Rabu, 15 Mei 2019

SELALU TERBELIT UTANG? INI CARA MENGATASINYA


Benarkah setiap orang pernah punya utang? Jawabnya iya. Tapi kemudian ada yang sanggup membebaskan diri dari belitan utang yang menggunung dan ada juga yang terjebak dari gali lubang tutup lubang untuk utang-utangnya. Sedih pastinya.

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, semoga puasa kita lancar ya semuanya plus ibadah kita selama bulan puasa mendapat keberkahan.Aamiin

Kali ini saya ingin berbagi bagaimana agar kita tidak terbelit dengan utang piutang yang membebankan kita. Bukan hanya membebankan dan menjadi pikiran di dunia loh. Utang ternyata juga akan membebani kita di akhirat. Apalagi kalau lalai dibayarnya. waaa..utang dibawa mati guys.


Btw, suatu hari seorang teman yang bekerja sebagai PNS di sebuah kementerian berkata : tidak ada satu PNS pun yang tidak punya utang. Semua pasti punya. Terutama karena kemudahan menggadaikan SK PNS nya untuk berutang di bank. Belum lagi utang koperasi, ujarnya.

Pokoknya saking gampangnya berutang, PNS yang belum setahun saja bisa punya utang lumayan besar. bayarnya gimana? ya dari potongan gaji tiap bulan. Menurut teman tersebut, tak masalah gaji tinggal sedikit. Tiap bulan masih ditopang dengan pendapatan lainnya kok. Wow banget..

Saya sih tidak tahu benar atau tidak pernyataan ini. Apalagi saya dan suami bukan PNS hahaha. Tapi melihat kenyataan, sepertinya memang benar banyak yang berprilaku demikian. Walaupun ada juga segelintir PNS yang anti  berhutang contohnya kedua orang tua saya sendiri.

Saya dan keluarga sendiri sudah mengalami yang namanya banyak utang dan terlilit utang. Terutama utang kartu kredit. Alhamdulillah kami berhasil mengatasinya (saat itu dengan jual aset) dan akhinya menutup dua kartu kredit.


Pendapat saya pribadi, mau berhutang atau tidak tentu saja tergantung keperluan masing-masing. Dan juga prinsip masing-masing orang. Yang jelas, utang yang konsumtif tidak dianjurkan. Misalnya utang untuk kesenangan yang lebih besar bahkan menurut saya, utang untuk hidup yang lebih nyaman juga tidak patut dicoba.

Beberapa langkah berikut bisa dicoba bagi kamu yang sudah terlanjur terlilit utang dan ingin segera selesai.

1.Jangan Gali Lubang Baru
Ini memang harus dipastikan lagi. Meskipun kamu sudah terbelit utang untuk selanjutnya jangan menambah utang baru apalagi gali lubang tutup lubang. Kamu membayar utang yang jatuh tempo dengan berhutang ditempat lain lagi.
Kondisi ini sangat tidak baik dan merugikan. Cara terbaik menurut saya adalah segera menyelesaikan utang tersebut dengan cara terbaik. Misalnya menjual aset yang kira-kira bisa dijual cepat.

2.Segera Lunasi Utang Berbunga Tinggi
Bingung karena banyak utang? Jika tak mampu lunasi semua, lakukan prioritas. Bayar utang dengan bunga paling tinggi terlebih dahulu baru bunga lebih rendah.

3.Minta Dukungan Keluarga
Percayalah, keluarga adalah tempat terbaik kita untuk kembali. Bila mereka tidak bisa membantu secara materi pun tak masalah. Mintalah dukungan dan doa.


4.Bertarget
Kamu harus memiliki target yang jelas kapan utang-utang tersebut lunas. Upayakan menambah pendapatan lain dan mengurangi pengeluaran tak penting. Berpikir cerdas juga bagaimana agar target tersebut tercapai. Misalnya dengan menyisihkan dana lebih besar untuk membayar cicilan utang misalnya.

5.Hidup Sederhana
Banyak orang yang rela terlihat gaya meskipun nyatanya banyak utang dimana-mana.

Saran saya, kembalilah ke jalan yang benar. Hiduplah secara sederhana saja apalagi bila kamu memiliki utang yang tidak sedikit. Hidup sederhana bukan berarti pelit. Kamu hanya perlu menyingkirkan hal-hal nggak penting dalam hidupmu. Misalnya kebiasaan nongkrong, piknik tiap weekend atau kebanyakan makan di luar.

Semoga kita semua bisa terbebas dari utang ya. Tetap semangat semuanya.. 




15 komentar:

  1. Aamiin, terima kasih sudah berbagi tipsnya, Mom. Dibawa ke akhirat juga sih ya utang ini, makanya harus hati-hati sekali memandang dan menyikapinya. Jangan sampai juga urusan utang ini merenggangkan hubungan kekeluargaan.

    BalasHapus
  2. Niat membayar sih yah dan nanti klo dipikirkan terus kadamg jd numpuk. hemat beneran sih ngelupain gaya hidup yg boros walaupun itu menyenangkan

    BalasHapus
  3. Benar sih kak, orangtua saya PNS. Dan saya diceritain, semuanya punya 'utang', baik yang memang benar-benar ngutang atau mau gak mau kudu utang.

    Soalnya ada semacam sistemnya gitu. Jadi yaa setiap bulan pasti ada aja potongannya (meski ntar baliknya juga ke pegawainya sih hehe).

    BalasHapus
  4. Sekarang orang orang tambah mudah berhutang karena adanya pinjaman online. Syaratnya mudah tapi bunganya dihitung harian dan besar banget. Yah, hidup realistis aja. Sederhana sesuai kemampuan. Sepakat banget sama tulisan mbak ini

    BalasHapus
  5. Nah, makasih mbak sudah menulis tentang hutang-hutang ini. Saat ini saya sedang punya hutang, masih syariah sih tapi tetep saja enggak enak. Doakan kami dimampukan untuk segera menutup hutang-hutang ini yaa

    BalasHapus
  6. aku juga gak mau ngutang, mending berhemat karena nanti nyusahin diri sendiri kalo harus bayar. Apalagi tuh bahaya bgt skrg banyak rentenir online yang berkedok fintech.. hadeeuuuh

    BalasHapus
  7. Jadi teringat Salah seorang teman Yang pernah menggadaikan SK PNS nya juga. Ternyata beneran bisa yaa mbaa, hehe. Semoga mereka dilancarkan dalam pembayaran hutangnya dan dibebaskan Dari hutang segera Karena sbnrnyaa berhubung itu tetap tak bkin nyaman :')

    BalasHapus
  8. Bener Mbak. Bagaimanapun utang adalah perihal yang tidak akan diampuni dosanya di akhirat meski mati syahid sekalipun. Aku pernah buat artikel tenti utang Indonesia. Bingun nanti kalau kiamat belum lunas yang nanggung siapa?

    BalasHapus
  9. Iya mbak setiap keluarga terutama para pns pasti pernah punya hutang. Padahal kiatnya sederhana ya untuk tidak gampang berhutang

    BalasHapus
  10. Intinya menurut aku itu harus hidup sederhana. Dengan begitu, kita merasa cukup dan nggak perlu ngutang. Kecuali kalau urgent ya, itupun harus segera dilunasi jangan sampai ditunda².

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah aku sudah berhasil melunasi hutang pinjaman, hehe. Hidup lebih tenang dan bahagia. Paling sebel sama yang punya hutang tapi galak kalau ditagih. Memangnya mau ditagih di akhirat?:(

    BalasHapus
  12. Kalau aku sekarang agak galak dengan diri sendiri tentang prinsip hutang menghutang. Kalau nggak perlu-perlu banget nggak usah maksain beli dan ngutang. Hehehe

    BalasHapus
  13. Yang sulit sekarang menagih hutang. Sampai malu sendiri kita nih. Gak ingat waktu mau pinjam, janji manis dan rayuan gombal semua keluar. Lah sudah dipinjami ya ampun, menghilang dan malah memusuhi. Sejak itu saya ga mau berhutang dan gak mau meminjamkan kalupun ada

    BalasHapus
  14. Yang paling terakhir mak jleb banget ya mbak.. memang kita tuh harus hidup sederhana.. jadi ngga laper yang bukan jadi kebutuhan.. keinginan manusia itu ngga akan pernah habis, akan selau datang lagi dan lagi.. semoga banyak yang baca tulisan mbak ini ya..

    BalasHapus
  15. Iya mbak aku sering denger istilah "menggadaikan SK" itu hehe.
    Semoga kita semua dijauhkan dari berutang yaaa aamiin, intinya kyknya selalu merasa cukup, bersyukur, dan kalau bisa tahan keinginan dr sesuatu yg gak urgent banget :D

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)