FBB
KEB

IHB

BAGAIMANA MENGHADAPI REKAN KERJA YANG TAK SEJALAN


Kantor bisa menjadi rumah kedua yang menyenangkan bila kita nyaman bekerja dan sejalan dengan rekan kerja. Namun kadang-kadang ada saja yang tak sejalan.

Kantor atau lingkungan pekerjaan seringkali menjadi tempat dimana kita bertemu dengan banyak karakter. Tentunya kita juga tidak bisa menduga karakter orang dan tentu juga (tidak berhak) untuk mengubahnya.


Itulah kenapa dibutuhkan adaptasi tingkat tinggi untuk menghadapi semuanya. Bukan hanya soal bos yang terkadang menyebalkan tapi juga rekan kerja ang kadang-kadang tidak sejalan, dan ujung-ujungnya mengganggu kinerja kita.

Salah satu yang sering ditemui adalah rekan kerja yang emosian. Wah, tidak bisa kesenggol dikit, langsung deh amarahnya tidak tertahan.Menghadapi hal seperti ini tentu saja sedikit memusingkan. Apalagi bila kamu berapa dalam satu tim atau satu proyek yang memang mengharuskan bekerja sama.

Namun jangan khawatir atau terlalu berlebihan menghadapi masalah seperti ini. Ada beberapa cara yang bisa kamu coba lakukan. siapa tahu cara ini manjur dan membuat hatimu kembali tenang hehehe..

1. Ingat bila setiap orang berbeda
Ini hal yang perlu kita ingat dimanapun kita berada. Bukan hanya di lingkungan pekerjaan tetapi juga di lingkungan kita tinggal. Kita tidak bisa menyamakan perilaku satu orang dengan yang lainnya. kemudian kita juga tidak akan mampu mengubah oran lain seperti apa yang ada di pikiran kita. Walaupun menurut kita itu terbaik.

Belum lagi bila orang tersebut memiliki masalah yang kita tidak tahu persis seberapa beratnya. Jadi cobalah untuk sedikit bersabar. Kemudian berusaha menerima orang lain apa adanya.

2.Siapkan pendapat dan argumen yang logis
Bila kamu satu tim dengan orang yang tidak menyenangkan ini, segera siapkan data selengkap mungkin. Kemudian siapkan pula argumen yang jelas dan tepat. Sehingga kamu tidak perlu bersitegang dengannya.

Jangan ragu-ragu pula untuk berdiskusi dengannya. Siapa tahu, dia semakin terbuka dan kita bisa mengetahui secara jelas mengapa dia berprilaku demikian.

3.Jangan membalas tindakannya
Meskipun kamu tidak sejalan dengan rekan kerja tersebut, bukan berarti kamu membalas keburukanny dengan keburukan juga. Sedapat mungkin balas keburukan dengan kebaikan. Misalnya dengan tidak ikut menggosip soal teman yang tidak menyenangkan ini.

4.Jangan segan memberi bantuan
Seburuk apapun perilakunya tawarkan bantuan. Teutama soal pekerjaan. Apalagi bila berada dalam satu tim. Bantuan yang diberikan dengan ikhlas dan tuus, semoga bisa mengubah perilaku tidak menyenangkannya.

5.Minta bantuan pihak lain
Sebaik apapun kamu sudah berusaha  dan sekeras apapun usaha yang telah kamu lakukan, kadang-kadang masih belum cukup untuk menghentikan bullying dari karyawan menyebalkan tersebut. Mintalah bantuan pihak ketiga , misalnya atasan atau pihak lain yang berpengaruh.

Namun jika semua usaha itu sia-sia, mungkin kamu perlu memikirkan cara lain. Apalagi kalau kamu tersiksa berada dalam lingkungan yang tidak nyaman.

Demikianlah sharring saya jika menghadapi rekan kerja yang tidak menyenangkan atau tidak sejalan.
Selamat bekerja. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita semua. Aamin.


RELATED POST


11 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
  1. Kalau saya senjatanya "earphone" dan sedikit berbicara untuk menghadapi rekan kerja tak sejalan wahaahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha bener juga ya mas @andie.gak usah didengerin wkwkw

      Hapus
    2. Jadi karena earphone cuma 1, kadang dibawa ke rumah.. Ujung-ujungnya lupa bawa ke kantor besoknya..

      Nah tu uring-uringan dah denger ghibah sana sini hahaha

      Hapus
    3. hahahahaha ngakak nih baca komen mas @Andie..tapi bener sih malas bgt denger macam2 gak berguna hahaha

      Hapus
  2. kalau saya sih biasanya saya diemin aja, biar ga berantem
    males berdebat biasanya kalau ga sejalan ga mau ngalah hahahha

    tapi permasalahan kerja itu pasti seputar beginian terus ya

    BalasHapus
  3. Satu lagi yang sangat penting: sabar... sabar, sesabar-sabarnya.

    BalasHapus
  4. Ini artikel yg sangat penting dengan tips praktis untuk semua orang yg punya fake friends atau toxic friends. Terima kasih sudah menulis.

    BalasHapus
  5. No 3 dan 5 sedang saya lakukan. Tapi emang lebih baik jaga jarak aja sih, apalagi kalau toxic. Thanks sudah berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya enaknya jaga jarak aja kak. hubungannya hanya sebatas pekerjaan saja lebih baik.terima kasih sudah berkunjung kak

      Hapus
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Kumpulan Emak Blogger (KEB)
Female Blogger of Banjarmasin
Female Blogger of Banjarmasin