Kamis, 17 Oktober 2019

IDE UMROH BACKPACKER DENGAN NYAMAN



Ide ini sebenarnya sudah lama. Umroh dengan cara backpacker aja. Jadi tidak perlu jasa travel agent. Kebetulan diantara kami ada yang sudah pernah umroh.

Assalamualamualaikum,

Umroh backpacker? Jujur, sebenarnya saya belum pernah kepikiran. Seorang teman baik saya sejak SMP, mengajukan ide ini dalam sebuah kesempatan. Kata dia, sebenarnya prinsipnya sama saja dengan backpacker-an ke tempat lain. 

Cuma ketika umroh, ada beberapa ritual ibadah yang harus dijalankan. Kemudian dengan cara backpacker bukan hanya dana yang bisa ditekan tapi juga beberapa tujuan yang berdekatan kemungkinan bisa dikunjungi. Misalnya, mengunjungi Palestina.

Artinya kami bisa menjalankan ibadah sekaligus mungkin liburan ke beberapa tempat yang berdekatan.

Kemudian yang menjadi catatan juga,  umroh dengan travel agen biasanya ada beberapa tempat yang akan dikunjungi selama ritual ibadah wajib umroh. Nah, dengan cara umroh backpacker ini, mungkin beberapa tempat tersebut tidak perlu dikunjungi bila dirasa kurang perlu.





umroh keinginan umat muslim (dokumentasi pribadi)


KELEBIHAN UMROH BACKPACKER



# DANA MENYESUAIKAN
Soal dana tentu saja menjadi pertimbangan orang akan akan berangkat ke Tanah Suci. Dana yang terbatas bisa “diakali” mencari tiket promo, hotel yang murah tapi nyaman dan menyesuaikan makanan sesuai kantong selama di Tanah Suci dan perjalanan lainnya.

#BISA MENGATUR WAKTU YANG PAS
Terutama buat pekerja bisa mengatur waktu untuk cuti yang pas atau waktu lain. Buat ibu rumah tangga kayartik saya juga bisa menyesuaikan. Jangan sampai pas anak sedang UTS dan UAS misalnya.

#DAPAT WISATA KE TEMPAT LAIN SEKALIGUS
Ini yang juga kami harapkan. Bisa sekaligus mengunjungi negara seperti Palestina atau beberapa kota di Turki. Tentu harus mempertimbangkan budget dan waktu.

#BISA DAPAT TEMAN BARU
Mungkin umroh dengan cara biasa juga bisa. Tetapi dengan backpaker mau nggak mau harus lebih banyak mencari kenalan,buan? Agar jangan sampai tersesat dan bingung di negeri orang.

#MEMBERI BANYAK PELAJARAN
Bukan hanya pelajaran mengurus macam-macam sendiri tapi umroh dengan cara backpaker juga akan melatih jiwa untuk lebih banyak berserah diri pada kuasa-Nya, sekaligus melatih diri untuk lebih percaya diri dan mandiri. Bukan begitu?

Walaupun demikian tetap saja ada beberapa kelemahan. Misalnya repot mengurus macam-macam, sampai ancaman tidak khusuk dalam beribadah karena sudah repot dan lelah misalnya. Namun percayalah, ketika semua sudah direncanakan dengan baik, niscaya semua akan baik-baik saja.




BEBERAPA HAL YANG HARUS DISIAPKAN


Kami berencana pergi bertiga, dua perempuan dan satu laki-laki. Berangkat rencananya Desember 2019 dengan asumsi saat itu bukan waktu yang favorit dan musim dingin sehingga tidak banyak orang yang ingin umroh di bulan tersebut. Artinya bukan peak season ya. Memang ini yang kami cari hehe.
Untuk merealisasikan ide ini, kamipun mulai mencari informasi apa saja yang harus diurus dan dikerjakan sebagai persiapan.
 
#Menentukan tujuan pasti dan lama perjalanan.

Kami berencana ke Palestina/Turki terlebih dahulu baru melaksanakan umroh ke Saudi Arabia. Kota yang akan dikunjungi adalah Mekkah dan Madinah.  Turki rencana 3 hari dan Saudi Arabia seluruhnya 7 hari.

#Mengurus paspor dan visa
Paspor lebih mudah diurus karena sekarang sudah bisa online dan wawancara di imigrasi terdekat. Sedangkan visa bisa dikatakan susah-susah gampang. Kami harus mengurus bisa melalui Kedutaan. Tapi seorang teman mengatakan  lebih mudah kalau pihak travel agen yang menguruskan  visa. Jadi hanya minta uruskan visa saja dengan biaya tertentu. Sedangkan perjalanannya dilakukan sendiri.

#Menyusun itenary perjalanan
Ini langkah yang harus dengan cermat kami susun. Hal ini juga akan menentukan sukses atau tidaknya perjalanan kelak. Tiga hari Turki dan 7 hari di Sadi Arabia.
 
#Mematangkan perjalanan

Ini tentu saja bukan perjalanan sembarangan tetapi perjalanan religius. Kami harus menyiapkan fisik, mental dan keuangan
Ada beberapa persiapan fisik yang kami lakukan antara lain berolahraga secara teratur. Sedangkan penyiapan mental dengan cara meningkatkan ritual ibadah. Saya memulainya dengan merutinkan lagi ibadah sunnah, memperbanyak sedekah dan tidak lupa minta didoakan orang terdekat. Bagaimana dengan persiapan financial? Kami sudah menhitung secara detail biaya yang harus dikeluarkan. Paling tidak mencakup tiga hal ini :

#Tiket pesawat PP (Jakarta-Turki-Saudi Arabia-Jakarta)
#Hotel (Minimal bintang 3 dengan jangkauan yang mauk akal atau ada transport untuk ke Mesjid Nabawi dan Masjidil Haram)
#Dana selama perjalanan (transportasi, biaya makan, dana darurat)

Untuk liburan sekaligus ibadah ini kami terus terang membutuhkan asuransi perjalanan. Kriteria yang kami cari tidak muluk-muluk. Kami hanya mencari asuransi yang kredibel, berpremi masuk akal dan bisa melindungi dengan maksimal #

Tetap semangat.

32 komentar:

  1. Ma sya Allah, salut Mba, sama ketelatenannya mempersiapkan itinerary. Persiapannya matang banget, yaa, sampai asuransi pun diurus. Dan baru tahu asuransi ini sampai mencakup perlindungan bagasi juga ternyata, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.lumayan lengkap sampai bagasi juga dijamin kalo hilang hehe

      Hapus
  2. Wow Subhanallah, aku belum pernah umroh Backpacker. Untuk hotelnya berarti menyesuaikan dengan budget ya Mba? Karena biasanya hotel-hotel yang dekat Masjidil Haram sudah di-blok untuk jamaah tur and travel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak diany, menyesuaikan budget aja.tapi kalau bisa yang agak nyaman juga soalnya biar nyaman ibadah ya hehe

      Hapus
  3. Pengen banget juga bisa umroh. Kalau perlu sekalian bareng keluarga. Semoga nanti ada kesempatan untuk menuju Baitullah aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin kak Tri, doa yang sama uat aku juga hehe

      Hapus
  4. Wah saya salut sama keberanian ini. Semoga jadi haji mabrur ya dengan umrahnya Desember nanti. Sehat selalu dan selamat kembali ke rumah. Amin.

    BalasHapus
  5. Belum pernah terpikir ternyata umroh bisa backpacker an ya. Emang kayanya lebih praktis kalau backpacker gini dan lebih simple juga, bisa bebas juga kita mau mengunjungi apa aja dan tentunya sekalian ibadah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak mellisa.Tpi tetap ada plus minusnya si..tapi enknya bs menyesuaikan budget :)

      Hapus
  6. Daku pernah lihat dan baca tentang umroh backpacker, sempat ada rasa juga ingin umroh dengan cara itu. Cuma sisi deg-degannya alias belum beraninya masih lebih tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iya kak, ini juga ada keberanian karena temen sudah pernh :)

      Hapus
  7. Sedang menjalani proses nabung untuk umroh backpacker, nih, saya. InsyaAllah semoga dimudahkan.
    Selama tujuannya jelas dan paham, juga disiapkan dengan baca referensi, umroh backpacker bisa jadi pilihan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin,s emoga langkah kita semua dimudahkan ya Kak..semangat

      Hapus
  8. Masyaallah..demi dem wishlist banget umroh backpakker. Harus ngumpulin dana n keberanian pastinya itumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak Marlina. alhamdulillah, mengumpulkan keberanian ini hehe

      Hapus
  9. MashaAllah mbak, jika sudah ada niat dan rezeki dari Allah SWT, kita bisa pergi umroh juga ya walaupun backpaker.. InsyaAllah dengan ikut asuransi bisa lebih nyaman ibadahnya ya.. bismillah, semoga harapan dan impian saya untuk ke tanah suci untuk umroh dan haji bisa terwujud ya mbak.. aamiin YRA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak Elly, inshaAlah lebih nyaman karena ada asuransi sebagai pelindungnya..makasih kak doanya

      Hapus
  10. Pas itu akhirnya berapa mbak biaya totalnya? Misalnya pergi sama anak, nyaman gak mbak pilihan backpacker-an ini? Pengen banget deh bisa umroh mandiri gini, lebih bebas pilih tempat dan waktu gitu kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. budgetnya menyesuaikan mbak. Tapi yang jelas lebih murah dari ikut agent hehehe..tiket juga bisa kita cari yang murah.asal pas waktunya ya

      Hapus
  11. Kayaknya seru dan menantang banget ya kalau umroh dengan sistem backpakcer? Tapi sepertinya kalau saya pribadi lebih prefer pake travel agent, baru setelah ada pengalaman mau coba untuk backpackeran. Kebetulan suami suka juga hehehe. Tapi ternyata penting juga ya ada asuransi. Supaya perjalanan lebih aman dan nyaman juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak annisa, kalau pertama kali sebaiknya emang travel agent dl ya.biar tau dl gmn. semangat kak,s emoga dimudahkan

      Hapus
  12. Keren mbak. Bisa juga ya pergi umrah backpacker gitu, so pasti gak perlu antri lama dan pembiayaannya juga tentu lebih bisa ditekan untuk hal yang penting-penting saja ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak Siska, keuntungannya budget bisa menyesuaikan hehe.semangat kak

      Hapus
  13. Masya Allah tabarakallah mbaa. Aku jadi teringat sebuah buku sekaligus film berjudul umroh backpacker, hehe sepertinya seru dan challenging yaa. Tapi tetap butuh prsiapan ekstra dan penjaganya seperti mendaftar asuransu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul kak, tetap perlu asuransi buat jaga-jaga biar nyaman perjalanan

      Hapus
  14. Alhamdulillah ya mb dengan persiapan yg matang bisa umroh dgn lancar, aku masih ragu mau umroh backpacker tanpa pendamping, semoga Allah segera mudahkan nih jalan menuju Baitullah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin kak @Ria. semoga dimudahkan ya jalan kiya menuju baitullah ya kak..

      Hapus
  15. Hyaa, baca ini jadi mupeeengggg! Ya Allah, kalau umroh backpacker, motongnya bener lumayan banyak ya? Tolong dong mbak, pengalaman yang ini didetailkan lagi, bener2 pengen nyimak akutu

    BalasHapus
    Balasan
    1. inshaAllah kalau dah terwujud aku detail-in yaa. mohon doa kak:)

      Hapus
  16. Ehhh bisa ya mba umrah backpackeran? Wah baru tau nih. Ada crrita lengkapnya gak mba? Maksudnya detai cerita yang khusus umrah backpacker ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. postingan selanjutnya ntar kak Wian. doakan ya kak terwujud ..

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)