Rabu, 17 April 2019

MERENCANAKAN BIAYA PERNIKAHAN DALAM WAKTU DEKAT



Kamu akan menikah dalam waktu dekat? Siap-siap dengan rencana biaya pernikahan. Yang (katanya) semakin mahal. Bagaimana merencanakannya?

Assalamualaikum,
Alhamdulillah bisa menulis lagi di sela-sela padatnya jadwal hehehe. Maklumlah, emak-emak dengan segudang kesibukan. Baiklah, kali ini saya ingin berbagi soal merencanakan biaya pernikahan dalam waktu dekat. Maksudnya? Ya, dalam waktu dekat. Kisaran waktunya antara 6-12 bulan mendatang.

Tentu tulisan ini ditujukan buat mereka yang belum menikah. Bukan buat mereka yang sudah menikah tapi ingin menikah lagi.Hmmm..

Membicarakan soal pernikahan mungkin tidak perlu berkaca terlalu jauh. Misalnya sampai kepikiran pernikahan seheboh Reino Barack dan Syahrini yang konon dengan mahal 40 miliar. kebayang lah buat pernikahan tersebut berapa miliar lagi yang dikeluarkan .hehehehe..orang kaya, jadi ya bebas aja.

Saya sendiri juga teringat pernikahan sodara belum lama ini. Karenanya suaminya berasal dari keluarga yang lumayan kaya, pernikahan digelar lumayan mewah di sebuah gedung dan diselipi upacara adat yang lumayan (ribet). Menurut saya.

Oh iya, di beberapa wilayah lain di Indonesia, pernikahan juga harus mahal karena memang banyak rangkaian upacara adat yang tidak bisa dilanggar begitu saja. Dan ketika dilanggar, itu berarti sudah melanggar norma sosial kemasyarakatan. 

Ribet? Pastinya. Cuman ya begitulah. Sanksi sosial terkadang tidak semudah membalik telapak tangan untuk dilanggar hehehe. Baiklah mari saling menghormati cara pernikahan orang lain dan tidak perlu nyinyir hehehe.

Adik ipar saya sendiri akan menikah dalam beberapa bulan kedepan. Adik ipar saya berpropesi PNS/ASN sedangkan sang calon istri adalah guru SDIT. InshaAllah pernikahan akan dilaksanakan di rumah saja. Akad Nikah di rumah sang perempuan, dan resepsi di rumah mertua saya. Rencananya pernikahan akan dilangsungkan sederhana saja dan hanya mengundang keluarga besar dan kerabat (catatan : keluarga besar di Sumatera saja sudah sangat banyak sekali hehehe).

Yah memang. Soal mau mewah atau mau sederhana memang tergantung yang punya hajat. Mau seperti apa bukan? Kembali lagi, semua juga tergantung budgetnya. Pernikahan secara sederhana tentu saja membutuhkan dana yang lebih sedikit dibanding pernikahan yang dilangsungkan secara besar-besaran. 

Sekali lagi, semuanya tergantung kepada yang punya hajat.
Baiklah, akan kita uraikan satu per satu bagaimana merencanakan biaya pernikahan. Teruama dalam kisaran waktu 6-12 bulan.

MENABUNG

Tentu saja cara yang paling cepat adalah menabung dan menyisihkan sejumlah penghasilan kamu. Kalau kamu seorang pekerja yang mengandalkan gaji, sudah saatnya memisahkan gaji diri sendiri dan pasangan.

Terserah sih bagaimana baiknya. Yang jelas ada komitmen kedua belah pihak untuk menabung terutama untuk budget yang besar. Misalnya gedung dan katering. Lalu ada biaya untuk pemotretan, undangan dan suvenir dan lainnya.

ANGGARAN BAJU PENGANTIN
Ini tidak bisa dianggap remeh. Salah satu anggaran penting yang harus cukup dialokasikan adalah baju pengantin. Sebenarnya bila dana tidak memungkinkan, baju pengantin bisa dengan sistem sewa saja.
Lakukan penghematan sebisa mungkin, karena jika membuat sendiri harganya cukup mahal. Namun apabila kamu cukup mengenal penjahit dengan kualitas bagus dan harga erjangkau tentu tidak ada salahnya menjahit baju pengantin.
Aegera lakukan pemesanan supaya harganya tidak naik. Karena jika memesan gaun pernikahan dalam kondisi terburu-buru tentu harganya lebih mahal dan hasilnya pun kurang maksimal.

JANGAN BANYAK NONGKRONG ATAU JALAN-JALAN

Demi memperbesar jumlah tabungan, usahakan jangan terlalu sering jalan atau nongrong. Jalan di akhir pekan paling tidak akan menghabiskan uang setidaknya Rp100.000. Padahal dalam setahun ada 52 pekan.  Jika setiap pekannya diganti dengan hanya berada di  rumah dengan nonton DVD atau sesuatu yang tidak membutuhkan biaya, maka uang sejumlah Rp 5.200.000 bisa dihemat dan digunakan untuk proses pernikahan.

PERLUKAH PRE WEDDING?

Bagi beberapa orang prewedding hal yang penting. Tapi bagi sebagian yang lain sesuatu yang tidak terlalu penting. Pikirkan baik-baik bersama pasangan apakah memang perlu photo prewedding atau tidak. Kalau memang merasa tidak perlu, lumayan kan budgetnya bisa dihemat untuk pernikahan atau kebutuhan paska pernikahan nantinya.

 

USAHA SAMPINGAN

Mengumpulkan uang dalam waktu singkat untuk menikah tentu saja bukan hal mudah. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mencari usaha sampingan untuk memenuhi hal yang sering muncul secara tidak terduga. Maksimalkan kelebihan kamu unuk mencari penghasilan tambahan. Cari peluang sebanyak mungkin.

 

CARI REfERENSI

Jangan lupa untuk minta rekomendasi vendor kepada teman atau keluarga lain yang sudah menikah. Misalnya dimana dekorasi yang bagus dan recommended. Soal dekorasi ini sangat berkaitan dengan konsep pernikahan yang kelak akan kamu gunakan.
Bagitu pula dengan souvenir. Cari  rekomendasi rekan-rekan kamu. Pilih yang berguna seperti bibit tanaman, benda pecah belah, atau alat kecil multifungsi sehingga dapat dibeli dan disiapkan jauh-jauh hari.

GUNAKAN JARINGAN PERTEMANAN

Mungkin kamu memiliki teman yang bisa mendesain grafis maka bisa dimintai tolong mendesain undangan. Demikian pula teman yang bisa diandalkan menjadi fotografer, bisa dimintai bantuan. Sebagian teman akan memberikan diskon bahkan bisa jadi tidak mau dibayar.

2 komentar:

  1. Setuju banget sama perencanaannya. Poin poin seperti prewedding sebenarnya bukan hal penting, tapi semacam jadi kebiasaan.


    Salam
    diahestika.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bener bgt mbak. Tapi kadang ada org butuh soal pre wedding. Soalnya fotonya mungkin buat dipajang diacara. Tergantung yg punya hajatan deh

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar