FBB
KEB

IHB

November, Hujan dan Masa Depan

 

Rintik-rintik hujan setia membasahi tanah. Sejenak termenung di halaman belakang rumah. Memikirkan  masa depan.

November telah tiba. Sudah lama ingin menulis banyak hal. Tapi entahlah, segudang kesibukan menghalangi untuk menulis dengan santai.Eh, kesibukan? Aslinya aku nggak sibuk-sibuk banget.

Nggak sesibuk ibu-ibu pekerja lainnya. Maksudnya para pekerja kantoran yang pasti harus mengatur waktu untuk di rumah mereka juga kan? Aku hanya pekerja rumahan.

Kerjaan domestik sudah pasti. Itupun kalau merasa lelah, aku putuskan untuk melimpahkan cucian ke loundry saja, walau jarang-jarang terjadi  Sisanya hanya pekerjaan rutin sesuai kontrak kerja dan pekerjaan blog tentu saja.

hujan dan november


oh iya si bungsu 10 November lalu juga ultah 10 tahun :) November yang berbeda rasa-rasanya. tetap hangat meskipun seringkali hujan.

november 2022

Pertengahan Oktober lalu, kembali juga  kehilangan seorang saudara dekat. Usianya masih 46 tahun. Dulu lama tinggal di rumah kami. Kematiannya yang tiba-tiba, sampai sekarang masih sulit aku percaya.

Bukan hanya karena usianya yang masih relatif muda. Tapi juga kedatangannya ke kota kami, tepat 40 hari sebelum dia berpulang. Seakan benar-benar ingin mengucapkan salam perpisahan. Alhamdulillah di pertemuan terakhir, banyak kebersamaan yang tak terlupakan.

Meski masih tak percaya, namun itulah yang dinamakan takdir. Sudah ada janji dengan-Nya ketika masih dalam kandungan.harus diterima karena memang takdir-Nya yang terbaik.

^^^^

Cita-cita

Bila orang-orang healing dengan banyak kegiatan, kami bisa dikatakan tak memiliki cita-cita healing yang muluk-muluk. Hahaha.

Baru-baru ini adik sekeluarga merasa perlu buat healing ke Bali. Ada yang sibuk shopping di 11-11, lalu ada teman yang ikut borobudur marathon sekaligus healing, mungkin. Ada lagi teman yang lebih dahsyat healingnya, menonton banyak konser musik dan mengeluarkan uang banyak buat tiketnya..hmmm, luar biasa.

Apa healing aku? Ya ampun, healing akuu ternyata cuma menulissss, pekerjaan sekaligus hobiku !. Kadang menulis buat blog, kadang buat Kompasiana  --bahagia banget rasanya kalau tulisan masuk jadi artikel utama atau sekedar artikel pilihan – dan sekarang level point-nya sudah TARUNA pula. Berbahagia yang sangat receh.

Healing lain paling-paling baca novel, baca tulisan-tulisan orang di Kompasiana dan mengambil pelajaran, menonton youtube dan tidur. Ya ampun.

Kamo memang tak ada rencana jalan-jalan. Bukan apa-apa atau tak suka. Namun tahun ini kami harus banyak menabung. Kalaupun ada dana, lagi-lagi lebih banyak ditabung. Tahun depan si kakak sudah kuliah, anak kedua juga menginjak bangku SMA. Dananya kami perkirakan tak sedikit.

Dibalik minimnya healing, jujur sih, aku begitu banyak pula cita-cita terpendam.Salah satunya adalah “mencetak amal jariyah”. Siapa tau kesampaian juga membuat sebuah mesjid atau membuat sebuah rumah tahfiz buat anak-anak penghapal quran? Bismillah.

Cita-cita yang belum tahu bagaimana mewujudkannya. Selama ini yang bisa dilakukan hanya ikut berpartisipasi dalam memakmurkan mesjid atau rumah tahfiz.Masih sangat terbatas kebaikannya.

Berbicara kebaikan, Dompet Kebaikan, Desember nanti,  juga sudah berusia setahun. Alhamdulillah. Masih belum banyak perkembangan. Donatur dan tenaga buat nyebarin sumbangan juga sangat terbatas. Susah menemuka orang-orang atau patner yang istiqomah dan konsisten buat dompet kebaikan. Tapi it’s oke, semua aku yakin mempunyai jalannya. Apalagi buat berbagi.

^^^

Mendung berlanyut di atas awan. Hujan sebentar lagi barangkali turun (lagi).

Akhir-akhir ini sangat suka menonton berbagai podcast. Salah satunya “Helmy Yahya Bicara” yang menghadirkan orang-orang inspiratif. Mulai pengusaha pamiaman yang sukses punya mall, dan memulai semuanya dari bawah dan mengandalkan doa ibunya. Sampai podcast soal anak muda yang resign PNS dan memutuskan berbisnis internet marketing. Amazing.

Selain menonton podcast penuh inspirasi, Podcast soal akhirat juga rajin ditonton hahaha..mungkin sudah umurnya ya.

Mulai UAH,UAS,Shihab-shihab, Habib Ja’far sampai alm Koh Steven menghiasi beranda.  Maklum suka banget nontonnya. Dari Koh Steven misalnya belajar ilmu soal keikhlasan. Menyadarkan segala hal hanya milik Allah, semua titipan belaka, termasuk ilmu menulis ini tentunya.

^^^

Bismillah, terus melanjutkan perjalanan kehidupan.Apapun gelombang hidup yang bakal diarungi. Berbuat yang terbaik dan menjadi orang yang bermanfaat menjadi faktor penting perjalanan ini.

Ya Rabb, restui dan bersamai kami dalam perjalanan ini. ..

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih