Selasa, 20 November 2018

PERSAHABATAN DI KANTOR, YES OR NO


Pernah mengalami punya geng atau sahabat di kantor? Rasanya sangat-sangat lumrah. Apalagi kantor bisa dikatakan rumah kedua dimana setiap hari kecuali hari libur kita bertemu dengan rekan kerja. 

Nah, diantara rekan kerja itu akhirnya ada yang cocok dengan kita sampai akhirnya terjalin persahabatan yang layaknya sodara.

Bahkan kadang-kadang tidak hanya satu. Beberapa orang dalam kantor bisa saja menyatu dalam sebuah “geng” yang akhirnya sama-sama melakukan banyak kegiatan baik dalam hal pekerjaan maupun beberapa kegiatan yang dilakukan di luar kantor.

Sayapun pernah mengalami demikian. Ketika bekerja di sebuah kantor di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kami mempunyai semacam “geng” yang bisa dikatakan amat kompak. Mulai dari urusan pekerjaan yang saling support sampai arisan bulanan yang kita lakukan dari rumah ke rumah.
Geng kantor itu bernama “just info”. Kegiatan yang paling rutin adalah arisan bulanan. Selain itu kami sempat membuat majalah internal kantor yang dibuat dalam bentuk parodi. Unik.

Tentu saja geng ini akhirnya bubar dengan sendirinya. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa yang akhirnya memutuskan resign dan pindah ke perusahaan lain. Beberapa lainnya tetap bertahan bahkan hingga saat ini. Alhamdulillah, waktu terbatas rung dan waktu, silaturahmi diantara kami masih berjalan hingga kini.

Persahabatan di kantor (dok : pribadi)

YES OR NO ?
Tentu saja persahabatan di kantor mempunya sisi  positif dan negatif.

Sisi positif antara lain adalah :

1. Kita menjadi lebih kompak.
Tentu saja kekompakan tim menjadi dasar kemajuan perusahaan. Apalagi tim ini ternyata bisa bekerja sama dengan baik (bersinergi) dan saling support untuk urusan kekeluargaan.

2.Berasa rumah kedua.
Karena merasa nyaman kantor bisa menjadi rumah kedua yang menyenangkan. Bekerja jauh lebih bersemangat.

3.Bisa Jadi Sahabat Luar kantor juga.
Sahabat luar kantor ini bisa diartikan teman senasib sepenanggungan. Bahkan banyak yang menjadikan teman kantor kedepannya sebagai rekan bisnis baru (bersama mendirikan bisnia) sampai teman jalan-jalan yang menyenangkan.

4.Teman Berbagi
Namanya kantor pasti ada saja permasalahan dan keluh kesah. Nah, karena mempunyai banyak teman, ada yang bisa kita ajak berbagi tentang segala permasalah dan mencari solusi bersama.

Namun selain sisi positif, persahabatan di kantor bisa membawa dampak yang buruk (sisi negatif). Apa saja?  

1.Menjadi tidak produktif
Benarkah? Iya banget. Apalagi kalau kebanyakan ngobrol alias menggosip sehingga kerjaan terbengkalai. Ini sangat berbahaya. Bisa-bisa perusahaan mengambil tindakan tegas.

2.Saling mempengaruhi berlebihan
Bahkan terkadang soal kebijakan yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan lagi tiba-tiba isu negatif-nya menyebar ke seluruh kantor. Akhirnya terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan perusahaan, misalnya demonstrasi soal kebijakan perusahaan.

3.Menjadi Lebih konsumtif
Hmmm.bagaimana bisa. Ya, karena terlalu akrab tadi dan tidak bisa membentengi diri sendiri. Pada akhirnya kita akan menjadi sangat mudah terpengaruh. Termasuk bila ada teman yang konsumtif dan sering mengajak ke mall atau ngopi sepulang kerja misalnya.

4.Perselingkuhan
Ini dampak yang betul-betul negatif. Akibat mungkin terlalu sering bertemu dan bertukar pikiran akhirnya terjadi perselingkuhan yang sebetulnya diharamkan agaman dan norma kemasyarakatan. Biasanya ini terjadi pada persahabatan lawan jenis yang terlalu berlebihan. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal buruk ini. Aamiin.


SOLUSI
Solusi yang paling baik adalah tetap menjadi diri sendiri. Jangan ragu untuk memilah-milah sahabat yang kita harapkan membawa kita pada kebaikan. Termasuk ditempat kerja. Kemampuan membentengi diri juga sangat diperlukan apalagi bila banyak hal buruk disekitar kita.
Sudah tahu kan sabahat mana yang bisa dipilih di lingkungan pekerjaan?
         



12 komentar:

  1. Keempat dampak negatif itu 👆, setuju semua, terutama yang pertama. Saya kalau di kantor kerjaannya tukang input data yg perlu konsentrasi tinggi. Kalau ada yg ngajak ngobrol, buyarlah jadinya, wkwkwk 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, sama kayak aku.butuh konsentrasi kalau kerja hehehe.tks ira :)

      Hapus
  2. Ntah kenapa denger cerita temen saya yg duluan kerja dia membatasi pertemanan dengan teman kantornya.
    Follow instagram aja enggak juga.
    Tapi punya temen kantor ya perlu sih menurutku apalagi aku yg dr pagi sampe malam menghabiskan waktu d kantor :')

    BalasHapus
  3. Buat aku persahabatan yes, tapi kalo sama lawan jenis its a big no. Biar gimana pun, namanya juga lawan jenis yak. Tapi kalo sesama perempuan malah bikin kerja makin semangat. Ky punya temen main

    BalasHapus
  4. Yes dong ya. Eny mulai SD udah punya sahabat dekat gitu mba hhi 😍😍😍

    BalasHapus
  5. Setujub sm solusinya. Ak sendiri jg type selektif dlm berteman sejak dulu. Tp risiko jd org selektif y gt.. Dibilang 'sombong'. Pdhl kita cm mau ngurangin efek negatifnya aja ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul bgt, temen juga butuh seleksi dan kecocokan

      Hapus
  6. Perselingkuhan kalau sama lawan jadi ya, baiknya dibatasi aja ye kan kalau sama lawan jenis ini baik dikantor maupun diluar kantor sih.

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)