Jumat, 29 Maret 2019

MEMPERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN MASUK PESANTREN (2)

dana pendidikan pesantren harus disiapkan (dok : daarelqolam)


Masih soal mempersiapkan dana pendidikan masuk pesantren. Diperlukan banyak dana baik sebagai uang pangkal ketika masuk maupun perlengkapan ketika awal di pesantren.

Assalamulaikum,

Hallo. Seperti janji di tulisan sebelumnya, kali ini saya akan berbagi tips mempersiapkan dana pendidikan anak masuk pesantren. Ya, memasukan anak ke pesantren memang cita-cita banyak orang tua. Tujuannya satu. Anak akan lebih banyak memahami ilmu agama, memiliki kemandirian sekaligus memahami ilmu umum.

Pesantren sendiri bermacam-macam ; ada pesantren tahfiz, pesantren sarungan, pesantren salaf, pesantren modern dan masih banyak lagi.

Namun, cita-cita tersebut kadang-kadang mengalami tantangan. Bukan hanya karena susahnya menyatukan pendapat antara orang tua dan anak, tapi juga persoalan biaya yang tidak sedikit yang bakal dikeluarkan.

Berapa dana yang dibutuhkan untuk memasukkan anak ke pondok pesantren (boarding school )? Sebenarnya biayanya beragam. Tergantung lokasi, fasilitas dan banyak hal lainnya. Namun yang jelas, dengan persiapan yang baik semuanya inshaAllah bisa terselesaikan.      

Dana memasukkan anak ke sebuah Pondok Pesantren biasanya meliputi
-      Uang Pangkal (uang gedung/ sedekah uang pembangunan)
-      Uang buku-buku selama 1 tahun
-      Uang seragam
-      Uang pembelian kasur/lemari/ dan beberapa hal yang diperlukan
-   Dana lain-lain (persiapan yang harus dibawa anak, baju-baju pribadi anak, perlengkapan sholat/ ibadah, perlengkapan pribadi lainnya).

Sedangkan uang gedung/uang masuk yang harus dibayarkan berkisar Rp Rp3,5jt – Rp 20jt keatas tergantung kebijakan masing-masing sekolah. Biaya pesantren di Jabodetabek pasti berbeda dengan biaya pesantren di daerah Jawa. Jadi silakan pilih yang sesuai dengan kantong dan sistem pembelajarannya.

PERSIAPAN DANA

Persiapan dana tentu saja harus ada. Apalagi kalau pesantren yang kita inginkan tersebut cukup mahal dengan pola pendidikan yang kita yakini bagus dan sesuai dengan tujuan awal tadi.

Bagaimana menyiapkan dananya? Sebenarnya sama saja dengan menyiapkan dana pendidikan ketika anak ingin di sekolahkan dimanapun. Ada berbagai cara yang bisa ditempuh.

Tabungan Biasa

Yes. Siapapun sudah mengenal ini. Kamu boleh menabung dimana aja. Kalau mau di bank bolehlah apalagi bank syariah, sekarang banyak jenis dan keuntungannya. Di beberapa bank juga ada fasilitas tabungan atas nama anak.

Selain lebih mudah, tabungan dianggap bisa memberikan kepastian, keamanan dan dapat ditarik kapan pun dibutuhkan. kamu hanya perlu komitmen pribadi untuk mendisiplinkan diri dengan menyisihkan sejumlah uang ke tabungan. Oh iya selain di bank, kamu juga bisa menabung di celengan atau dimanapun yang dirasa aman.

Tabungan Pendidikan

Tabungan ini memberikan fasilitas asuransi jiwa loh biasanya. Jadi kalau kamu telah tiada, sebelum anak menempuh pendidikan, target dana pendidikan tetap akan tercapai.

Oh ya, bagaimana kalau ternyata kamu tidak lagi mampu mencicil tabungan tersebut karena ada masalah ekonomi? Tenang, biasanya uang yang sudah Anda cicil selama ini akan kembali masuk ke tabungan utama Anda. Tentu saja dengan sejumlah potongan untuk administrasi.

Asuransi Pendidikan

Mirip tabungan pendidikan, tapi prosesnya lebih rumit sedikit. Misalnya kamu mengambil asuransi pendidikan dengan premi selama 15 tahun dengan asumsi asuransinya akan cair sebanyak tiga kali yaitu saat anak tamat SD, tamat SMA dan masuk perguruan tinggi. Nah, diluar tiga hal tadi, asuransi itu tidak akan cair lagi. Namun bila meninggal dunia, premi sudah menjamin pendidikan anak.

Investasi Reksadana

Untuk yang masih pemula soal investasi, kamu bisa mencoba melakukan investasi kecil-kecilan dengan reksadana yang risikonya kecil tapi keuntungannya lumayan.


Deposito

Bila kebetulan kamu memiliki sejumlah uang , entah dari gaji, usaha atau warisan, tidak ada salahnya didepositokan uang tersebut untuk biaya pendidikan anak. Cara ini dianggap cukup jitu karena deposito tidak bisa dicairkan sesuka hati dan bunganya cukup bagus dibanding tabungan biasa.

Menyimpan Emas

Sejak dahulu orang tua kita kita menyimpan emas yang dapat dicairkan saat dibutuhkan. Cara ini bisa saja kamu contek untuk memastikan anak-anak mendapatkan simpanan dana untuk pendidikan mereka di kemudian hari.

BACA JUGA : MENGAPA HARUS MENABUNG EMAS

Yang jelas ketika kita memutuskan anak akan disekolahkan ke pesantren, tentu harus ada persiapan dana yaa..jangan tiba-tiba bingung sendiri. Memang sih dana bukan segalanya. Kemauan jauh lebih utama. Tapi alangkah lebih baik bila kita sedia payung sebelum hujan bukan. Sedia dana sebelum saatnya tiba. 

Terakhir saya ingin mengutip pesan KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor.

"Manja itu yang akan menghambat masa depan anakmu karena nanti mereka gak bisa mandiri, gak paham agama, gak ngerti Quran, gak punya akhlaq, ujung – ujungnya gak bisa jadi jariyahmu kalau kamu mati. Anak mau masuk pondok apalagi menghafal Quran gak usah di tangisi. Itu rezeki, kamu harus bersyukur.
Bayangkan kalau anak – anakmu hidup di luar sekarang, apa iya kamu tega setiap jam 4 maksa mereka untuk tahajud ? apa iya setiap hari kamu ada waktu menyimak setoran hafalan mereka ? coba kamu lihat dirimu sekarang sudah yakin kah kira – kira sholatmu, puasamu, bisa buat kamu masuk surga ? Kalo kamu yakin amalmu bisa menjamin kamu masuk surga yo sak karepmu.
Urusen anakmu dengan budaya bubrah yang sekarang lagi trend di luar sana. Anak – anak  kecil wes podo pinter dolanan hape buka situs apa saja bisa, bangga punya ini itu baju sepatu tas ber merk, lha pas di suruh ngaji blekak blekuk. Di tanya tentang agama prengas prenges…arep dadi opo.. Kamu hanya dititipi mereka, nanti kamu akan di mintai pertanggungjawaban atas mereka. Kiro – kiro kalo anakmu lebih bangga kenal artis artis, lebih bangga dengan benda benda ber merk, lebih seneng menghafal lagu ora genah, gak kenal Gusti Allah, gak kenal kanjeng Nabi, gak bisa baca dan paham Quran gak ngerti budi pekerti.. Lha kamu mati mau jawab apa di hadapan Gusti Allah ? Apa hak mu menghalangi anak-anakmu lebih dekat dengan pemiliknya dengan jalan tholabul ilmi di lingkungan yang mendukung mereka menjadi lebih arif dan berbudi ? Kamu hanya perantara, dipinjami, dititipi, diamanahi…”
(tulisan ini dikutip dari sini)

SEMOGA KEBERKAHAN MILIK MITA SEMUA.AAMIIN







2 komentar:

  1. Semua harus dipersiapkan matang ya mbak, apalagi biaya pendidikan saat ini gede banget..thanks buat tips persiapan dananya...

    BalasHapus
  2. iya bener mbak @Lantana. semua butuh persiapan bahkan bertahun-tahun sebelumnya. Maklumlah kita bukan konglomerat hehehe.

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)