FBB
KEB

IHB

Aku dan Pengalaman Terpapar Covid-19

 

Berawal dari 21 Maret. Si Adik sakit panas. Nggak nyangka, malah aku yang kena Covid-19.

Pengalaman Terpapar Covid-17. Rejeki dan Musibah bisa datang kapan saja. Tanpa diminta, tanpa diprediksi. Begitulah kehidupan.

 

 

pengalaman terpapar covid 19

 

Sempat repot banget ketika anak kedua sakit panas tinggi, flu, batuk. Apalagi papahnya yang biasa ikut bantu-bantu buat “jaga malam: sedang jauh dari kami. Jadilah saya mengurusi apa-apa sendirian.

Apalagi si adik, kalau sudah sakit, benar-benar bikin sibuk. Mulai dari minta pijitin karena badan terasa sakit-sakit,malam-malam mengigau efek panas sampai muntah-muntah.

Beberapa hari itu saya benar-benar ikutan kurang istirahat..

Sampai akhirnya saya memutuskan membawanya ke puskesmas di hari ke-4. Kemudian menurut pihak puskesmas ada gejala covid. Di PCR  sejam kemudian dan hasilnya ditunggu dua hari kemudian.

Alhamdulillah hasilnya negatif. Si Adikpun beranjak sehat dan beraktivitas normal kembali.

Namun, sejak hari itu, mendadak saya juga mulai tak enak badan. Aal-awalnya flu ringan, diikuti sedikit sakit kepala ringan. Kadang ada juga demam sedikit dan batuk-batuk kecil.

Tapi sama sekali tak terasa berat.

Herannya, semakin hari semakin terasa “berat”. Batuk mulai makin parah khususnya di malam hari. Flu juga bikin nggak bisa tidur dan beraktivitas lainnya. Tenggorokan juga makin sakit meskipun sudah setiap saat minum air hangat.

Sampai malam itu, demam rupanya berada di puncaknya. Hampir semalaman nggak bisa tidur karena badan panas dingin, ditambah flu dan batuk parah. Tapi demamnya sekitar dua hari saja.

Namun batuk,flu, sakit tenggorokan tak juga hilang. Ditambah badan yang mulai lemes juga. Salah satu indikatornya , tidak mamu lagi sholat berdiri.

Sudah minu obat? Jangan ditanya. Berbagai obat sudah dicoba. Kadang ada pengaruhnya sedikit. Misalnya demam mereda untuk beberapa jam. Namun bisa jadi kambuh lagi beberapa jam kedepannya.

Tapi masih yakin... nggak terkena covid. Apalagi hasil si Adek kemarin negatif juga. Bakal tertular dimana?

Hilang Indra Penciuman

Namun, hari Sabtu siang itu, mendadak indra penciuman menghilang. Minyak kayu putih sudah tidak ada baunya. Demikian juga sabun cair di kamar mandi. Handsanitizer yang biasanya baunya menyengat juga tiba-tiba nggak ada lagi jejak baunya.

Sedikit bingung juga harus bagaimana?

Dan tentu saja sedikit curiga, ini gejala khas covid banget. Tapi berhubung hari Sabtu dan tanggung, saya memutuskan tetap menunggu Senin dengan sabar..

Berencana Senin akan ke puskesmar juga. Apalagi disana PCR jelas-jelas gratis hmmm...

Akhirnya, senin tiba juga. Agak siangan dikit menuju puskesmas Pemurus Baru (yang sangat bagus dan ramah-ramah pegawainya). Di observasi sebentar kemudian diputuskan PCR.

Hasilnya Rabu pagi sudah bisa diketahui. Benar dugaan, hasilnya positif tertular covid-19

obat covid 19

Alhamdulillah sudah dapat vitamin dan obat-obatan juga dari Puskesmas dan menjalani masa isolasi 14 hari (sejak di swab hitungannya).Doakan,semoga segera sehat kembali.

Hikmahnya sih buat aku : lebih banyak refleksi diri lagi.Barangkali banyak hal penting dalam hal yang selama ini terlewati. 

Berhenti sejenak dalam hidup, untuk kemudian kembali dengan semangat baru.. InshaAllah.

--

Ini baru hari ke-4 isolasi sih (sudah membaik, sudah mulai bisa kerja lagi, makan juga sudah kebali nyaman—inshaAllah kegemukan akan datang kembali hehehe)

Kata seorang teman : welcome to the club !!!

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Female Blogger of Banjarmasin
Female Blogger of Banjarmasin