Sabtu, 19 Oktober 2019

ANGKUTAN UMUM BERBASIS LISTRIK, SOLUSI TRANSPORTASI MODERN


Bisa nggak membayangkan , bila transportasi umum seperti Transjakarta semuanya  menggunakan bus listrik? Bukan hanya bebas polusi dan kebisingan. Konsumsi BBM dalam negeripun dijamin lebih hemat.

Assalamualaikum,

Pagi-pagi dan sibuk. Itulah rutinitas saya dahulu, dan mungkin banyak perempuan lain di luar sana. Setelah beres urusan rumah dan antar anak ke sekolah, biasanya saya langsung menuju kantor.

Menuju kantor di daerah Slipi Jakarta Barat, transportasi diawali naik motor yang dititip di stasiun, kemudian naik commuter dari stasiun Depok Baru.
Paling nyaman turun di stasiun Cawang lanjut busway ke Slipi, lanjut lagi naik ojek sebentar menuju kantor. Bisa juga sebenarnya turun dari stasiun Tanah abang. Tapi harus lanjut naik ojek online sampai kantor.

transportasi andalan (sumber:beritasatu dot com)
Sebenarnya sudah ada juga busway dari Depok langsung yang menuju Jakarta. Cuma buat menuju kantor saya, agak kurang pas. Sehingga saya lebih memilih kereta dulu lanjut busway.

Karena panjangnya perjalanan, jangan ditanyakan soal lelah dan padatnya manusia di dalamnya bila naik transportasi umum. Kalau isitilah saya, “injak bumi saja susah”. Saking susahnya berdiri tegak akibat penuhnya kereta dan buswaytiap hari. Khususnya jam-jam pergi kerja dan pulang kerja.

Namun, jujur, saya akui transportasi umum ini semakin lama semakin nyaman. Sejak 2001 menjadi pengguna transportasi umum di ibu kota, saya jelas-jelas melihat banyak sekali perubahan yang terjadi.

Kini, naik transportasi umum berarti akan mendapatkan harga yang murah meriah, bebas macet, AC nya makin dingin dan pelayanannya pun bagus. Apalagi dengan sistem kartu, ketertiban juga terjaga. Buat ibu hamil, lansia dan penyandang distabilitas jangan khawatir,  disediakan  kursi prioritas.

Demikian pula dengan kaum perempuan, ada tempat khusus. Jelas lebih aman dan nyaman. Cuma, tetap harus berhati-hati dong, namanya juga transportasi umum.

Buswaypun demikian. Ke seantero Jakarta, tiketnya tetap Rp 3500,-. Murah banget kan? Nunggunya pun kini tidak begitu lama. Ini katanya sih karena sudah semakin banyak armada busway-nya yang melayani masyarakat Jakarta.

Saat ini, armada Transjakarta sudah mencapai 1458 unit. Di 2019 ditargetkan ada tambahan 2100 unit sehingga sampai akhir 2019, akan ada 3558 unit busway.

Demikian pula dengan jumlah rute. PT Transjakarta saat ini memiliki 163 rute. Nah, sampai akhir 2019 akan menjadi 263 rute atau akan ada penambahan 100 rute lagi. Dengan jalur lintasan 251.2 km dan 260 halte yang tersebar dalam 13 koridor, Transjakartakini beroperasi 24 jam.

Namun, yang mengganjal, Transjakarta dan bus lain di Indonesia masih menggunakan BBM dan jelas kurang ramah lingkungan,  mungkin nggak ya kelak semua menjadi bus listrik saja?

SOLUSI TRANSPORTASI MODERN

Ternyata jawabnya, sangat mungkin. Bahkan Juni lalu, transportasi bus Transjakarta melakukan pra-uji coba tiga bus listrik di Jakarta. Tercatat, ada 13 ribu penumpang yang telah mencoba bus yang didatangkan dari Tiongkok. Saat itu ujicoba memang dilakukan di tempat wisata seperti Monas, Ancol dan Taman mini, hingga banyak yang bisa mencoba.

Dan hasilnya respons masyarakat bagus. Mereka menilai busnya nyaman, tidak ada bunyi bising dan tidak ada knalpot sehingga tidak ada asap.

Sayangnya, penggunaan bus listrik masih terhalang beberapa hal. Salah satunya adalah aturan turunan dari  Peraturan Presiden (Perpres) No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor  Berbasis Baterai  Untuk Transportasi Jalan, yang diatur Kementerian Perhubungan.


regulasi turunan (dokumentasi pribadi)



Tanpa aturan turunan tersebut,  maka bus listrik pun belum memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), plat nomor, dan sertifikat uji tipe kendaraan. Atau dengan kata lain, harus ada aturan turunan dari Perpres, agar bus listrik bisa mengaspal di jalan raya dengan dukungan regulasi yang kuat dari pemerintah.

Bus listrik memang bisa dikatakan solusi transportasi ideal berteknologi tinggi di masa depan. Mengapa Indonesia harus sudah menggunakan mobil dan transportasi umum yang menggunakan tenaga listrik? Ini beberapa alasannya.

1.Sudah banyak negara di dunia menggunakannya

Ini sebenarnya merupakan salah satu alasan menggunakan transportasi listrik. Sudah banyak negara yang ternyata berhasil mengaplikasikan kendaraan listrik ini. Salah satu contohnya adalah Swedia. Negara ini  bukan hanya sudah memakai mobil listrik tetapi pemerintahnya sudah menetapkan beberapa kebijakan terkait mobil dan transportasi listrik lainnya.


mobil listrik (sumber : dokumentasi pribadi)




2.Efisiensi dari sisi pemeliharaan

Mobil listrik ataupun bus listrik akan lebih murah dari sisi pemeliharaan. Bus listik misalnya disebut-sebut lebih ramah lingkungan bahkan nol emisi jika dibandingkan dengan bus transjakarta biasa. Selain itu, biaya perawatan dijamin lebih rendah. Walaupun untuk tahap awal, harga bus listrik jauh lebih mahal dibanding bus biasa. Inilah yang membuat manajemen Transjakarta belum membeli bus listrik, dan memilih bermitra dengan operator. 


Bus listrik (dokumentasi @r.akmal) 


3.Menggurangi penggunaan BBM dalam negeri

Sudah rahasia umum, penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri terus meningkat. Bahkan sejak 2004, konsumsi BBM dalam negeri sudah diatas 1 juta barrel per hari semetara produksinya semakin menurun. Sehingga impor BBM sudah tidak terhindarkan.
Sayangnya penghematan energi dari fosil seperti BBM melalui pemanfaatan energi ramah lingkungan, baru berjalan pada pembangkit listrik, belum menyentuh sektor transportasi, baik darat, kereta api, maupun laut. Padahal pemakaian BBM pada sektor transportasi di Indonesia diyakini juga sangat besar.

4.Menciptakan lapangan kerja baru

Pengisian listrik kendaraan umum atau mobil listrik akan dilakukan di pengisian listrik di fasilitas Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang berada di area publik. Artinya akan ada beberapa tenaga kerja baru yang dibutuhkan untuk chargingstation ini.  Untuk rumah tangga, Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana memberikan insentif berupa penambahan daya secara gratis bagi pengguna mobil listrik dan diskon sebesar 75% bagi pengguna motor listrik. 

charging station bus listrik Transjakarta (sumber : suara dot com)

5.Menggunakan teknologi dua arah

Bus listrik atau kendaraan listrik menggunakan teknologi dua arah (two way communication). Satu arah untuk konsumen. Sehingga mereka bisa mengetahui SPLU yang kosong, SPLU yang tidak memerlukan antrian panjang hingga berapa lama waktu yang dibutuhkan. Sangat menghemat waktu.
PLN juga bisa mengetahui dimana SPLU yang membutuhkan listrik yang lebih banyak. Atau dengan kata lain, daerah yang padat pemakaian mobil listrik bisa diketahui. Dengan demikian pengelolaan pasokan listrik untuk rumah tangga dan kendaraan listrik bisa dikelola dengan baik.

PEMERINTAH BISA BEKERJASAMA DENGAN SWASTA

 

Masalah lain yang menjadi pemikiran adalah soal pendanaan. Bila pemerintah tidak mempunyai cukup dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka bisa melibatkan swasta.
Misalnya utuk membangun pembangkit listrik sendiri di daerah untuk memasok listrik untuk SPLU atau untuk kereta api listrik.
Bisa sudah terwujud, bukan hanya bus yang menggunakan listrik tetapi kereta listrik kelak tidak hanya akan ada di Jabodetabek saja. Daerah lainpun bisa, dengan cara reaktivasi rel yang sudah tidak terpakai atau pembangunan rel kereta api baru. Jadi kereta listrik dan dengan sistem perlintasan kereta secara otomatisasi dengan memakai listrik.
Semoga bus listrik dan transportasi umum berbahan bakar listrik ini segera terwujud untuk transportasi Indonesia yang unggul, bebas polusi, hemat BBM dan menggunakan teknologi yang lebih maju. 

Ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan transportasi di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia unggul? Boleh cek medsos Kemenhub ya

Website Kemenhub : http://dephub.go.id
Twitter : https://twitter.com/kemenhub151


*Tulisan ini diikutsertakan dalam BLOGGER WRITING COMPETITION “Transportasi Unggul, Indonesia Maju” KEMENTERIAN PERHUBUNGAN



Sumber data :
-     Katadata (dot)co (dot)id : "Transjakarta Catat Sudah 13 Ribu Penumpang Menjajal Bus Listrik"
-      Jakarta(dot)bisnis(dot)com : "Transjakarta targetkan tambahan rute & armada pada 2019"
-     Megapolitan(dot)kompas(dot)com : "Bus listrik ramah lingkungan, harga mahal dengan perawatan murah"



30 komentar:

  1. Wah tambah lagi nih solusi transpotasi Bebas polusi dinIndoneDi , semoga pemerintah cepat mewujudkan ya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak, semoga cepat terwujud kayak di LN hehe

      Hapus
  2. Aku liat vlog sapa ya lupa di Jerman apa dimana gitu pokoknya Eropa punya, kendaraan listrik itu udah ada dan ada pos buat charge gitu mba semoga next Indonesia bisa ngikutin yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak di Indonesia sudah ada charge station nya juga. sudah ada beberapa taxi kayak blue bird yang punya kendaraan listrik juga

      Hapus
  3. Aku juga penikmat transportasi umum mbak, karena nggak suka bawa kendaraan pribadi. Paling sering naik KRL dan MRT. Kalau ada bus listrik, bagus banget karena bisa mengurangi emisi gas beracun di udara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sama kita kak diani.penikmat transportasi umum ya

      Hapus
  4. Semoga kendaraan listrik ini bisa diaplikasikan segera di Indonesia, khususnya bus listrik. Benar-benar bisa mengurangi polusi dan penggunaan BBM nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak semoga bisa cepat ada ya dan banyak juga hehe

      Hapus
  5. Iya kalau transportasi listrik saya mikirnya juga jadi gak perlu pakai BBM ya. Polusi udara mungkin bisa diminimalisir. Semoga pembangunan terintegrasi ini semakin cepat bisa direalisasikan secara merata di berbagai daerah di Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya kak okti, semoga pembangunan transportasi juga merata

      Hapus
  6. Waalaikumussalam,
    Mantep banget ini mah kalau diadakan dan tentu saja digunakan, karena sebagai penikmat transportasi umum, aku ingin apa yang aku naiki juga memberikan kenyamanan. Polusi nggak bagus buat kulit, kan, apalagi, ya, Mbak, skincare mahal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha skin care mahal.tapi tak semahal tiket bus mbak..

      Hapus
  7. Oalah aku baru tau "SPBU" nya mobil listrik itu charging station yaa. Kupikir ngecharge sendiri dimana gitu hehe. Memang Kalo dipikir sudah saatnya nih mobil listrik up kembali seperti zaman Pak Dahlan Iskan.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah ya transportasi kita yaitu angkutan umum (sama pengguna sarana transportasi publik juga daku, kak haha) makin lebih baik. Daku belum pernah coba bus listrik, rasanya kek apa ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasanya mirip bus biasa, cuman mengurangi polusi aja karena nggak pakai bbm kak

      Hapus
  9. Aku ama keluarga nunggu bgt mobil listrik nih pokoknya transportasi berbasis teknologi modern, biar gak ketergantungan ama bbm, ngurangin polusi dan emisi karbo

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak, kita semua nunggu transportasi Indonesia yang lebih maju ya

      Hapus
  10. Alhamdulillah yah sekarang transportasi Indonesia membaik dibandingkan dahulu, jadi seneng yah.

    BalasHapus
  11. Keren banget nih indonesia kalo bus2nya juga pake listrik jadinya bukan hanya kereta. Entah nunggu berapa thn lagi bisa kayak Swedia haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga gak nyampe lima tahun lagi ya, Indonesia udah kayak Swedia juga :)

      Hapus
  12. Wah, kalau beneran sudah bisa beroperasi, bakal jadi solusi yang bagus, ya, Mba. Apalagi kalau memang nol emisi, semoga bisa mengurangi dampak ke lingkungan yang kadanvg kita mikirnya udah enggak terhindarkan lagi dengan tuntutan transportasi masa sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak enak kan kalau bebas polusi juga.kita jadi sehat hehe

      Hapus
  13. Memang salah satu kelebihan transportasi listrik itu adalah non emosi jadinya lebih ramah lingkungan. Semoga pasokan listrik di Indonesia akan tetap terjaga ya agar kita bisa menikmati kenyamanan dari kecanggihan transportasi listrik ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya pasokan listrik tentu harus stabil juga.bener itu kak

      Hapus
  14. Wah sebenernya ini solusi yg bagus ya.. Semoga beneran segera terealisasi.. Kan sisi positifnya bisa mengurangi dampak ke lingkungan krn mengurangi pemakaian BBM.. apalagi skrg BBM jg mulai langka..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahah iya kak Aldila, BBM langka tapi kita perlu banget ya sekarang

      Hapus
  15. Semoga aja transportasi umum makin banyak disini biar mengurangi polusi dan kemacetan. Plus, kalo bisa pengguna kendaraan pribadi dibatasi biar gak banyak orang kleleran di jalanan dan bikin macet😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah betul kak, tapi masih banyak orang yang terpaksa gunakan kendaraan pribadi karena angkutan umum masih terbatas ya

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)