Youtube
wb_sunny

Breaking News

7 #dirumahaja Versi Kami

7 #dirumahaja Versi Kami

#dirumahaja nggak bakal membosankan bisa dilakukan dengan ikhlas dan rasa gembira. Apalagi buat orang rumahan seperti saya. Banyak banget yang bisa dilakukan #dirumahaja. Kali ini bersama anak-anak.


Terus terang ,  di rumah aja sudah saya jalani lama. Kalau urusan Work From Home (WFH)  sudah saya lakoni lama sekali. Sejak saya resign dari kantor pertama dulu, proyek-proyek lanjut #dirumahaja hehehe.Alhamdulillah, walau nggak bikin kaya melintir, aktivitas ini menyenangkan. Masih bisa anter jemput anak sekolah, masih bisa nemenin anak-anak belajar dan ngaji plus dapat uang yang lumayan. 





Walau jujur, kalau lagi banyak proyek banget, saya terpaksa kerja ke McD deket rumah waktu di Depok dul. Kebetulan 24 jam. Jadi, persis kayak orang kantoran, saya sudah nongol di McD jam 8 pagi hahahaha. Parahnya, hanya memesan menu sekedarnya karena sudah sarapan di rumah. 

BACA JUGA : KETIKA KANTOR PUNYA KEBIJAKAN KERJA DARI RUMAH

Nah, kalau di Banjarmasin lain lagi. Kalau hari biasa, ya kerja aja dari rumah. tapi begitu ada proyek maha penting dan deadline yang ketat, terpaksa saya harus cari tempat yang benar-benar sesuai mood saya dan internetnya bagus hahaha. Dan, itu adalah Perpustakaan daerah Kalsel.

Eh, tapi kali ini WFH nya agak beda karena anak-anak #dirumahaja.

Ya, Corona memang mengharuskan kami tetap berada di rumah dan sedikit mungkin bila ingin kontak dengan orang luar rumah. Di Banjarmasin , gerakan #dirumahSaja sudah dimulai sejak 18 Maret-31 Maret rencananya. 1 April rencana anak-anak akan sekolah lagi.

Btw, Ini beberapa kegiatan yang saya dan anak-anak lakukan selama #dirumahaja :

1.TELPONAN SAMA PAPAHNYA ANAK-ANAK

Karena Bapaknya keja di luar kota dan nggak memungkinkan pulang juga pas situasi kayak gini, jadilah kami sering telponan sama papahnya anak-anak. Kadang, hanya bertukar kabar harian, kadang update soal Corona dan sampai masalah sekolahan. Semuanya hahaha

2.NELPON SANAK SODARA

Neneknya anak-anak (mertua saya) tinggal di lampung, jadilah kami kadang nelpon atau beliau yang menelpon. Kemudian karena adek saya tinggal di Bandung, kami juga suka komunikasi lewat telpon atau WA.  Saling silaturahmi antar sodara ini sangat menyenangkan sekaligus saling menguatkan.Mungkin ini juga semacam terapi menghadapi pandemi yang tidak jelas lagi kapan ujungnya.  

3.BELAJAR DARI RUMAH

Ini udah pasti banget.Anak yang kelas 1 dapat tugas per hari dari gurunya. Juga dapat jadwal kegiatan yang harus dilakukan di rumah dari TPA-nya.

Yang agak sulit anak kelas 6. Sehari 3 pelajaran dan biasanya berupa soal yang harus dijawab kemudian dilaporkan kepada gurunya . Yang agak susah tentu saja pelajaran matematika. Emak-nya jadi ikutan ngajarin juga akhirnya walaupun bu guru membimbing secara online. Tugas dikumpul juga ada jam-jam nya. tahu sendiri anak-anak kalau sudah di rumah santai, jadi harus ekstra dikasih tahunya huhuhu


4.NONTON TV, YOUTUBE, MAIN HP

Ini terus terang nggak bisa dihindari. Cuma ya tetap bisa diawasi agar waktunya nggak berlebihan dan terkendali. Alhamdulillah, anak-anak sukanya nonton kartun.

5.BERCERITA

Entah kenapa anak-anak suka banget dengerin cerita saya. Jadilah saya menceritakan macam-macam ke anak-anak. dari soal agama, mengapa sementara nggak bisa ke mesjid, Taubat Nasuha, hingga peristiwa 1998 dimana Indonesia kena krismon . Aduh, pokoknya segala macam cerita yang tampaknya menarik banget buat anak-anak.Sekaligus ini juga belajar ya

6.TETAP MENGAJI DAN BERIBADAH

Alhamdulillah, walau tertatih-tatih anak-anak masih rutin mengaji di rumah. Mereka juga alhamdulilah bisa dirutinkan buat ikut sholat berjamaah.
Yang jelas sih kalau #dirumahaja, anak-anak tambah banyak makannya. Sehingga stok makanan harus lebih banyak hehehe.. terutama makanan pokok. Kalau makanan selingan, tergantung dompet saja. hehehe, yang jelas saya mengutamakan selalu ada buah di rumah (catatan : uah-buahan yang murah meriah saja atau lagi musim) 

7. BELAJAR SKILL KEHIDUPAN

Walau nggak rutin-rutin amat, anak-anak mulai banyak belajar buat jadi mandiri. kadang-kadang mereka bisa dimintai bantuan untuk pekerjaan rumahan kayak mencuci piring atau mencuci baju. Untuk pekerjaan bersih-bersih rumah, tampaknya masih susah buat diarahkan. Mereka juga bisa "masak" yang sederhana saja. Misal goreng telur atau nugget atau malah goreng pisang. Kalau di rumah juga suka membantu buat masang seprai dan merapikan kamar sebelum tidur. Ringan-ringan saja tapi mudah-mudahan berguna buat mereka di masa depan nantinya.

Baiklah, semoga kita semua selalu sehat dan dilindungi yaa. Dan pandemi ini cepat berlalu.Aamiin





yang dilakukan di rumah aja


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

18 komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar Dengan Baik ya teman-teman.. Untuk yang menyertakan link hidup, mohon maaf, akan langsung dihapus :)

  1. Aaamiiin mbaaa. Aku jg berharap virus ini bisa segera hilang, asal kita semua ttp disiplin sebisa mungkin ga kluar :). Aku sendiri msh hrs ke kantor Krn bank ga mungkin tutup. Tiap kali jalan ke kantor, sedih Krn orang2 msh rameeee bgt di jalanan. Pasar2 msh penuh, di kedai kopi gitu msh banyak bapak2 yg nongkrong :(. Cm bisa berharap mereka bukan Carrier yg akan menyebarkan virusnya kemana2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kak, disini juga masih banyak yang nongkrong.kadang aku ke minimarket deket rumah sebentar ada yang mau dibeli. Tapi herannya orag masih ngobrol2 n nyantai nongkrong.hadehh.semoga tetap sehat ya kita semua.aamiin

      Hapus
  2. Yaa apapun acaranya selama itu nyaman lakukanlah demi melindungi keluarga kita dari sasaran Covid 19 yang sedang marak2nya beredar di negara kita.😊😊

    Karena menjegah lebih baik dari pada mengobati. Karena jika kita tertular bukan tidak mungkin keluarga kita yang lainnya ikut merasakan efek dari covid 19 tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, semoga kita sehat semua ya. segera berlalu musibah yang menimpa warga dunia ini yaa..berdoa bersama kita :)

      Hapus
  3. Banyak juga ya mbak kegiatan selama melakukan #DiRumahAja yang dianjurkan oleh pemerintah selama wabah Corona.

    Semua kegiatan itu juga istri lakukan di rumah karena aku masih kerja jadinya harus keluar rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah masih kerja ya kak.Semoga selalu sehat dan dilindungi-Nya. tetap semangat..semoga wabah ini cepat berlalu ya.Aamiin

      Hapus
    2. Iya mbak, kalo tidak kerja ya tidak ada pemasukan, tapi bukan di Jakarta sih tapi di kampung jadinya masih aman biarpun makin sepi kesini, orang sudah mulai takut keluar apalagi sudah ada satu di kotaku yang positif, sementara pasien dalam perawatan ada 7, semua habis pulang dari Jakarta.😂

      Hapus
    3. Ya Allah semoga mereka cepet sembuh yaa..yang PDP. Tetap berhati-hati, terutama menjaga keluarga kita masing-masing ya

      Hapus
  4. Semoga ya wabah mematikan ini segera berakhir. Mengerjakan apapun rasanya jadi paranoid, takut terinfeksi.

    Semestinya ya setiap kota secara rutin selama beberapahari disemprot disinfektan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah bener kak.Agak parno.keluar untuk hal yang penting bgt aja parno sekalii kak.Herannya msh byk yang nongkrong..

      betul.di kota kami blm semprot di perumahan warga nih. Tapi di rumah udah semprot sendiri..

      Hapus
    2. Bagus, kak .. disemprot sendiri saja daripada nunggu penyemprotan pemkot yang tak kunjung dilakukan.

      Tadi pagi rumahku juga kusemprot pakai cairan disinfektan buatan sendiri.
      Bahannya : kreolin (bahan yang terkandung di karbol seperti wipol) dicampur dengan cairan pewangi bilas pakaian (seperti molto)

      Hapus
    3. Wah makasih resepnya. aku selama ini pakai wipol plus air doank, blm pakai molto hehehe..aku nta aku tambahin

      Hapus
  5. bagi saya musibah corona menjadi kesemapatan untuk saya fokus pada hafalan karena kkn saya ditunda jadi sekarang bisa fokus sebelum sidang kampus, semoga tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. jadi erkah tersendiri ya kak

      Hapus
  6. Asyiknyaaaahhh, kalaus aya justru anak pertama saya yang suka bercerita, dia suka nonton TV berita gitu, abis itu dia cerita nggak berhenti-hentinya, makanya saya suruh dia nulis di blog, biar mamak bisa istrahat bentar mendengarkan kecerewetannya hahahaha.

    Seru sebenarnya, meski juga was-was dan sedih dengan keadaan ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, keren Aya ,kak Rey, ada bakat jadi presenter tu ka hmmm...
      iya bener sedih sama keadaan skrg, banyak berdoa aja kita kak

      Hapus
  7. Aamiin mbak. Semoga virusnya cepat hilang dan ditemukan vaksinnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiiin, walaupun katanya butuh setahun lagi.td ada beritanya huhu

      Hapus