FBB
KEB

IHB

Slow Living Hingga Arisan

 

arisan
sumber foto : gurusiana

Jumat 8 Desember 2023


Nggak terasa udah Jumat kesekian yang dilalui.

Kenapa blog ini bertransformasi jadi blog curhatan ya? semoga para klien tidak ilfeel haha hanya karena banyak cerita receh dan sangat personal. Bukankah awalnya blog ini dibikin memang menampung cerita personal

Yang mau baca, silakan.yang nggak, ya nggak apa-apa juga.

Seperti halnya pertemanan,ada yang datang dan pergi. Tidak bisa memaksa orang lain untuk berteman dan menyukai "gaya" kita kan? Ada yang cocok, ada yang nggak cocok. begitulah kehidupan

Jujur sih, semakin kesini.semakin malas sama hal rumit. Yang masih mau temenan dan ngobrol ayoo kita temenan. inshaAlalh tetap nyambung ngobrol apapun, pengalaman jadi jurnalis dulu tuh ternyata berharga banget yak.haha.btw, Terima kasih orang baik. yang masih menyempatkan waktunya buat ngobrol panjang atau pendek :) Ada beberapa tersisa di dunia ini, ternyata. 

Sejatinya,hidup terus berproses.Semoga menjadi lebih baik setiap harinya,setiap saat. Jangan lupa untuk saling mendoakan, apapun yang terjadi, dan pernah terjadi !

Agak relate sama soal #arisan

Hmm, awalnya, beberapa tahun lalu memang aku yang organize buat ada arisan lagi, setelah sekian lama tak pernah berjumpa. Dan sukses hingga setahunan lebih,sebelum covid. Tapi kemudian, aku yang merasa harus berhenti, dan aku kira arisannya nggak bubar. ternyata ikutan bubar juga.

Sampai kemudian tuh, ada wacana mau diadakan lagi.Daripda membingungkan, aku langsung jujur bilang, nggak ikutan dulu? Kenapa, jadi pertanyaan beberapa teman?

Bukan masalah uangnya (yang aslinya nggak banyak) atau memutus silaturahmi sih. Tapi...semakin kesini, aku ngerasa dunianya udah sangat-sangat berbeda.Aku ingin hidup yang berkualitas aja.mengesampingkan terlebih dahulu, hal-hal tidak terlalu penting dan prioritas dalam hidup.

Bukankah prioritas hidup orang berbeda-beda? 

Yang kedua tentu alasan pertemanan. Bukan tak menghargai teman-teman dari masa lalu,bukan sama sekali. Tapi semakin kesini, agak lebih selektif aja. Apalagi ketika arisan cuma buat makan bersama lalu kemudian langsung bubar, tanpa sempat bertukar cerita apa-apa, kadang-kadang. Ada yang terasa aneh.  Aduh, kayaknya aku skip dulu kali ini. Semoga mereka mengerti. 

Demikian kira-kira, alasan resminya :) 

*** 

Alhamdulillah, beberapa kerjaan kemarin sudah tuntas, tingga santay2 aja.Yang satu lagi tunggu approve, yang lain belum dikerjain, akibat deadline masih lama.

Hidup yang terasa slow banget  

Slow living kalau orang sekarang menyebutnya. Ya, nggak seideal itu juga sih aslinya.Ada saatnya gabut dan sibuk juga. bentar aku ingat-ingat dulu, kapan terakhir sibuk selama di sini?

Beda banget ketika zaman tinggal di Jakarta Depok dulu. 35 km menuju tempat kerja terakhir ketika di Jakarta. Jauh euy. PP naik motor berarti butuh 70 km sehari tuh. Walau nggak sellau naik motor, ada kalanya, diselingi naik kereta,busway dan ojol. Hmmm..

Hidup yang lambat ada negatifnya juga.kadang jadi kurang bersemangat. iya kan? Kayaknya nggak punya pesaing hidup haha

Tapi di satu sisi, ke slow an ini membuatku agak lebih kreatif juga. Sempat banget berolahraga, ibadah yang semoga lebih baik dari dulu-dulunya, sempat ke majelis ilmu, sempat bikin story yang jarang ditonton orang (wkwkwk--dan tiba2 aja kuhapus lagi), sempat ngisi IG dan tiktok baru,  sempat kulineran yang dimau-in, sempat nonton bioskop, sempat chat- an sepanjang yang dimauin haha dan tentu bekerja dengan nyaman.

Begitu banyak kenikmatan, yang kadangkala lupa buat disyukuri, 

Pertanyaannya kalau balik ke dunia yang dulu lagi, apakah akan sanggup walau gajinya ber digit-digit? tertarik kah?Hmmm, entahlah, belum bisa memutuskan sekarang kalaupun ada yang menawari hahaha.

Sekian dulu ceritanya : saatnya jemur, ngasih makan burung-burung liar dan nulis yang serius lagi. Yuks, kerja.

Semoga bermanfaat curhatan pagi ini :) 


5 komentar

Terima Kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Mohon sebutkan nama atau akun google-nya ya

Untuk yang menyertakan link hidup atau tanpa identitas, mohon maaf, komennya tidak akan di ditampilkan :) Terima kasih
  1. yg penting tetap positif thingking, dan jaga kesehatan.... itu saja sih yg diperlukan untuk bisa hidup di jaman skrg..

    salam dari Blogger Cirebon. Pengen follow, tp gak nemu widget followernya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo kak,salah kenal juga.iya kak gak ada widget follownya hehehe...setuju bgt, tetap berpikir positif aja ya.sehat2 buat kita semua

      Hapus
  2. Realita banget kak, kakak gak sndirian sih. Makin ke sni emang kita lebih selektf dlm sgala hal. Mungkin kalau kakak di cerita ini kaitannya sama arisan dn temen2nya. Apalagi kalo kumpul cuma sbuk hp-an ah mending ga usah

    Kalo aku pribadi lebih ke temen yg toxic hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya kak Keza, temen toxic good bye aja sudah.membebani bgt haha..iya malas kumpul kalau hp=an dan foto2 aja

      Hapus