Senin, 04 Mei 2020

#FBBKolaborasi Ramadhan Di Rumah Aja, Kekhusukan Tetap Terjaga


Ramadhan #dirumahaja, membuat semuanya terasa berbeda. Sejak hari pertama puasa tahun ini, aura yang terasa sudah berbeda. Ramadhan #dirumahaja juga memunculkan kekhusukkan yang berbeda. Semua kegiatan yang di lakukan di rumah menjadi berarti. Apalagi keluarga kumpul di rumah. Ini cerita Ramdhan  selama #dirumah aja.


 
Ramadhan #dirumahaja
Ramadhan #dirumahaja



Hari pertama Ramadhan tahun ini terasa berbeda. Apalagi ada himbauan pemerintah untuk tetap di  rumah saja dan melakukan social distancing serta memakai masker jika terpaksa harus keluar rumah. Wabah Corona yang menyebar tanpa batasan usia, wilayah dan keadaan, membuat semua harus berhati-hati. Termasuk di kota kami, Banjamasin.

Apalagi sejak 24 April, Banjarmasin resmi memberlakukun PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Artinya, hampir seluruh kegiatan masyarakat dibatasi. Selain wajib memakai masker bila keluar rumah, di beberapa tempat juga sudah ada pos penjagaan polisi yang berkolaborasi dengan satpol PP dan dinas erhubungan. Mereka akan melakukan pengecekan para pengendara motor dan mobil. Motor misalnya, boleh saja berboncengan asalkan mereka terbukti satu rumah , yang dibuktikan dengan KTP yang sama alamatnya. Bila tidak, tentu saja akan menjadi masalah.
Soal masker tentu sudah kita ketahui bersama. 

Masyarakat diminta memakai masker apalagi bila keluar rumah. Masker yang digunakan adalah masker kain saja. Karena masker untuk kesehatan cukup dipakai mereka yang bekerja di bisang kesehatan saja seperti rumah sakit dan puskesmas saja.  
PSBB Banjarmasin juga mengharuskan toko-toko, pasar dan lainnya untuk buka secara terbatas. Jam malam sendiri di Banjarmasin ditetapkan jam 21.00 WITA. Bisa dipastikan sekitar jam 9 malam, banjarmasin sudah jadi “kota mati”.

Namun demikian, tentu saja kita masih mendengar banyaknya pelanggaran-pelanggaran. Salah satu yang sering saya lihat, ya, orang yang malas memakai masker ketika keluar rumah. Entah karena tidak memiliki masker, tidak mampu beli masker (yang harganya terasuk murah) atau memang tidak ada kesadaran untuk benar-benar menjaga diri dan orang lain agar terhindar dari Corona yang sangat mematikan.

RAMADHAN #DIRUMAHAJA


Ramadhan #dirumahaja terus terang membawa arti yang berbeda. Apalagi bagi saya, yang dulu Ramadhan harus diisi dengan bekerja, pergi pagi pulang malam. Buka puasa di rumah juga sangat jarang. Kalaupun keluar dari kantor sebelum magrib, bisa dipastikan buka puasa di jalan atau mesjid yang dilalui. Pada lain waktu, ada buka puasa bersama. Baik atas undangan kantor ataupun undangan kawan-kawan yang selama ini jarang bertemu. Buka puasa bersama  seakan dijadikan momen ketemuan sekalian reuni. Menarik sih.
Jadi ingat beberapa tahun lalu, suami buka puasa di mesjid, eh ketika sholat magrib malah kehilangan laptop. Hehehe. Ternyata bulan puasa, tidak membuat orang semerta-merta jadi jujur..
Namun Ramadhan #dirumahaja yang merupakan FBB Kolaborasi  dari Female Blogger Banjarmasin (FBB) kali ini, memang memberi arti lain. Antara lain soal kebersamaan keluarga yang lebih terasa. 

BUKA PUASA BERSAMA

Dari hari pertama, hanya buka puasa bersama di rumah saja. Bisa dipastikan hari-hari selanjutnya juga demikian. Buka puasa hanya akan di rumah saja. Apalagi memang tidak ada lagi undangan buka puasa bersama tahun ini. Mau buka puasa bersama keluarga di restoran? Kayaknya juga cuma khayalan.
Hampir semua restoran hanya melayani pembelian di bungkus saja dan tidak makan di tempat. Apalagi saat PSBB sekarang. Selain itu yang lebih mengkhawatirkan, kita tak tahu pasti soal kebersihan bila makan di luar. Mulai dari kebersihan makanan sampai kebersihan tempat makannya. (lantai, meja, pintu dan lainnya)

BACA JUGA :

TIPS PUASA SEHAT DITENGAH KEPUNGAN CORONA



SHOLAT BERJAMAAH

Kegiatan lain selama di rumah saja adalah sholat berjamaah. Kegiatan ini rutin kami lakukan, khususnya sholat Subuh, Magrib, Isya, Tarawih Witir. Solat lainnya kadang masih sendiri-sendiri.  

ANGGOTA KELUARGA BANYAK MENGAJI

Mungkin berkah corona juga ya, salah satunya adalah lebih rajin mengaji. Mungkin juga karena waktu luang lebih banyak. Saya pribadi merasa ini benar-benar suatu keberkahan tersendiri.

MEMBUAT MAKANAN ALA RUMAHAN

Ini juga aslinya jarang kami lakukan di waktu-waktu normal. Biasanya mereka semua hanya mengandalkan masakan saya saja. Apa saja diterima apa adanya. Namun ramadhan #dirumahaja kali ini memang berbeda. Lagi-lagi karena banyak waktu luang. Kami membuat mulai nugget ayam dan nugget udang buat menu stok sahur. Kemudian nugget pisang buat cemilan. Tambah lagi rutin bikin es buah tiap hari menggunakan buah apa saja yang lagi ada di kulkas. 


Bagaimana dengan kalian ? Komen ya kalau ada ide lainnya.

Oh ya, buat FBB Kolaborasi terima kasih telah memberi kesempatan untuk berbagi. Semoga bisa berkontribusi pada FBB Kolaborasi berikutnya ya..

Semoga badai cepat berlalu..
Tetap semangat semuanya..




  

17 komentar:

  1. Pandemi ini makin mengerikan ya mbak. Huhu
    Ditempatku juga tiap gang diportal, btw kmrin aku abis bikin nuget ayam juga. Langsung ludes laris manis. Di rumah aja memang bisa bikin nambah skill baru. Hhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh toss kita ka Ella. sama2 bikin nugget hehehe

      Hapus
  2. asiik kegiatan di rumahnya selama Ramadhan
    semakin erat tali kekeluargaan.

    BalasHapus
  3. Asyiknyaaaa, saya nggak banyak yang berubah nih, selain kudu lebih kencengin, manajemen waktunya. Soalnya waktu sangat penting dan makin terbagi.
    Ada waktu yang sebelumny nggak disiapkan kayak sholat tarawih, tilawah dan mengajari atau mengawasi anak tilawah dan hafalan.

    Rasanya kejar-kejaran banget.

    Kalau masalah makanan, masih seperti biasa sih, palingan sesekali beli jajanan aja, nggak ada waktu buat bikin sendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bener ini kak Rey, bulan puasa waktu kayak kejar-kejar an bgt ya, aku juga ngerasa banget...
      alhamdulillah kalau aku masih bisa diselipin bikin makanan sendiri hahaha

      Hapus
  4. Wah enaknya bisa rame bikin es buah tiap hari XD

    Dan iya kita sekarang bisa bareng buka puasa di rumah. Dulu para "cowok" pasti buku puasa bersama di mesjid atau di mushalla. Sekarang semuanya bisa buka puasa bareng di rumah.

    Tetap ada hal positif yang bisa ditemukan di tengah pandemi. Meskipun begitu, semoga pandemi ini segera berakhir ya Mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya alhamdulillah ra.byk yang harus disyukuri ya

      Hapus
  5. memang kita bisa bersaam di rumah saja tp tetep saja butuh berinteraksi dg dunia luar, semoga cepat berlalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak, sudah kangen interaksi sama luar rumah nih

      Hapus
  6. hari pertama masih santuy aja en, hari-hari berikutnya anakku mulai bosan. minta ke rumah kai nenek di banjarbaru sono.

    BalasHapus
  7. Samaan Mbak, momen berbuka puasa dan tarwih di masjid nih yang beda banget rasanya huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya terasa beda banget ya tapi sabar dl ya kita huhu

      Hapus
  8. Toos kita mba... Sama banget .. aku juga tahun - tahun sebelumnya ramadhan lebih banyak sibuk dilur rumah.... Alhamdulillah tahun ini dengan adanya pandemi ini ramadhab bisa full ngurusin rumah dan beribadah bareng suami... Yang tadinya tahun - tahun sebelumnya mikir beli makanan .. tahun ini nambah ski jadi bisa masak macam - macam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya, skrg alhamdulillah jadi banyak di rumah. Jarang2 kayak gini..dulu kayak gini didambakan, skrg di ijabah Allah hehe

      Hapus
  9. Tahun ini berasa lebih dekaaaat sekali dengan keluarga ya mbak, jadi bisa sering jamaah, ngaji bareng sampai bikin masakan berbuka ala rumahan juga.
    Alhamdulillah dibalik semua musibah ada beberapa hikmah positifnya

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :). Untuk yang menyertakan link hidup akan langsung dihapus :)