain tetap bekerja di perusahaan tersebut, tidak mengapa. Teruslah bekerja dengan baik sambil mengasah keahlian dan kemampuan lain hingga suatu hari Anda mudah-mudan bisa merubah nasib. Tentu saja, upaya jangan seadanya. Harus ada upaya ekstra keras untuk menambah skill dan kompetensi.


Tetaplah bekerja keras dan berdedikasi bagi perusahaan. Apalagi kamu masih bekerja di perusahaan tersebut bukan? 

Namun jangan lupakan hal-hal berikut, sesibuk apapun Anda bekerja.

Pertama, keluarga. Kalau ada yang mengatakan harta yang paling berharga adalah keluarga, itu benar adanya. Kalau ada apa-apa dengan kamu karena kelelahan bekerja, atau sakit berat, siapa yang direpotkan? Bukan kantor -- meskipun telah memberi asuransi --. Yang direpotkan dan kena imbasnya adalah keluarga. Oleh karena itu jangan pernah lupakan keluarga. Berikan waktu berkualitas dan dengan kuantitas yang cukup kepada mereka.

Kedua, kesehatan. Banyak orang yang tidak sempat punya waktu berolahraga dan menjaga kesehatannya. Selagi muda memang tidak terasa apa-apa. Sudah agak tua sedikit, rasa sakit pasti akan menghampiri. Upayakan ada waktu untuk berolah raga dan menjaga kesehatan secara rutin. Termasuk menjaga kualitas makananmu.

Ketiga, beribadah. Yuks mariii..jangan sampai kesibukan bekerja sampai melupakan kewajiban kita kepada-Nya. Kalau bisa dibalik. Ini merupakan hal paling utama dari kehidupan kita. Jangan pernah lupakan Tuhan, dalam keadaan apapun.

Beribadah dan berdoalah agar kehidupan selalu penuh berkah dan mudah-mudahan rejeki berlimpah. Ingat, rejeki bukan dari kantor tapi dari Tuhan loh..

Keempat, bersosialiasi dan mempunyai teman. Ini juga merupakan hal yang tak kalah penting dan akan membawamu pada keseimbangan kehidupan.

Mungkin, saking sibuknya kamu, Kerjaan kamu hanya seputar kantor dan urusan rumah. Demikian pula pikiran kamu, hanya soal kantor. Haduh, jangan sampai seperti itu. Seimbangkan hidup dengan sosialisasi dan memiliki banyak teman.


sosialisasi dengan tetangga (dok :pribadi)


Bisa teman-teman semasa SMA, kuliah , lingkungan tetangga sampai teman pengajian. Teman apa saja boleh asal baik dan positif. Ingat, kantor dengan gampang melupakan kamu bila kamu tidak lagi bekerja. Tetapi keluarga dan teman sejati tidak akan pernah melupakan dan akan menerimamu apa adanya.

Sudah siap menyeimbangkan hidup?

4 komentar:

  1. Bener bener bener... Harus seimbang ya mbaa. .. Karena rezeki itu bukan semata gaji aja, tapi juga iman, kesehatan, keluarga, dan teman,jadi harus adil juga

    BalasHapus
  2. Duh reminder banget ini untuk selalu mengutamakan keseimbangan dalam hidup. Kerja, keluarga dan kehidupan sosial harus ada porsi yang seimbang ya

    BalasHapus
  3. ku sedih, kehidupan kerja dan sosialisasiku gak seimbang hwaaaa

    tiga bulan di banjar belom banyak temennya, sad :(

    BalasHapus
  4. Siap!Keempat hal tersebut tentu adalah hal terpenting dalam hidup dibanding pekerjaan. Meski tak dapat dipungkiri, dalam kegiatan sehari-hari waktu banyak terpakai untuk bekerja terutaama di luar rumah.

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar