FBB
KEB

IHB

Seni Hidup Tanpa Beban dan Frugal Living

frugal living

 

19-12-2023

Bangun pagi seperti biasanya tadi,sebelum subuh. Aktivitas padat sekali sejak pagi buta :) , alhamdulillah. Menyenangkan menjalani semuanya dengan teratur dan sudah agak "auto" alias mendekati terbiasa.

Sudah hari ke-10 menjalankan sebuah program penting dalam hidup, perlu 11 hari lagi biar genap 21 hari.Semoga dimampukan biar bisa jadi kebiasaan yang baik di masa depan kelak. Dijaga dalam kebaikan juga.

Menuju 4 hari juga untuk melangkah pada sesuatu yang baru.Semoga hidup jadi lebih baik lagi. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan.Tetapi mencoba menjalani hari-hari dengan lebih baik adalah sebuah ikhtiar untuk takdir yang lebih baik,bukan?

Melangitkan banyak doa setiap saat. Doa-doa baik untuk diri sendiri, untuk orang-orang terdekat, untuk orang-orang baik dan tentu buat mereka yang barangkali nggak pernah menyangka sudah di doakan hehe. 

Semoga doanya sampai, baik yang masih ada ,maupun mereka yang sudah tiada. Ah, terima kasih tak terhingga sudah baik di masa-masa lalu.  

****

Target 2 tulisan besar minggu ini, agak kacau balau ngerjainnya, tidak menguasai masalah dengan baik.Kuy,belajar lagi. Sambil jalan juga sih. Semoga belum akhir minggu ini sudah bisa disetor naskahnya.

Lagi berjuang menjalankan "seni hidup tanpa beban".Yah, apa-apa tidak perlu dipikirkan dalam-dalam, cukup dijalani, cukup dilakukan sebisanya. Nggak bisa juga? tinggal cari yang bisa.Bukankah keahlian orang lain-lain kan? 

***

Pernah mendengar soal frugal living? Secara sederhana frugal living bisa diartikan sebagai gaya hidup masa kini, dimana orang hidup secara sederhana dan tidak berlebihan.

Frugal living juga bisa diartikan dalam kerangka pengelolaan keuangan. Sehingga seseorang mengelola keuangannya dengan baik, membeli hanya yang benar-benar diperlukan, mencari barang yang berkualitas tapi jagka panjang dan bisa melakukan penghematan tanpa mengorbankan kebutuhannya.

Beberapa teman  sudah mulai mencoba pola hidup ini dan mereka mengaku sih lebih bahagia. Biasanya mereka padukan juga dengan decluttering, pernah aku tulis disini . Intinya kehidupan mereka rasa lebih efektif dan efisien saja dan tak berlebih-lebihan.

Kalau aku? belum segitunya sih. belum bisa frontal tapi biasa-biasa aja.

Yang jelas tanpa ada konsep inipun, sudah biasa-biasa aja alias sederhana dari zaman dulu haha.Agak keberatan sih dengan konsep frugal living yang salah satu disebutkan " jangan takut buat menawar" Nah, kalau aku kebalikan, kasian kalau sampai kebanyakan nawar-nawar bahkan kalau bisa ngasih lebih haha. 

Baiklah, setiap orang punya gaya dan cara masing-masing kan dalam menjalani hidup.

Tak perlu " menyontek" berlebihan, sesuaikan saja dengan kehidupan masing-masing, iya kan?

Semoga bermanfaat. 



8 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
  1. Frugal Living, kirain judul film ternyata gaya hidup masa kini yang sederhana dan tidak berlebihan ya.

    Kalo soal beli barang yang berkualitas tapi jangka panjang setuju sih. Contohnya beli lampu LED, kalo yang bermerek biarpun harganya mahal 40 ribu tapi awet 2 tahun, kalo yg abal-abal paling hanya 2 bulan biarpun lebih murah 5 ribu sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha,iya frugal living katanya gaya hidup orang2 zaman sekarang, katanya sih gitu.banyak dibicarakan orang2 :)

      Hapus
    2. Tapi temanku di dunia nyata malah ngga ada yang bicara frugal Living ya. Yang ada ngomong sekarang kok dagang sepi, sekarang kok cari kerjaan susah.😂

      Hapus
    3. hmmm, betul bgt,ini obrolan di dunia maya.Di dunia nyata emang dari urusan cari kerja susah sampai harga telor , beras dan cabe yang terus meroket.sedihhh...

      Hapus
  2. nah akhirnya aku bca juga frugal living versi Mb Erny, Hehe.
    Pada intinya gaya hidup dengan berhemat. Memilah dan Memilih membelanjakan uang dengan cara yang tepat dan efisien, tapi juga tidak "seret" untuk mengeluarkan uang sampe-sampe nawar keterlaluan. Hehe.

    Nawar sih gpp, tapi kalau kebangeten ya kasian juga yang jual, apalagi yang masih ngeyel "nawar kn belum tentu bawa pulang barangnya" nah ini juga yang mengindikasikan ke pelit. Hehe, konsep frugal living yang keliru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya membelanjakan uang dengan tepat ya. semoga bisa juga, masih terus belajar juga nih :) nauzubillah, jangan sampai jadi orang pelit hehe

      Hapus
  3. Anak muda okelah menganut frugal living. Karena masa depannya masihbpanjang. Kalau nenek2 seperti saya sebaiknya mikir. Karena sisa usia tinggal seujung kuku. Hehe ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapppp ibu, semoga sehat terus aamiin allahumma aamiin

      Hapus