Minggu, 19 Mei 2019

DILEMA SINGLE INCOME PASCA MENIKAH






Single Income di rumah tangga? Siapkah? Pasti banyak para ibu yang pernah merasakan ragu mau resign apa tidak karena soal single income ini. Kali ini Sahabat Ibu Pintar dan Blibli.com berbagi soal ini.

Assalamualaikum,
Hallo semuanya. Semoga tetap sehat dan puasanya lancar ya. Di bulan penuh berkah ini tiba-tiba dapat kesempatan dari @kumparanmom untuk hadir di event seru yang didakan oleh Sahabat Ibu Pintar dan Blibli.com.

Tema yang diangkat pada kelas pintar volume #1 ini adalah soal “ Dilema Single Income Pasca Menikah”. Wow, setiap ibu bekerja rasa-rasanya pernah merasakan ini terutama ketika anaknya sudah lahir. Bimbang apakah ingin meneruskan karir sebagai ibu yang bekerja atau merawat anak-anak saja dengan resign?

Kamu ternyata tidak sendiri merasakan ini. Walau akhirnya setiap orang punya pilihan masing-masing. Ada yang memutuskan terus berkarir dengan alasan tetap membutuhkan double income, tetapi ada juga yang memutuskan resign dengan risiko single income.

Tetapi apapun keputusan itu, tentu saja keputusan yang diambil adalah kesepakatan bersama suami dan istri. Kemudian semuanya sudah harus siap dengan risiko, keuntungan dan kerugiannya.
Binky P Iskandar Mpsi,Psi , expert psikolog dari Sahabat Ibu Pintar menjelaskan 61% pasangan dengan usia pernikahan diatas 5 tahun ujarnya ternyata lebih terbuka untuk rencana finansial dalam rumah tangga. Sedangkan 38% dengan rata-rata pernikahan dibawah 5tahun ternyata kurang terbuka terhadap pasangannya soal keuangan.

Padahal sangat penting bagi pasangan untuk mendiskusikan keuangan pada setiap tahapan perkembangan hubungan mereka (Shapiro,2007)

Hanya saja terkadang kenyataan tidak semanis mimpi-mimpi indah bagi mereka yang sudah menikah. Termasuk soal keuangan ini. Karena itulah sangat penting untuk mengidentifikasi  pola komunikasi bersama pasangan terkait masalah keuangan dan rencana keuangan kedepannya.
Menurut Binky, hal ini kelak akan berpengaruh pada dua hal yaitu menjaga keterbukaan dan mebuat komunikasi yang sehat di dalam rumah tangga. Bagaimana cara memulai komunikasi tersebut? Binky menyarankan empat hal yaitu :

1.Terapkan waktu khusus untuk membahas keuangan
Maksudnya ketika ingin membahas masalah keuangan rumah tangga dengan serius, janganlah sambil lalu saja. Tetapi bisa dengan cara mengajak makan berdua dengan pasangan kemudian membicarakannya. Hal ini terutama untuk menghindari perselisihan yang tidak perlu.

2. Selaraskan value antar pasangan
Ya, nilai yang dimiliki setiap orang berbeda-beda. Dan tentu saja dipengaruhi oleh banyak hal sepeti lingkungan kehidupan di masa lalu atau lingkungan keluarganya. Kita tentu saja tidak bisa memaksakan seseorang untuk melihat uang sama dengan kita.
Namun paling tidak, karena sudah berada dalam satu tim dalam keluarga bisa dengan cara menyeleraskan yang terbaik untk keuangan keluarga.

3.Selaraskan tujuan dalam membuat rencana
Ini juga merupakan hal penting. Artinya apa saja target yang ingin dicapai harus ada kesamaan dan diketahui kedua belah pihak. Sehingga bisa dijalankan secara bersama-sama.

4.Lakukan secara berkala
Tentu saja membicarakan pernikahan tidak hanya pada awal menikah. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kehidupan, penbicaraan soal keuangan harus mengikuti. Karenanya lakukanlah secara berkala.

BACA JUGA :





 
source : twitter blibli.com
 
PERLU KEJELASAN PLANNING


Pembicara kedua dalam Kelas Pintar ini adalah Indah Hapsari. Beliau adalah Head of  Adviser Jouska.

Menurutnya untuk yang memilih single income, sama sekali tidak masalah. Namun tetap harus ada yang dikorbankan misalnya tidak memakai pembantu rumah tangga lagi. Tentu ini dengan catatan kalau gaji sang suami masih pas-pasan. Tapi kalau sekelas konglomerat ya tentu berbeda lagi.
Dalam mengatur keuangan keluarga, menurut Indah, ada tiga hal yang harus diperhatikan:

1.Current Financial Statement
Disini nantinya akan diketahui secara riil bagaimana sebenarnya kondisi keuangan keluarga. Apakah masih layak menambah jumlah yang ditabung ataukan masih banyak utang yang harus dibayar.
Buat yang masih memiliki utang yang harus segera dibayar, Indah merekomendasikan untuk tetap dalam posisi double income. Kalaupun ingin sgera single income, harus ditarget kapan waktu yang tepat dan butuh berapa lama lagi.

2. Risk Profile
Yang paling aman menurutnya adalah salah satu (suami atau istri) dalam rumah tangga memilki penghasilan tetap. Misalnya karena dia PNS atau kayawan tetap. Tentu ini untuk mengamankan keuangan keluarga.
Selain itu harus dipertimbangkan beberapa hal seperti  usia, jenis pekerjaan, penghasilan, status pernikahan, tanggungan dll.

3. Tujuan Keuangan
Apakah sudah mmiliki dana darurat yang cukup ataukah sudah memiliki asuransi yang baik. Indah menyarankan minimal dalam keluarga memiliki asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan dana pensiun selalin tetap memiliki dana darurat.

Akhirnya, keputusan memang tergantung pada keluarga masing-masing. Apakah ingin tetap double income di keluarga ataukah hanya single income saja. Apalagi yang mengetahui persis keuangan keluarga adalah keluarga itu sendiri dan tidak ada seorangpun yang berhak mencampurinya.

Namun demikian tidak ada salahnya kita menyiapkan payung sebelum hujan.
Misalnya dengan rajin menabung, menyiapkan dana darurat, memiliki sejumlah asuransi (murni) yang penting dan sedapat mungkin memiliki investasi.
Sekali lagi hidup adalah piliha. Kitalah yang akan menentukan mau seperti apa. Walau tetap ada takdir-Nya. Selamat beruapaya mengatur keuangan dengan baik.

RELATED POST :







     







Jumat, 17 Mei 2019

Ruangguru, PAKAI LAPTOP LEBIH NYAMAN


 
source :ruangguru twitter

Ruangbelajar for Desktop menyediakan banyak pilihan. Belajar lewat PC atau laptop juga lebih nyaman karena layarnya lebih lebar.

Assalamualaikum,

Bersua lagi kita. Buat kalian yang berpuasa, semoga puasa tetap lancar ya teman-teman. Wlalupun berpuasa, jangan menyurutkan niat kita buat belajar dan berbagi ya. 
Anyway, kali ini aku ingin berbagi soal mudahnya saat ini belajar dengan banyak media, termasuk lewat pembelajaran online.

Rabu, 15 Mei 2019

SELALU TERBELIT UTANG? INI CARA MENGATASINYA


Benarkah setiap orang pernah punya utang? Jawabnya iya. Tapi kemudian ada yang sanggup membebaskan diri dari belitan utang yang menggunung dan ada juga yang terjebak dari gali lubang tutup lubang untuk utang-utangnya. Sedih pastinya.

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, semoga puasa kita lancar ya semuanya plus ibadah kita selama bulan puasa mendapat keberkahan.Aamiin

Kali ini saya ingin berbagi bagaimana agar kita tidak terbelit dengan utang piutang yang membebankan kita. Bukan hanya membebankan dan menjadi pikiran di dunia loh. Utang ternyata juga akan membebani kita di akhirat. Apalagi kalau lalai dibayarnya. waaa..utang dibawa mati guys.

Minggu, 05 Mei 2019

#FBBKolaborasi : Mengatur Keuangan Keluarga, Kunci Kebahagiaan


 
manajemen keuangan yang tepat sumber kebahagiaan (dok :pribadi)

Mengatur keuangan keluarga ternyata salah satu kunci kebahagian. Nggak percaya? Awalnya saya juga. Tapi ternyata keuangan keluarga yang berantakan bisa menghancurkan keutuhan rumah tangga loh.

Assalamualaikum,
Bersua lagi kita. Sudah Mei saja, tak terasa dan sudah menjelang puasa. Alhamdulillah.

Kali ini saya saya terlibat dalam “proyek “   FBB Kolaborasi yang memang tiap bulan sebenarnya mengadakan proyek penulisan dengan tema yang sama. Kali ini FBB Kolaborasi menghadirkan tema tentang hari keluarga nasional yang akan jatuh pada 29 Juni mendatang dan hari keluarga internasional yang diperingati setiap 15 Mei.