Youtube
wb_sunny

Breaking News

Berobat Ke Dokter Di Era Pandemi

Berobat Ke Dokter Di Era Pandemi


Ada perasaan takut nggak ketika sakit dan  mau berobat ke dokter di era pandemi? Rasa-rasanya sih iya ya. Ini cerita pengalaman saya berobat ke dokter di era pandemi.

Assalamualaikum. Hallo akhirnya bisa bersua kembali di awal bulsn Juli ini. Semoga bulan ini membawa keberkahan bagi kita semua.Aamiin. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman soal berobat ke dokter di era pandemi.

harus ke dokter era pandemi



Nggak terasa ya, kawan-kawan, era pandemi sudah memasuki bulan keempat. Pasti sudah banyak yang kita rasakan bersama. Misalnya soal dirumah saja di masa pandemi ini. Atau cerita soal belajar online di rumah ya. Intinya,rasa-rasanya sudah banyak banget yang kita lalui ya di masa pandemi Covid-19 ini.

Tentu saja kita semua berharap selalu sehat. Namun ternyata, kadang-kadang ada hal-hal yang tidak terduga yang memang di luar perencaan.

Salah satunya adalah soal berobat ke dokter di masa pandemi ini. Saya dan keluarga, seperti kebanyakan orang, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Walaupun PSBB di kota kami sudah berakhir.Tapi, melihat angka penderita Covid-19 yang terus saja meningkat, benar-benar menyiutkan nyali kami untuk sekedar keluar rumah dan jalan-jalan berlebihan.

 Namun ternyata , qadrullah, akhirnya harus merasakan ke dokter spesialis di masa Covid-19 ini. Ceritanya, sejak bulan puasa, saya mulai lagi mengalami haid dengan jangka waktu yang panjang. Sampai-sampai puasa kemarin, hanya bisa puasa selama 15 hari saja. Menstruasinya sendiri sekitar sebulan kurang beberapa hari saja.

Mengingat masih PSBB juga, saya memutuskan tidak ke dokter dulu. Ternyata hanya 15 hari saja menstruasi berhenti disambung dengan menstruasi berikutnya. Bukan hanya kepanikan yang dirasakan namun juga ketidaknyamanan plus badan sudah mulai lemas. Hmm, saya mulai merasa terserang anemia, akibat mens yang terlalu panjang ini.

Atas saran seorang teman, akhirnya mendaftar untuk berkonsultasi di dokter spesialis kandungan secara online. Jadilah pagi itu, login di salah satu layanan kesehatan online. Setelah membayar Rp 25.000 lewat Go-pay, akhirnya bisa terhubung dengan dokter kandungan.

Sayangnya, saya nggak merasa dapat solusi dari si dokter. Bahkan, saran beliau menurut saya sangat umum. Seperti istirahat yang cukup,makanan bergizi,olahraga dll. Walaupun benar, saran tersebut rasa-rasanya sebagian besar sudah dijalankan. Dokter tersebut juga menyarankan untuk USG dan berobat ke dokter kandungan secara langsung.

Hal lain yang kurang memuaskan adalah dokternya terasa sangat buru-buru melsayakan konsultasi dan kemudian memberikan resep. Pak dokter ini juga kemudian  menawarkan untuk mengakhiri konsultasi bila tak ada yang ditanyakan lagi. Saya hitung-hitung, nggak sampai 10 menit konsultasinya. Hehehe..

AKHIRNYA KE DOKTER DUNIA NYATA JUGA

Karena tidak puas dengan pelayanan dokter online, saya memutuskan untuk mengunjungi dokter saja buat konsultasi.

Walau ada sedikit rasa tsayat ke dokter karena masih suasana pandemi. Akhirnya saya memberanikan diri mendaftar langsung ke dokter kandungan di sebuah klinik di kota saya. Klinik tersebut sengaja dipilih karena beberapa waktu lalu direkomendasikan seorang teman. Oh iya, sebelumnya saya juga sudah bertemu dengan dokter ini ketika menemani seorang teman ke RS (saat belum pandemi).
Sehingga, ya,bisa dikatakan sudah tahu persis kualifikasi dokternya.

Ternyata dokter ini berpraktek di malam hari. Saya sendiri nomer urut 6. Ketika pendaftaran diperkirakan jam 9 malam. Namun, sekitar 20.15, asisten dokter di klinik sudah menelpon untuk memastikan apakah  jadi berobat atau tidak.

Kami segera meluncur ke klinik
Ternyata pasien memang tak terlalau banyak. Hanya menunggu 3 antrian di depan saya sudah dipanggil. 

Ketika saya masuk, Dokter kandungan ternyata sudah memakai masker, sarung tangan dan APD lengkap. Tentu saja ini sangat melegakan, baik buat saya sebagai pasien ataupun buat dokter. Mengingat saat ini,banyak sekali dokter yang terjangkit covid-19 juga.
Alhamdulillah, hari itu berjalan lancar. Dokter memberikan saya sejumlah resep berupa obat untuk diminum

TIPS  KE DOKTER MUSIM CORONA


Tentu saja, kita semua punya ketakutan yang sama  keluar rumah termasuk menemui dokter di era pandemi seperti sekarang.

Buat kalian yang mau berobat, menurut saya, ada beberapa tips berikut yang harus diperhatikan
1.   
1.      # Pastikan bahwa kalian benar-benar butuh dokter/dokter spesialis.Kalau penyakit ringan saja sebaiknya nggak perlu ke dokter dulu.

2.      # Jangan lupakan protokol kesehatan, kayak memakai masker, cuci tangan sebelum/keluar klinik, jaga jarak di ruang tunggu

3.      #  Tanyakan ke dokter, apakah perlu konsultasi kembali atau bisa ditunda?
4.      #   Sampai rumah jangan lupa segera mandi sebelum memegang apapun
5.      #   Baju-baju ke dokter tadi di rendem sabun dan semprot disinfektan tas dll

Demikian, semoga bermanfaat tulisan berobat ke dokter era pandemi. Sampai jumpa di postingan berikutnya ya

Salam semangat..
  

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

6 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik ya teman-teman.. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup, mohon maaf, akan langsung dihapus :)

  1. sehat2 selalu ya mbak, memang ngeri banget dikondisi begini tp kudu ke dokter untuk konsultasi. mestinya bulan lalu aku ada jadwal rutin buat check up gigi, tp berhubung pandemi gini nggak berani ke RS :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak Ella, aslinya takut juga tapi udah nggak paham lagi hrs bagaimana waktu itu hehehe
      semoga sehat selalu yaaa

      Hapus
  2. Aduh ... serem banget masih harus ketemu dokter di masa pandemi ini. Semoga para dokter dan petugas rumah sakit lainnya dilindungi selalu dan pandemi ini cepat berakhir. Saya sendiri sebetulnya pengin ke dokter gigi untuk tambal gigi bolong, tapi ditahan dulu karena belum berani ke dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya agak serem sebenarnya. kalau nggak darurat jangan dl deh...bahaya buat kita,bahaya juga buat dokternya (sama2 berisiko)

      Hapus
  3. Baiknya hanya betul2 terpaksa aja ya mb. Karena di tempat kesehatan ya berkumpul banyak orang jg

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Bang Day,kalau nggak terpaksa sekali, baiknya nggak usah ke dokter dl ya

      Hapus