FBB
KEB

IHB

Ingin Berbisnis Setelah Pandemi? Jangan Lupakan Promosi

Banyak dari kita yang sangat terpuruk bisnisnya ketika dua tahun pandemi. UMKM salah satu yang juga terdampak parah. Sedikit demi sedikit, pandemi mulai berakhir, saatnya kita semua yang berbisnis untuk kembali bangkit.

bisis umkm paska pandemi
pengrajin sasirangan (dok : apahabar.com):

Namanya Lina (35). Bersama sang suami, sudah lama mereka berbisnis kain sasirangan dengan brand “Lina Sairangan”. Kain khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kain ini tidak hanya dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan tetapi juga dipakai oleh pegawai kantoran se-Kalimantan Selatan, hingga sekolah-sekolah yang mewajibkan ada hari memakai seragam sasirangan.

Kalau di daerah Jawa setara dengan batik, yang juga dijadikan pakaian wajib di hari tertentu di kantor dan sekolah-sekolah.

Membangun bisnis selama 10 tahun terakhir dengan jatuh bangunnya membuat Lina menjadi sosok pengusaha sasirangan tangguh. Dia juga memiliki beberapa pekerja walau tak banyak. Hanya 5 orang. Karena memang dibutuhkan untuk tenaga membuat pola dan mewarnai saja. Sedangkan urusan menjahit mereka dibantu oleh sekelompok ibu-ibu rumahan  dengan pembayaran per kain.

Namun apa daya, pandemi selama 2 tahun terakhir, membuat bisnis yang dibangunnya benar-benar runtuh. Pembeli yang sangat minim sampai berbagai pembatasan menjadi penyebabnya. Lina hanya bisa pasrah dengan perkembangan bisnisnya saat itu.

Pandemi perlahan usai

Kata orang, apapun badai yang ada, pasti ada saatnya berlalu. Begitu pula dengan bisnis sasirangan Lina. Bersama para rekannya sesama UMKM di kampung sasirangan – kampung yang ditetapkan pemerintah sebagai pusat oleh-oleh Banjarmasin – bisnis Lina perlahan mulai bangkit.

“Pegawai sudah mulai masuk rutin dan mulai berbelanja baju sasirangan lagi,” ujarnya .Selain para pegawai, aktivitas di sekolahpun sudah mulai berjalan kembali dengan normal.

Tak heran baru-baru ini, dia mendapat banyak pesanan kain sasirangan buat souvenir guru-guru sekolah pada acara perpisahan sebuah sekolah dasar. “ Bukan hanya satu sekolah, tapi banyak sekolah,” ungkapnya dengan wajah cerah.

Pandemi yang mulai mengalami penurunan memang membuat aktivitas kembali normal. Perpisahan sekolah misalanya, yang selama dua tahun ini ditiadakan, tahun ini sudah mulai ada kembali. Lina-pun mulai ada order lagi. 

Salah satunya dari sebuah SD negeri yang memesan 28 buah kain sasirangan buat souvenir para guru di perpisahan kelas 6. Per potong kain dijualnya dengan harga Rp 100.000. harga kain sasirangan tentu saja ditentukan jenis dan kualitas kain. Untuk jenis kain sutra, tentu saja lebih mahal lagi.

Lina diberi tenggat waktu tertentu. Bersama karyawan yang kerja di bengkelnya, dia membuat pola dan memberi warna pada kain. Sedangkan untuk menjahit  pola, dia outsouce kepada ibu-ibu sekitar dengan biaya tertentu.

Pasca pandemi, berbagai bisnis memang mulai bangkit lagi. Mudah-mudahan keadaan ini berlangsung seterusnya, sehingga UMKM kita khususnya makin maju.

Perkembangan Bisnis “Lina Sasirangan” kedepannya

Memang tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Namun smeua berharap pandemi benar-benar telah berakhir dan ekonomi kembali pulih.

Keoptimisan itu juga yang dimiliki Lina, dengan bisnis kain sasirangannya. Salah satu upaya yang dilakukan Lina adalah mempromosikan produknya ke berbagai platform media sosial yang dimilikinya. Kemudian lina juga mempelajari betapa dahsyatnya sebuah website usaha dalam pengembangan bisnisnya.

Apalagi dengan hadirnya dunia digital dan hampir semua bisnis mau tak mau harus masuk ke dalam dunia ini. Salah satu yang dipelajarinya adalah tentang pembelian domain.id yang  cocok buat bisnisnya.

Dia juga mengulik dan belajar banyak tentang soal ssl certificate  yaitu soal pengaman pertukaran data yang terjadi melalui jaringan internet. Sengaja dia mempelajari dua hal yang menjadi dasar sebuah web ini. Tujuannya agar website yang dibangunnya kelak tak sia-sia dan bisa membawa profit buat usahanya di masa depan.

Tentu saja peluang bisnis kain sasirangan Lina kedepannya diprediksi masih sangat bagus. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik. Tetap semangat dan maju  bisnis UMKM Indonesia !

Semoga bermanfaat.

 

 

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih