FBB
KEB

IHB

Dear Kamu, Apa Kabar?

dear kamu
foto : noice

Dear kamu, apa kabar?

Apakah kamu sehat hari ini? InshaAllah ya. Apapun yang kamu jalani dan hadapi saat ini, tenanglah. Jangan sedih apalagi mengeluh berlebihan. Hidup terlalu berharga buat disesali, hidup terlalu indah kalau hanya isinya ketidaksyukuranmu yang panjang itu.

Hai kamu. Mungkin kamu sudah melakukan banyak sekali kesalahan. Barangkali kamu juga banyak khilafnya. 

Hari ini kamu menyesal dan beberapa waktu kemudian kamu ulangi lagi. Seakan tuh ada yang nggak sinkron antara pikiran dan perbuatan kamu. Kenapa? kamu pasti nggak tau jawabnya juga.

Dear kamu, sayangi tubuh, jiwa dan pikiranmu ya.. Karena itu tuh karunia Allah yang sangat besar.

Bangun pagi banget, mengadukan apa-apa kepadaNya lalu sholat subuh dan lanjut olahraga -- itu tuh great banget, tau nggak sih kamu. Nggak semua orang loh bisa melakukannya. Tapi kamu bisa!!

Perasaanmu memang sedang nggak stabil, kadang ada rasa tenang luar biasa. Tapi di lain waktu ada kesedihan yang tak bisa kamu ungkap pada siapapun, pada manusia mana pun kan? untungnya kamu masih punya Allah ya, yang bisa kamu ceritain apa saja. Memelukmu, kapanpun kamu perlukan !

Aku sih cuman mau ngajarin dan bilangin kamu tentang satu hal. Tapi ini penting banget.

Pelajarannya : berharap pada manusia itu hanyalah ke sia-siaan belaka. Manusia manapun tuh nggak akan bisa kamu andalkan, apalagi jadi sandaran hidup seutuhnya. Jadi berhentilah punya ekspektasi berlebihan ke manusia manapun. Sekeren apapun dia.

Pahamkan sekarang? Mengapa kamu sebaiknya harus berhati-hati di hidupmu saat ini dan kedepannya?

Jadi kalau kamu sedang terluka, sedih banget saat ini, tak apa. Seiring berjalannya waktu, percayalah luka itu bakal sembuh kok. 

Kamu hanya butuh waktu buat banyak hal. Meresapi dalam-dalam apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian kamu juga perlu mempercayai hatimu yang pastinya tetap baik-baik saja. Ragamu yang disehatkanNya sebenarnya juga sudah anugerah luar biasa. dan tunggu saja kesembuhan luka itu.

Hei kamu, jangan lupa sih juga. Rawat luka itu dengan baik, jangan sampai dilebarkan lagi ya, hanya karena kamu masih percaya orang lain tak menyakitimu lagi. Bertahanlah dengan prinsip yang kuat walau tak mudah.

Jangan lupa baca pola. Semua biasanya berulang saja.So, hati-hati besti..

Hai kamu,

Peluklah dirimu sendiri, barangkali kamu tak sehebat mereka. Kamu tak sesukses mereka, kamu juga nggak kayak mereka dalam hal apapun. Kamu tertinggal banyak kah? Sebenarnya tidak kok, kita berproses dengan cara kita masing-masing. Kita tak sama walau memiliki tujuan yang sama : kembali kepada-Nya.

Ketika tahun ini, orang-orang terdekat kembali umroh, bahkan bukan yang pertama kali buat mereka -- dan kamu seakan memahami letak dan melihat sendiri apa yang mereka ceritakan itu -- percayalah bukan karena kamu tidak disayang-Nya. Bukan karena kamu melakukan banyak salah dan tidak diberi kesempatan itu. Bukan sama sekali.

Kamu hanya sedang dipersiapkan-Nya. Untuk momen yang lebih tepat,  untuk   masa nanti yang barangkali tidak pernah kamu perkirakan akan terjadi.

Itulah barangkali yang sering didengungkan orang : indah pada waktunya

Tentu kamu jangan tanya itu kapan bakal terjadinya..

Anyway, kamu berhak banget bahagia. Bersama dirimu sendiri, bersama orang-orang tersayangmu, bersama mereka yang memang sama-sama juga sangat menyayangimu. Kamu berhak untuk semuanya.

Selamat melanjutkan hidup ya buat kamu, selamat berproses ke arah yang lebih baik lagi dan lagi.

Dear kamu : jangan lupa bahagia, sehat2 dan mari menjemput masa depan dengan optimis :)

Jangan OVT terus..kamu berharga !!!

2 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
  1. Isi surat yg memang seharusnya dibaca buat diri sendiri, termasuk aku yg terkadang overthinking. Benar mba, jangan terlalu percaya dengan manusia. Sebaik apapun dia, Krn terkadang manusia suka menyakiti. Aku pun lebih suka mengadukan segala sesuatu saat sholat malam , drpd hanya curhat ke sahabat, teman atau bahkan suami. Sesekali boleh, tp bukan utk mengharapkan solusi. Palingan menyalurkan uneg2 saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha sama kita kak Fanny, mengadukan pada-Nya saja semuanya.makasih ya

      Hapus
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Female Blogger of Banjarmasin
Female Blogger of Banjarmasin