FBB
KEB

IHB

Pengalaman Merawat Lansia Osteoporosis

osteoporosis pengobatan


Sebenarnya pengalamanku masih seumur jagung dalam merawat mamaku yang kena osteoporosis (tulang keropos).Tapi siapa tahu bermanfaat buat dibagikan kan? Lanjut baca ya.


Mamaku ( 73 tahun) kena osteoporosis sekitar pertengahan puasa lalu (April 2023).gejala awal yang beliau rasakan adalah tulang pinggang seperti mau runtuh atau jatuh ke bawah seluruhnya. Oh iya sebelumnya beliau selama 1/2 bulan Ramadhan itu rutin tarawih ke mesjid dekat rumah dengan berjalan kaki. Jarak mesjid kira-kira 300 meteran dari rumah.

pengalaman merawat lansia osteoporosis
dokumentasi pribadi

Nah sekitar hari ke-15 di bulan ramadhan itulah mulai terasa sakit pinggang yang luar biasa disertai pinggang mau copot. Mungkin bagi kita orang awam sakit pinggang kan hal biasa ya.Dengan pijit tradisional saja biasanya sembuh. Tapi ini terasa berbeda.

Mama ku bahkan sampai nggak bisa bangun dari tempat tidur saking sakitnya. Adikku yang saat itu di rumah bertindak cepat dengan membawa mama ke dokter penyakit dalam, dimana beliau biasa rutin berobat bulanan penyakit hipertensi dan diabetesnya.

Namun anehnya, tak ada penanganan atau kecurigaan dokter saat itu. Memang sempat disuruh rongen MRI, tapi katanya bisa kapan saja. Dokter memberikan sejumlah obat yang ternyata kami ketahui bukan obat yang ada hubungan dengan tulang tapi obat maag (menurut apotik tempat menebus obatnya). Oke tapi obat tersebut tetap diminumkan. Bahkan sampai habis.

Opname karena sakit pinggang

Bertahan setengah bulan saja, sakit pinggang kategori akut kembali menyerang. Mama bisa dikatakan duduk saja sudah tak sanggup apalagi berdiri. Kami sempat curiga ada penyakit berbahaya apa lagi.

Karena itu kejadiannya saat malam hari, paginya kami segera membawanya ke IGD RS Bhayangkara Banjarmasin. Disuruh opname. di IGD sempat di rongen dada, rongen tulang belakang dan pemeriksaan urin. Tulang belakang ternyata terlihat renggang yang menunjukkan tulang keropos.

akibat tulang keropos
dokumentasi pribadi

Namun selama opname hanya bertemu dokter penyakit dalam dan tak ada bertemu dokter tulang ataupun dokter fisioterafi. Di rumah sakit hanya disuntik obat nyeri selama 3x sehari dan tentu di infus. Sampai akhirnya 7 hari, mama di pulangkan karena mungkin BPJS dengan janji nanti dokter penyakit dalam akan merujuk lagi.

Periksa ke dokter orthopedi (Bedah Tulang)

Karena tak ada solusi penyakit orang tua kami, kami memutuskan hari itu juga ke rumah sakit yang lebih besar yaitu RS Ulin Banjarmasin, untuk periksa ke dokter tulang (ortopedi).Kali ini sebagai pasien umum. 

Dokter orthopedi RS Ulin, yaitu dr Muhammad Iqbal SpOT(K)-spine mendiagnosis adanya penyakit tulang keropos (osteoporosis) karena menurut beliau penyebabnya adalah faktor usia yang sudah berusia 73 tahun. Beliau menyarankan kami segera mengurus BPJS untuk pengobatan selanjutnya karena akan panjang lagi pengobatan dan terapi yang akan dilakukan.

Besoknya saya mengurus BPJS kesehatan ke faskes 1, Puskesmas Terminal. Diberi rujukan ke rs Siaga (rumah sakit tipe C), rujukan tak bisa langsung ke rumah sakit tipe A.

Kami bertemu dokter Iqbal lagi di RS Siaga yang kemudian memberi rujukan ke RS Ulin lagi buat selanjutnya.

Beberapa hari kemudian kami bertemu lagi dokter IQbal dan diberi pengantar buat melakukan beberapa pemeriksaan : 

1. Pemeriksaan BMD

Bone Mineral Densitometry (BMD). Bone Mineral Densitometry adalah tes kepadatan tulang yang berguna untuk mengevaluasi kemungkinan osteoporosis pada seseorang. BMD merupakan pemeriksaan non-invasif dengan alat Dual-Energy X-Ray Absorptiometry (DEXA) yang menggunakan radiasi minimal. 

Pemeriksaan ini kami lakukan di RS Anshari Saleh Banjarmasin beberapa hari setelah mendapat surat dokter karena alat di RS Ulin katanya lagi rusak.

Hasilnya memang terlihat tulang kropos. Namun menurut dr Wibowo, dokter ortopedi RS Anshari Saleh, adalah hal wajar untuk beliau yang berusia 73 tahun terkena penyakit seperti ini. 

2. CT Scan Tulang 

Dikutip dari Hallo sehat, Pemindaian computed tomography (CT) atau CT scan, adalah tes pencitraan menggunakan kombinasi sinar-X dan komputer untuk menghasilkan gambar detail bagian tubuh. 

Jadi,  CT scan tulang belakang adalah tes pencitraan menggunakan CT Scan untuk mendapatkan gambar tulang belakang dan jaringan di sekitarnya.

Hasil CT Scan menunjukkan jaringan syaraf masih sangat bagus (tidak ada syaraf kejepit) dan terlihat tulang keropos yang sudah tampak fraktur (retak).Namun bukan patah dalam arti sesungguhnya sehingga tak perlu dilakukan operasi/ tindakan lainnya karena memang tidak ada syaraf yang harus diperbaiki  -- begitu penjelasan dokter.

Tentang Osteoporosis

Osteoporosis atau penyakit tulang keropos adalah penyakit yang mempunyai sifat khas berupa penurunan massa tulang disertai penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang (Tandra,2009)

Dikutip dari kemkes.go.id, penyebabnya macam-macam antara lain :

  • Faktor Usia Wanita yang sudah menopause, produksi hormon estrogen akan berkurang. 
  • Konsumsi obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dalam jangka lama, misalnya obat asma, lupus, dll.
  • Gaya hidup yang kurang sehat, antara lain merokok dan minum-minuman beralkohol.

Dalam kasus mamaku tentu penyebabnya yang no 1, yaitu faktor usia yang sudah lansia kemudian tentu sudah menopouse lama sekali.

Penanganan dari dokter

Selain memberikan rujukan untuk CT scan dan BMD, dokter tulang memberikan obat anti nyeri, kalsium, vitamin D, dan obat penguat tulang untuk konsumsi. Namun kata dokter, bila tak lagi sakit, obat anti nyeri jangan dikonsumsi.

obat tulang keropos
obat tulang seminggu sekali (dok : pribadi)





aturan pakai obat tulang



Yang penting lagi dokter memberikan KORSET yang bisa dikenakan pasien dan ternyata ini sangatlah membantu sebagai penyangga tulang pinggang.

Yang di sarankan dokter :
 
1. Tetap memakai korset ketika berjalan /aktivitas, kalau tidur bisa dilepas

2. Tetap latihan berjalan (walau dengan tongkat)

3. Rutin berjemur di pagi hari

4. Melakukan fisioterapi secara rutin -- mamaku sih seminggu 2x,ntar akan aku tulis lebih dalam lagi soal ini 


Demikian tulisan  Pengalaman Merawat Lansia Osteoporosis, semoga bermanfaat.



4 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
  1. Terima kasih Mbak tulisan mengenai osteoporosis ini.
    Ibu saya kini usianya 78 tahun. Belum ada tanda-tanda osteoporosis seperti yang Mbak sampaikan diatas.
    Semoga orang tua kita tetap sehat di hari tuanya.

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yra.makasih mas dan semoga ibunya juga sehat selalu, dijauhkan dari penyakit apapun juga.aamiin

      Hapus
  2. Pastinya was was ya mbak waktu belum tahu sebabnya, kok ngga bisa gerak. Ternyata kena osteoporosis.

    Semoga ibunya makin sehat setelah berobat rutin mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas Agus.sempet bingung juga.aamiin, makasih mas Agus

      Hapus