FBB
KEB

IHB

Maka, Nikmat Tuhan Manakah yang Kamu Dustakan?

ultah
Sesekali masang foto sendiri kali ya :) 


23-12-2023 


فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" 
(Surah Ar Rahman, ayatnya diulang sebanyak 31x)

**

Bangun pagi jam 04.30 wita  pagi ini, aku tiba-tiba panik. Dikira kesiangan karena biasanya bangun tuh jam 04.00. Nah, merasa sudah kesiangan sholat subuh dan bangunin suami buat ke mesjid hahahaha. Tapi setelah diingat-ingat lagi beberapa detik kemudian, ternyata belum waktunya subuh. Subuh sekarang disini sekitar jam 4.46 atau ada waktu 16 menit lagi.

Seharusnya aku tidak perlu panik sih. Eh kadang begitu takut nggak sempet berdoa,apalagi katanya doa di ujung sepertiga malam sangat dahsyat, ketika Tuhan sedang membuka pintu-pintu langit-Nya.

Tentang hari ini..

Bersyukur sudah sampai di titik ini. Tidak muda lagi, tapi juga tidak terlalu tua haha. Masa yang masih produktif2nya tentunya.Harus dioptimalkan dengan baik.

Sejujurnya merasa hidup sudah teramat sempurna. Banyak hal yang harus disyukuri. Keluarga dan anak-anak yang baik, rejeki yang tercukupi , kehidupan yang normal saja dan tentu rejeki bertemu teman-teman yang baik. Tidak banyak memang tapi sudah lebih dari cukup.

Bersyukur sampai di momen ini. Di luar ekspektasi sebenarnya. 

Hidup yang ternyata sudah sangat panjang dinikmati. penuh suka duka. 

Tadi pas makan siang ,tiba-tiba kebanyang dulu ngejar berbagai macam lowongan pekerjaan, ngikutin banyak tes sana-sini. Ada yang diikutin ribuan orang, ratusan orang, beberapa orang tapi ada juga yang aku " dibajak" khusus sehingga cuman aku saja yang tes di tempat tersebut.

Kadang gugur di tahap awal.kadang gugur bahkan di tahap akhir. Ada yang keterima, namun kebanyakan sih gagal.

Hahaha segitunya ya dulu ngejar pekerjaan ideal dan mengharapkan gaji yang besar.

Tetapi ternyata, di usia hari  ini, aku sadar, Tuhan telah begitu banyak menempatkanku di tempat yang istimewa.Yang menurut-Nya memang sangat cocok buatku, yang faktanya tak pernah merepotkan dan memusingkanku.

Kebayang ih dulu kalau memutuskan kerja di sebuah bank pakai "jalur khusus" itu (udah lulus loh ini --- keren juga ternyata "nego" aku ke narsum zaman dulu -- minta kerjaan jalur khusus haha :))...atau mungkin jadi reporter TV kemana-mana..gmn ya kira-kira hidup hari ini  hahaha.

Hmmm, betapa randomnya nyari kerjaan dulu tuh ya :) 

Tuhan yang mengatur semuanya dengan sempurna sesuai kapasitas :), Hingga anak-anak tak pernah terbengkalai dan akupun tetap berpenghasilan bahkan sejak lulus kuliah hingga hari ini, bahkan kemudian bisa kerja remote hehe.

*** 

Hidup yang terlewati sudah sangat panjang ternyata. Ada tangis, ada tawa. Ada pertengkaran hebat, ada pertengkaran biasa namun kadang bersama dalam kebahagiaan yang tak terungkap dengan kata-kata.

Di momen ini, ingin mengucpkan terima kasih yang sebesarnya kepada Allah, sang pemilik hidup (izinkan hamba-Mu lebih banyak lagi berkontribusi dan bermanfaat), kepada keluarga kecilku yang sangat support (beruntungnya ternyata aku), keluarga besar yang tak terlalu banyak ikut campur urusan internal (alhamdulillah).

Dan tentu  beberapa kawan, yang setia mengiringi perjalanan kehidupan ini. Teman yang dekat dan tetap dekat. Yang sebenarnya jauh tapi tak pernah terasa jauh...

Pada akhirnya aku juga mau ngucapin terima kasih kepada diri sendiri atas kerjasamanya selama ini. 

Maafkan bila tetap ada kesalahan besar kecil, khususnya akhir-akhir ini, akibat hati dan pikiran yang kadang masih terlalu sering berimajinasi " ajaib". 

Sumpah, susah sekali mengendalikan imajinasi dan dialog tak terkendali di hati dan pikiran -- bahkan sampai aku googling kenapa bisa begitu, apakah itu tanda orang yang cerdas atau orang dengan kesehatan mental yang terganggu (hahaha, ngakak sendiri, nggak nemu jawabnya,  akhirnya, ya mungkin, aku aslinya berbakat jadi sastrawan atau penulis cepen hahaha). 

Terima kasih diri yang telah menerima, berdamai dan beradaptasi dengan baik, sehingga aku tak perlu "gila" dan "tak waras" karena banyaknya pikiran dan kata hati yang sulit dikendalikan ini. 

Seringkali berjanji untuk menggantinya dengan zikir yang lebih berfaedah. Semoga bisa.

Manusia memang tempatnya salah khilaf. Semoga dimaafkan oleh-Nya dan orang-orang yang pernah merasa aku zalimi. Sungguh tak sengaja !



bertambah usia



"maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? "

Happy b'day to me !! -- hidup bukan soal durasi tapi soal kontribusi.

 


2 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
  1. Kadang memang rasa susah diungkapkan dengan kata kata ya mbak, salah satunya bersyukur.

    Aku juga bersyukur biarpun tiap hari naik motor yang penting sehat, keluarga bahagia biarpun gaji seadanya. Maklum buruh dengan gaji dibawah UMR.😅

    Kadang sesekali juga naik mobil sih, malah ada supir pribadi nya, tinggal ngomong mau kemana ntar diantar, yang penting kalo sudah sampai tujuan jangan lupa bayar.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha sama kita, sesekali naik grab car :) seringnya juga motoran wkwkw. yah,berapapun gaji, santay aja.kalaupun nggak cukup, tinggal di cukup2in, semangat buat para pejuang rupiah, sehat selalu,

      Hapus