Minggu, 05 Mei 2019

#FBBKolaborasi : Mengatur Keuangan Keluarga, Kunci Kebahagiaan


 
manajemen keuangan yang tepat sumber kebahagiaan (dok :pribadi)

Mengatur keuangan keluarga ternyata salah satu kunci kebahagian. Nggak percaya? Awalnya saya juga. Tapi ternyata keuangan keluarga yang berantakan bisa menghancurkan keutuhan rumah tangga loh.

Assalamualaikum,
Bersua lagi kita. Sudah Mei saja, tak terasa dan sudah menjelang puasa. Alhamdulillah.

Kali ini saya saya terlibat dalam “proyek “   FBB Kolaborasi yang memang tiap bulan sebenarnya mengadakan proyek penulisan dengan tema yang sama. Kali ini FBB Kolaborasi menghadirkan tema tentang hari keluarga nasional yang akan jatuh pada 29 Juni mendatang dan hari keluarga internasional yang diperingati setiap 15 Mei.


Berbicara tentang keluarga, saya yakin banget, keluarga adalah harta paling berharga bagi kita semua. Kebayang kan, kalau semua orang membencimu, atau tidak memperdulikanmu lagi. Kepada siapa kamu akan kembali? Pastilah keluarga yang menjadi jawabnya. 

Tidak salah kemudian pemerintah sampai “repot-repot” menjadikan hari keluarga dan banyak mengingatkan tentang pentingnya memprioritaskan keluarga dibandingkan apapun. Kenapa? Karena begitu berharganya keluarga tadi. Satu hal lagi, pembangunan masa depan bangsa ini tentu saja harus berawal dari keluarga.

Salah satu yang ingin saya soroti pada FBB Kolaborasi kali ini adalah soal mengatur keuangan keluarga. Bagaimana ternyata pengaturan keuangan yang tepat akan berpengaruh besar pada kebahagian dan kesejahteraan keluarga kita masing-masing.

Sekedar sharring, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan dua pesan SMS dari nomer yang tidak saja kenal. Isi sms pertama adalah meminta saya menyampaikan kepada seorang teman bahwa teman saya tersebut punya utang yang harus dilunasi. 

Sedangkan sms kedua agak sedikit menuduh. Karena isinya, menuduh saya yang memakai utang teman saya tersebut. Astagfirullah.
Terus terang saya kaget luar biasa . Dan sempat kepikiran teman saya tersebut “menjual” nomer HP saya sebagai jaminan untuk dia berhutang. Tapi kemudian saya tidak buru-buru mengambil kesimpulan tetapi mencari tahu terlebh dahulu dari sumber lain. 

Dan hasilnya? Yang sms ke HP saya tersebut adalah rentenir online. Rupanya teman saya ini sudah terjerat pinjaman online, kemudian gagal bayar dan akhirnya si rentenir yang bisa mengakses semluruh nomer kontak di HP nya, sudah menyebarkan SMS ke semua orang bahwa teman saya punya hutang yang belum dibayar. Malu banget kan?

SMS tersebut akhirnya saya screen shot dan saya WA ke temen saya tersebut. Dia sedikit kaget (plus malu) dan meminta maaf. Diapun akhirnya bercerita kesalahannya mengatur keuangan keluarga sampai harus berhutang pada pinjaman online.

Sampai akhirnya bunga ber bunga dan tidak sanggup lagi membayar hutangnya. Sedih mendengarnya tapi tidak bisa menolong banyak, selain menasehati buat hidup sederhana saja dan tidak tergoda pinjaman-pinjaman demikian.


Yes, mengatur keuangan keluarga memang hal penting. Apalagi bila kamu sudah menikah dan berkeluarga. Beda banget ketika masih single dan masih agak bebas mengatur keuangan.

Mengatur keuangan keluarga sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan banyak orang. Cukup sederhana. Sesederhana etika kita mencintai keluarga. Tanpa pamrih.

Namun demikian ilmu tetap diperlukan. Minimal kita mengerti untuk mengatur pos keuangan. Agar tidak terjadi besar pasak daripada tiang yang ujung-ujungnya merepotkan kondisi di rumah tangga.bahkan bisa mengancam keutuhan rumah tangga.

Apakah keuangan perlu diatur ketika gaji sudah bagus dan jauh diatas UMR? Jawabnya tidak. Keuangan keluarga harus diatur meskipun suami atau keluarga hanya berpenghasilan upah minimum regional (UMR) atau bahkan dibawah UMR.

Secara sederhana, ada enam cara yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan keluarga.

Kenali keuangan keluarga
Tentu kamu yang paling mengetahui kondisi keuangan di keluargamu.   Jangan sampai kamu tak tahu isi tabungan, biaya pengeluaran bulanan, jumlah seluruh tagihan dan kredit, biaya sekolah dan lainnya. Nah, inilah kemudian yang bisa kamu ”utak-atik” tergantung kondisi keuangan keluargamu.

Mari me-manajem keuangan keluarga
Tentu rencana keuangan harus serealistis mungkin. Kamu harus mengatur agar pendapatan agar bisa menempati posnya dengan jelas. Kemudian tidak ada pengeluaran yang kemudian melebihi pendapatanmu.Dan satu lagi, harus patuh pada anggaran yang sudah kamu susun bersama pasangan.

Pilih priorotas
Apa yang menjadi prioritas keluargamu. Apakah pendidikan anak-anak atau mungkin kamu memiliki keinginan lain dalam keluarga yang harus diwujudkan. Ada baiknya kelompokan prioritas jangka pendek, menengah dan panjang. 

Hindari hutang
Ini harus kamu pikirkan matang-matang. Tentu saja godaan untuk hidup konsumtif semakin besar (apalagi ketika kalian hidup di kota besar hehe). .Apalagi semakin mudah untuk berhutang, bukan berarti dengan mudah membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.

Gemar menabung
Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah kamu rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita keuangan keluarga.
Sebaiknya, kamu memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.

BACA :

Berinvestasilah
Selain tabungan, keluarga juga perlu disiapkan keuangan di masa depan dengan berinvestasi. Kini bentuknya macam-macam mulai emas, reksadana atau instrumen lain. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, kamu bisa belajar melalui banyak media.


Sudah siap mewujudkan keluarga sejahtera dengan mengatur keuangan yang baik? Semoga kita semua mampu mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Aamiin.

8 komentar:

  1. Menghindari hutang itu penting. Kecuali kasus khusus seperti bayar rumah sakit, sebaiknya tidak perlu pakai kredit. Menurut saya lho, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak dyah. Hidup memang lebih nyaman tanpa utang kok hehe

      Hapus
  2. wahh saya ga habis pikir mereka yang utang online itu gimana keadaannya... rasanya pinjam online aja udah salah langkah, ini kalau sampai ga bayar apa ga jadi malu sendiri...

    memang harus diatur keuangan ini ya mbak, baik yang udah berkeluarga maupun belum, harus pandai2 atur uang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas sabda. Saya jugaa shock. Apa lagi utang nya gak pada Satu pinjaman online saja. Kebayang ribetnya

      Hapus
  3. Setuju Mba. Sekarang aku mau fokus menambah tabungan buat beli pasive income sama no utang2 club dulu, mumpung anak masih satu harus bisa manajemen duit. Nice post Mba, sgt bermanfaat.

    BalasHapus
  4. Setuju bgt ini. Bnyk di dunia nyata keluarga yg broken home kebanyakan krna masalah keuangan ini.

    BalasHapus
  5. Bahaya ya kalo kita sendiri gak bisa mengatur keuangan keluarga. Walaupun nisa masih single hihi. Nisa harus belajar dan tips nya menarik nih mbak buat aku kedepanya. Ngomong² sama yang terjerat hutang jangan smpai dehnya, apalgi namanya kartu kredit yang bisa diakses dimana saja heu

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya :)