Jumat, 11 Januari 2019

(REKOMENDASI) REKSADANA SAHAM 2019



  
Sudah masuk Januari 2019 ya teman-teman. Sangat tidak terasa. Tantangan baru bagi kita tentu saja akan semakin beragam ya. Tapi jangan putus asa. Selalu ada jalan kebaikan untuk kita yang berniat baik untuk kehidupan. Termasuk yang bekerja keras dan memikirkan masa depan keluarga kita masing-masing.

Well, seperti yang pernah saya tulis di blog ini, ada banyak instrumen investasi yang tentu saja bisa kamu pilih. Bahkan bila kamu termasuk yang masih belia usianyapun bisa memilih investasi.



Yes, salah satu investasi.yang bisa kamu pilih adalah reksadana. Seperti yang pernah saya tulis  :

reksadana bisa diartikan sebagai sebagai salah satu instrumen investasi dimana dana pemodal (investor) diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Setelah mengenal reksadana, kamu harus memutuskan jenis reksadana apa yang ingin kamu pilih sebagai sarana investasi kamu tadi. Biasanya pemilihan tergantung jenis risiko yang sanggup kamu pikul sih (jiahhh...). iya, maksudnya ada yang berat risikonya, ada juga yang ringan.

Biasanya semuanya juga berhubungan dengan jangka waktu. Dengan jangka waktu panjang risiko yang dihadapi juga lebih berat. Tetapi bila kamu mengambil jangka waktu investasi yang lebih pendek, risikopun akan lebih ringan.

MENGAPA HARUS REKSADANA SAHAM?

Baiklah, saya akan bercerita pegalaman saya dengan reksadana saham deh. Dengan memiliki anak tiga, kadang-kadang kami khawatir, pendidikan mereka kedepannya tidak terjamin. Apalagi kami tidak pintar menabung kayak orang-orang.

Hmmm..sampai akhirnya saya dan suami sedikit mengenal soal reksadana. Saat itu, masih 2007, tidak banyak berita dan inpoh soal seperti ini. Begitupula perusahaan manajer investasi investasi juga masih sangat terbatas.

Namun saya bersama seorang teman sekantor di Kebayoran Lama, mbak Hesti, akhirnya memutuskan mencoba reksadana MANULI**. Saat itu saya investasi Rp 10 juta dan mb Hesti kalau tidak salah ingat Rp 5 juta. Dana kami murni dari tabungan bekerja selama ini (bukan undian,lotre apalagi korupsi hahaha).

Kamipun sebelum pergi ke kantor manager investasi tersebut sudah belajar sedikit tentang beberapa hal soal reksadana. Selain memang kami bekerja di majalah keuangan dan perbankan , yang memang sehari-hari membahas soal investasi dan keuangan hehehehe..

Iya, kami memilih reksadana saham.

Sayangnya kemudian di akhir 2007 sampai 2008, Indonesia dan asia mengalami krisis ekonomi yang hebat. NAB reksadana kamipun terjun bebas. Uang saya yang tadinya Rp 10 jt tiba-tiba, dengan menurunnya berbagai harga saham menjadi hanya Rp 3juta saja bahkan pernah sampai Rp. 2 juta.

Aduh, sedih banget pastinya. Apalagi itu investasi perdana kmi yang sudah banyak impian dalam pikiran hehehe. Nasi sudah menjadi bubur, jadi ya sudahlah.
Namun, kami tidak menjual sedikitpun reksadana kami walaupun waktu itu dorongan untuk menjual sangat besar dengan kerugian yang sedemikian besar tersebut.

2009-2010 ekonomi Indonesia membaik. Perlahan tapi pasti, NAB kembali merangkak naik hingga “nilai” reksadana kami sudah kembali ke awal. Walau belum banyak menguntungkan saat itu saya tetap bersyukur karena saat itu sejumlah tabungan mampu membiayai anak saya masuk ke SDIT yang lumayan bagus di Depok.
Tahun terus berganti. Kami tetap setia di reksadana saham dan nabung seperti biasa. Hasilnya? Saya tidak menghitung sih sebenarnya berapa persen keuntungan riilnya.

Yang jelas menurut saya yang awan ini : lumayan (5-7% per tahun?). Dan saya ternyata memperlakukan reksadana layaknya tabungan biasa hahaha...intinya saya, investasi tetapi kemudian saya butuh untuk buat sekolah ya saya ambil. Kemudian saya tetap menabung rutin seperti biasa tiap bulan.
Ya, layaknya tabungan biasa..Hmmm..

Saya tidak tahu apakah mb Hesti masih investasi nggak disini atau sudah pindah ke lain hati hahaha..Saya sendiri ternyata tipe setia alias malas pindah ke lain perusahaan. Meskipun tidak banyak, saya masih memiliki sedikit investasi di reksadana ini. Hitung-hitung dana  buat persiapan sekolah anak-anak kedepan .Semoga..

Oh iya kenapa saya memutuskan terus investasi di reksadana, ada beberapa alasan (pribadi) sih :



1.UANG KITA AMAN KOK

2.LUMAYAN MENGUNTUNGKAN. WALAU NGGAK NGITUNG PERSIS, SAYA TAHU KOK LUMAYAN MENGUNTUNGKAN (BAGI SAYA)

3.SUKA RISIKONYA. SUKA? IYA. KADANG KALAU IHSG LAGI TURUN MEMANG TURUN JUMLAH RIIL UANG KITA. TAPI BAKAL BALIK LAGI. INI RITME YANG SUDAH BISA SAYA BACA DAN NGGAK BIKIN KHAWATIR LAGI.

4.SEDIKIT RIBET KALAU MAU MENCAIRKAN. JADILAH SAYA AGAK TER-REM (aduh apa ya bahasa baku nya) KALAU MAU MENGAMBIL UANG KECUALI KEBUTUHAN MENDESAK BANGET. INI PENTING BUAT SAYA YANG  BOROS.

5.ADA YANG NGATURIN. NGGAK KAYAK SAHAM, KITA LANGSUNG MEMUTUSKAN BELI ATAU JUAL APA> DI REKSADANA KARENA DIKELOLAIN, YA DIPILIHIN SAHAM YANG BAGUS. KITA TAHU BERES.

  
Bagaimana dengan kamu?`

REKOMENDASI REKSADANA SAHAM 2019

Saya sih tetap merekomendasikan kamu untuk sesegera mungkin ikut investasi reksadana. Terutama reksadana saham. Berikut beberapa keuntungan yang mungkin bisa jadi pertimbangan kamu juga :


1.Uang nggak dipegang sama Manajer Investasi (MI) tadi. Tapi ada rekening khusus yang disebut bank kustodian.

2.Uang kamu akan di investasi ke puluhan bahkan ratusan saham. Dengan risiko yang disebar tadi tentu saja akan mengurangi risiko kerugian. Kan? Apalagi buat kamu yang masih takut-takut soal risiko

3.Biaya terjangkau dan besarnya pengembalian. Duh daripada nabung di bank terus kena biaya admin yang nggak kita sadari itu, mending sih di reksadana saham. Apalagi nilai awalnya sekarang bisa dari 10K

4.Transparan. Setiap bulan ada laporannya kok. Bisa laporan ke rumah atau juga laporan lewat e-mail. Mudah banget.

5.Bisa dibeli offline maupun online. Sudah banyak tersedia kok.

6.Tingkat pengembalian lebih besar daripada nabung, deposito atau bahkan emas sekalipun.

        
PERUSAHAAN APA YANG BISA DIPILIH?


1. PT. MANULIFE ASET MANAGEMENT (reksadana MANULIFE – karena sudah 10 tahun lebih menggunakan perusahaan ini)

2. PT.PANIN ASET MANAGEMENT (dari beberapa sumber yang saya baca, ini katanya tingkat keuntungan mayan bagus

3. Perusahaan lain yang tercatat di www.ojk.go.id




   




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Berkomentar