Kamis, 31 Januari 2019

(PENGALAMAN) MENGGUNAKAN KARTU KREDIT & MENUTUPNYA


Jangan perlakukan KK seperti uang sendiri (dok :pribadi)

Bila tak pandai menggunakan kartu kredit, bukan keuntungan yang didapatkan tapi debt collector. Bagaimana cara menutupnya bila sudah tidak menguntungkan?
                  
Assalamualaikum,

Selamat hari Kamis. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua. Eniwei, hari ini saya akan berbagi soal kartu kredit.

Ada yang suka menggunakan kartu kredit (KK)..hmmm, kartu kredit memang membantu banget. Paling nggak , kita nggak perlu bawa uang tunai terlalu banyak. Praktis plus mengurangi tingkat kejahatan. Belum lagi kalau kita mau bayar tiket atau apalah di malam hari misalnya, lebih praktis menggunakan kartu kredit.

Yang mengguntungkan lagi, kartu kredit biasanya menawarkan banyak diskon di tempat-tempat tertentu. Mulai gratis masuk launge bandara dan menikmati segala pasilitas, hotel, resto, pusat perbelanjaan dan lainnya.

Wew, menarik. Hanya saja yang harus diingat kartu kredit tetaplah UTANG. Ketika kita menggunakannya, itu artinya kita berhutang dan ada kewjiban untuk membayarnya. Biasanya tagihan akan datang awal bulan dan kita wajib membayar minimal 10% dari jumlah tagihan.

Banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Akhirnya memperlakukan kartu kredit seperti halnya kartu debit (yang memang uangnya miliki kita sendiri) sehingga menggunakannya tidak lagi bijak. Betul begitu, guys?

Pengalaman saya ber-KK

Saya termasuk pengguna KK jaman old. Saat itu memiliki kartu kredit sudah dianggap keren. Kenapa? Karena tidak semua orang bisa memilikinya. Kalau karyawan kantor, harus ada slip gaji dan keterang bekerja dimana. Dan jumlah gaji tersebut akan menetukan limit kartu (batas peminjaman).

Kalau soal diskon jangan disebutkan lagi. Banyak.

Dan saya juga merasa terbantu dengan banyaknya kemudahan-kemudahan yang mereka (bank) tawarkan. Itulah mengapa, saya bertahan hanya memiliki 1 KK walau banyak tawaran bank lain.

Intinya saya termasuk nasabah loyal. Sampai akhirnya saya memutuskan berhenti menggunakan KK. Mengapa? Begini ceritanya..
Setelah lebih dari 10 tahun menggunakan kk, limit saya setiap tahun semakin bertambah. Seingat saya pas masih single sampai awal-awal menikah, KK saya masih aman. Jadi ibaratnya, kalau saya menggunakan KK (berutang) 1juta, bulan berikutnya pas tagihan datang, bisa langsung saya bayar. Intinya status kredit : lancar, aman dan tentram.

Namun dengan semakin banyaknya kebutuhan ternyata manajemen kartu kredit yang saya miliki semakin buruk saja. Contoh simpelnyaketika ada kebutuhan mendesak dan kami tidak memiliki uang, maka akan mengambil uang di tarik tunai kartu kredit. Atau etika tagihan datang ternyata hanya mampu membayar 10%nya saja bahkan kadang menunggak.

Sampai suatu hari debt collector mendatangi rumah kami untuk menagih utang. Untunlah saat itu, saya mampu membayar separo dari utang tersebut sehingga masalahnya tidak berlarut-larut.

Masalah tunggakan kartu kredit saya, ditambah kartu kredit terus mengusik kami.Uang terasa cepat habis karena kami harus membayar tagihan demi tagihan KK.

Sampai akhirnya di 2017, kami memutuskan untuk menghentikan utang kartu kredit yang terus membengkak. Tidak ada cara lain. Kami menjual sebuah aset yang sebenarnya cukup berharga dan membelinya pun kami dengan susah payah.

Tetapi demi melunasi utang KK, kami memutuskan menjual dan membayar utang di dua kartu kredit. Alhamdulillah beres sudah soal utang KK.

Menutup Kartu Kredit

Ternyata menutup kartu kredit tidak seperti membalik telapak tangan. Berbelit-belit. Apalagi pihak bank seperti membujuk kembali, saya dan suami agar tetap menggunakan kartu kredit mereka.

Namun tekad kami sudah bulat untuk segera enutup kartu kredit dan memulai kehidupan tanpa KK. Awalnya saya menggunakan jasa call center melalui telepon untuk urusan menutup KK. Tapi ternytaa ribet. Pulsa HP habis urusan tidak juga kelar. Ditambah CS-nya yang terkesan membujuk untuk terus menggunakan KK.

Akhirnya saya kepikiran mengajukan penutupan kartu lewat email saja. Meskipun tidak berbicara langsung tapi jauh lebih ampuh. Mereka hanya mengajukan beberapa persyaratan dan ketika sudah dipenuhi, maka KK resmi ditutup.
Mantap deh..                               

Tips Menggunakan Kartu Kredit

Nah buat kamu yang memang tetap ingin menggunakan kartu kredit, saran saya sih cuman bijak lah menggunakan KK. Lalu sadari juga, KK bukan tambahan uang jajan tapi uang yang dipinjamkan bank kepada kita yang wajib kita bayar kembali hehehe.

1.Kenali kemampuan diri
Menurut saya ini penting banget. Agar kita tahu, perlu nggak sih kita punya KK? Apakah bila menggunakan KK kita mempunyai kemampuan membayarnya kembali? Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

2.Segera bayar lunas dan hindari hanya bayar minimal
Bila datang tagihan segeralah bayar lunas tagihan KK kamu. Jangan disisakan satu sen pun hehehe..itu agar kamu tidak terjerat bunga. Apalagi bila bunganya sudah berbunga lagi. Haduhh.
Hindari juga itu membayar minimal. Itu sama artinya dengan kamu mengumpulkan bunga untuk diberikan ke bank. Tragis kan?

3.Jangan tergoda diskon
Kenali kebutuhan dan keinginan. Jangan gunakan KK untuk urusan diskon-diskon yang tidak ada ujungnya. Gunakan dalam keadaan darurat atau bila memang dibutuhkan.

4.Jangan sesekali ke gesek tunai (gestun)
Hahaha, banyak banget toko-toko yang menyiapkan gentun ini. Mereka tidak terdeteksi sama pihak bank. Intinya sih di gestun ini kita seakan-akan beli barang di toko, padahal sebenarnya kita mengambil uang tunainya . wadohhhh...
Selain berbahaya bila ketahuan pihak bank, gestun juga mengenakan bunga yang tidak sedikit. Kamu tidak mau terjerat KK bukan?

Demikianlah sharring pengalaman saya menggunakan KK. Semoga bisa mejadi inspirasi dan kehati-hatian agar tidak terkena jebakan kartu kredit.

Salam semangat.. 

10 komentar:

  1. Pengalamannya sama mbak. Nutup kk itu perjuangan sekali plus susah. Sekarang ngak mau lagi temenan sama kk.

    BalasHapus
  2. Kemarin aku juga mau mengajukan kartu kredit mba tapi memang masih maju mundur antara iya dan tidak, cicilan bayarnya itu yang terkadang menggoda apalagi kalo beli barang elektronik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mbak.perhatikan dulu butuh apa gak kita sebenarnya..huhu

      Hapus
  3. alhamdulillah nggak pernah tergoda punya KK.
    karena keinget kata dosen saya dulu: "kalau orang kaya pasti pakainya kartu debet, karena bayar pake duitnya sendiri dan KK itu kartu buat yang hobinya ngutang, biasanya yang punya KK bukan orang kaya". hihhihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah bgt mba Dita. bebas utang jauh lebih baik hehe

      Hapus
  4. Makanya saya punya kartu kredit yang jarang diskon. Sekalinya diskon, barang mahal, jadi saya juga gak mau pakai. Tapi kartu kredit kepakai lho, kalau pas perlu di rumah sakit misalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya bgt mbak.untuk keadaan darurat KK kepakai bgt.asal jgn llupa bayarnya hehehe

      Hapus
  5. Saya takut banget sama kk, bahkan ga ada pikiran jangan sampe tergoda kk.
    Saya punya beberapa kenalan yang kena lilit kk, berhutang sekian puluh juta karena biaya makin membengkak huhuhu.

    Semakin bulan bertambah berarti biayanya makin gede ya? Takuuuuut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiii mbak. Sama mbak. Saya juga dah kapok sama kk. Alhamdulillah saya n suami udah gak berutang kk lagi hahaha.. Sedapat mungkin cash aja lah

      Hapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)